1 TAWARIKH 15
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Daud ingin membawa tabut Allah, kotak kayu berlapis emas yang menjadi tanda kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya, ke Yerusalem. Dia membangun tenda khusus untuk menyambutnya dan menyiapkan tempat yang layak. Tapi kali ini Daud melakukan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya: dia berkata bahwa hanya orang Lewi yang boleh mengangkat tabut itu, sebab Tuhan sendiri telah memilih mereka untuk tugas itu selama-lamanya. Daud mengumpulkan semua keturunan Lewi, menghitung mereka menurut keluarga besar, dan menunjuk pemimpin-pemimpin dari setiap kelompok.
Lalu Daud memanggil para imam dan pemimpin Lewi dan berkata sesuatu yang jujur dan berani. Dia mengingatkan bahwa pada percobaan pertama, tabut itu tidak diangkut dengan cara yang benar, sehingga Tuhan "menyambar" mereka, artinya terjadi sesuatu yang buruk karena mereka tidak bertanya dulu bagaimana caranya menurut ketetapan Tuhan. Sekarang orang Lewi menguduskan diri, membersihkan dan mempersiapkan hati serta tubuh mereka untuk tugas suci ini, lalu mengangkat tabut dengan tongkat pengusung di atas bahu mereka, tepat seperti yang diperintahkan Musa dahulu.
Daud juga menunjuk penyanyi dan pemain musik dari suku Lewi, seperti Heman, Asaf, dan Etan, untuk memainkan gambus, kecapi, dan ceracap dengan sukacita. Ada juga peniup nafiri dan penjaga pintu gerbang. Ketika tabut itu akhirnya diangkut dari rumah Obed-Edom, seluruh Israel berjalan bersama Daud dengan sorak sorai, musik yang nyaring, dan persembahan kurban. Daud sendiri menari dengan penuh sukacita, memakai jubah linen halus. Tapi ada satu momen yang menyakitkan: Mikhal, istri Daud, melihat dari jendela dan memandang rendah suaminya karena tarian itu.
What Does This Mean?
Bagian ini bukan cuma cerita tentang pesta besar. Ini cerita tentang belajar dari kesalahan. Daud sudah pernah mencoba membawa tabut itu dengan cara yang salah, dan akibatnya buruk. Sekarang dia tidak asal semangat lagi, tapi bertanya dulu apa yang Tuhan mau, lalu melakukannya dengan tepat sesuai firman-Nya. Itu penting sekali. Semangat yang besar untuk Tuhan tidak cukup, kita juga perlu mau mendengarkan bagaimana caranya Tuhan sendiri yang mau ditemui.
Sekaligus, bagian ini menunjukkan bahwa ibadah yang benar itu bukan ibadah yang kaku dan dingin. Ada nyanyian, ada musik yang nyaring, ada tarian, ada sukacita yang meluap. Ketaatan dan sukacita ternyata bisa berjalan bersama.
The Common Thread
Tabut perjanjian adalah tanda bahwa Tuhan sendiri mau tinggal dekat dengan umat-Nya, di tengah perkemahan mereka, lalu di kota mereka. Ini bagian dari perjanjian, yaitu janji ikatan yang Tuhan buat dengan umat-Nya, bahwa Dia akan menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umat-Nya. Tabut itu hanya kotak kayu, tapi menjadi tanda bahwa Allah yang mahabesar berkenan hadir di tengah manusia yang kecil dan sering gagal, seperti Daud yang pernah salah, seperti bangsa yang pernah tidak sabar.
Jauh di kemudian hari, Allah tidak lagi hadir lewat sebuah tabut, melainkan lewat Yesus Kristus, yang disebut Imanuel, Allah yang menyertai kita. Yesus tidak perlu diangkut dengan tongkat suci, karena Dia sendiri datang, berjalan di antara manusia, dan sekarang Roh Kudus tinggal dalam hati setiap orang yang percaya. Kalau tabut membuat orang harus berjarak dan berhati-hati, kedatangan Yesus membuat orang boleh datang dekat, bahkan dipeluk.
For You
Kadang kita ingin melakukan sesuatu untuk Tuhan dengan semangat besar, tapi lupa bertanya apakah caranya sudah benar. Mungkin itu tentang cara berdoa, cara mengasihi teman, atau cara mengikuti aturan di rumah. Cerita Daud mengajak kita berani berhenti sebentar dan bertanya, apakah aku sudah melakukan ini dengan cara yang Tuhan mau, atau hanya dengan caraku sendiri yang terasa benar?
Soal Mikhal yang memandang rendah Daud, teks ini tidak menjelaskan siapa yang benar. Mungkin kamu pernah merasa malu karena orang lain menilai caramu memuji Tuhan, entah waktu bernyanyi keras, mengangkat tangan, atau menangis waktu berdoa. Sukacita untuk Tuhan kadang terlihat aneh bagi orang lain. Itu tidak selalu berarti kamu salah.
Talk About It
Menurutmu, kenapa Daud perlu mengingat kesalahan yang pernah terjadi sebelum dia melanjutkan rencananya? Apa untungnya mengingat kesalahan lama?
Bagaimana perasaanmu kalau seseorang memandang rendah caramu menunjukkan sukacita kepada Tuhan, seperti yang terjadi pada Daud?
Praying Together
Tuhan, terima kasih karena Engkau mau dekat dengan kami, bukan lewat tabut kayu, tapi lewat Yesus dan Roh Kudus yang tinggal di hati kami. Ajar kami untuk melakukan segala sesuatu bagi-Mu dengan cara yang Engkau mau, dan beri kami sukacita yang berani, seperti Daud yang menari tanpa malu. Amin.
Pertanyaan tentang 1 TAWARIKH 15
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 TAWARIKH 15?
Apa yang dikatakan 1 TAWARIKH 15?
Apa yang 1 TAWARIKH 15 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 1 TAWARIKH 15?
Mengapa 1 TAWARIKH 15 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Kuduskanlah dirimu, kamu dan saudara-saudaramu, supaya kamu dapat mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel." Daud pernah gagal mengangkut tabut itu. Kali ini ia tidak mulai dari kereta yang lebih baik, tetapi dari orang yang dibereskan hatinya. Sering kita sibuk memperbaiki cara, padahal Tuhan sedang menunggu kita membereskan diri. Apa yang perlu kamu bereskan sebelum melangkah lagi?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak