Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

1 KORINTUS 10

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

The Explanation

Paulus menulis surat ini kepada jemaat di kota Korintus. Ia mengingatkan mereka tentang nenek moyang mereka, yaitu bangsa Israel yang dulu keluar dari Mesir bersama Musa. Mereka berjalan di bawah awan yang menuntun mereka, dan mereka melewati laut yang terbelah. Paulus menyebut ini seperti dibaptis, seolah mereka semua masuk ke dalam kisah Allah lewat awan dan laut itu. Mereka juga makan makanan rohani dan minum dari Batu rohani yang menyertai mereka, dan Paulus berkata bahwa Batu itu sebenarnya adalah Kristus sendiri.

Tapi lalu Paulus mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Meskipun nenek moyang mereka mengalami semua pertolongan Allah itu, Allah tidak berkenan dengan sebagian besar dari mereka. Mereka menyembah berhala, berbuat zina, mencobai Tuhan, dan bersungut-sungut, mengeluh terus tentang segala hal. Akibatnya banyak dari mereka mati di padang belantara, sebelum sampai ke tanah yang dijanjikan.

Paulus berkata bahwa semua kisah itu ditulis sebagai contoh dan peringatan bagi jemaat Korintus, dan juga bagi kita sekarang. Orang yang merasa dirinya sudah teguh berdiri justru harus waspada supaya tidak jatuh. Tapi Paulus juga memberi penghiburan besar. Allah setia, Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kemampuan kita, dan Ia selalu menyediakan jalan keluar.

Kemudian Paulus berbicara tentang cawan berkat dan roti yang dipecahkan, tanda bahwa jemaat bersatu dengan Kristus dan satu sama lain. Ia membandingkannya dengan makan persembahan berhala, yang menurutnya sebenarnya adalah persekutuan dengan roh-roh jahat, bukan dengan Allah. Karena itu jemaat tidak boleh ikut dalam penyembahan berhala.

Di bagian akhir, Paulus berbicara soal kebebasan. Jemaat boleh makan apa saja yang dijual di pasar tanpa curiga macam-macam. Tapi jika ada orang yang hati nuraninya terganggu, lebih baik mengalah demi orang itu. Semua yang kita lakukan, kata Paulus, baik makan maupun minum, haruslah dilakukan untuk kemuliaan Allah.

What Does This Mean?

Paulus mau jemaat Korintus sadar bahwa pernah mengalami pertolongan Allah tidak otomatis membuat orang aman dari kejatuhan. Nenek moyang Israel melihat mukjizat luar biasa, laut terbelah, makanan ajaib dari langit, tapi hati mereka tetap bisa menyimpang dari Allah. Ini bukan cerita tentang Allah yang kejam, melainkan peringatan jujur bahwa iman bukan sekadar pernah mengalami sesuatu yang hebat bersama Allah di masa lalu. Iman adalah soal hati yang terus percaya, hari demi hari, bahkan ketika tidak ada mukjizat besar yang kelihatan.

Paulus juga mau jemaat mengerti bahwa apa yang mereka lakukan bersama, terutama saat makan roti dan minum dari cawan, bukan sekadar kebiasaan kosong. Itu tanda nyata bahwa mereka benar-benar bersatu dengan Kristus dan dengan sesama saudara seiman.

The Common Thread

Di tengah cerita padang gurun yang keras ini, Paulus menulis sesuatu luar biasa. Batu yang memberi minum kepada Israel itu, katanya, adalah Kristus sendiri. Jauh sebelum Yesus lahir di Betlehem, Ia sudah menyertai umat-Nya, menuntun mereka lewat awan, memberi mereka minum di padang belantara. Kristus bukan baru hadir sejak Natal pertama, Ia sudah ada bersama umat Allah sejak awal perjalanan mereka. Dan sekarang, lewat roti dan cawan dalam perjamuan jemaat, Kristus yang sama itu masih menyertai umat-Nya, memberi diri-Nya sendiri supaya mereka hidup.

For You

Mungkin kamu pernah merasa sudah lama ikut Tuhan, sudah hafal banyak ayat, sudah rajin ke gereja, lalu berpikir bahwa kamu pasti aman-aman saja. Paulus justru mengingatkan, orang yang merasa dirinya teguh berdiri harus waspada supaya tidak jatuh. Itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya kamu jujur pada dirimu sendiri. Pertanyaan baiknya bukan "sudah berapa lama aku ikut Tuhan," tapi "apakah hatiku hari ini sungguh percaya kepada-Nya." Dan kalau kamu sedang dalam godaan yang terasa berat, ingatlah janji ini, Allah setia, Ia tidak akan membiarkanmu dicobai melebihi kekuatanmu, dan Ia selalu menyediakan jalan keluar, meski kadang jalan keluar itu tidak langsung kelihatan.

Talk About It

Bangsa Israel sudah melihat begitu banyak pertolongan Allah, tapi tetap bisa jatuh dalam dosa. Menurutmu, kenapa pernah mengalami sesuatu yang hebat bersama Allah tidak cukup untuk membuat hati tetap setia?

Paulus berkata kita tidak boleh hanya memikirkan kebaikan untuk diri sendiri, tapi juga kebaikan orang lain, bahkan soal makanan. Pernahkah kamu harus mengalah demi orang lain, padahal sebenarnya kamu boleh melakukan hal itu?

Praying Together

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah menyertai umat-Mu sejak dahulu, bahkan sebelum Engkau lahir ke dunia. Ajari kami untuk tidak hanya mengandalkan pengalaman masa lalu, tapi terus percaya kepada-Mu hari demi hari. Ketika kami digoda untuk melakukan hal yang salah, tolong kami mengingat bahwa Engkau setia dan selalu menyediakan jalan keluar. Buat kami rendah hati, waspada, dan rela memikirkan kebaikan orang lain, bukan hanya diri sendiri. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang 1 KORINTUS 10

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah 1 KORINTUS 10?
Paulus menulis surat ini kepada jemaat di kota Korintus. Ia mengingatkan mereka tentang nenek moyang mereka, yaitu bangsa Israel yang dulu keluar dari Mesir bersama Musa. Mereka berjalan di bawah awan yang menuntun mereka, dan mereka melewati laut yang terbelah. Paulus menyebut ini seperti dibaptis, seolah mereka semua masuk ke dalam kisah Allah lewat awan dan laut itu.
Apa yang dikatakan 1 KORINTUS 10?
Paulus berkata bahwa semua kisah itu ditulis sebagai contoh dan peringatan bagi jemaat Korintus, dan juga bagi kita sekarang. Orang yang merasa dirinya sudah teguh berdiri justru harus waspada supaya tidak jatuh. Tapi Paulus juga memberi penghiburan besar. Allah setia, Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kemampuan kita, dan Ia selalu menyediakan jalan keluar.
Apa yang 1 KORINTUS 10 ajarkan tentang Tuhan?
Di bagian akhir, Paulus berbicara soal kebebasan. Jemaat boleh makan apa saja yang dijual di pasar tanpa curiga macam-macam. Tapi jika ada orang yang hati nuraninya terganggu, lebih baik mengalah demi orang itu. Semua yang kita lakukan, kata Paulus, baik makan maupun minum, haruslah dilakukan untuk kemuliaan Allah.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 1 KORINTUS 10?
Paulus juga mau jemaat mengerti bahwa apa yang mereka lakukan bersama, terutama saat makan roti dan minum dari cawan, bukan sekadar kebiasaan kosong. Itu tanda nyata bahwa mereka benar-benar bersatu dengan Kristus dan dengan sesama saudara seiman.
Mengapa 1 KORINTUS 10 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mungkin kamu pernah merasa sudah lama ikut Tuhan, sudah hafal banyak ayat, sudah rajin ke gereja, lalu berpikir bahwa kamu pasti aman-aman saja. Paulus justru mengingatkan, orang yang merasa dirinya teguh berdiri harus waspada supaya tidak jatuh. Itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya kamu jujur pada dirimu sendiri.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 6

Mereka semua menyeberangi laut, makan manna yang sama, minum dari batu yang sama. Yang menjatuhkan mereka bukan kekurangan, melainkan kerinduan hati: mereka rindu kembali ke Mesir. "Hal-hal ini terjadi sebagai contoh bagi kita supaya kita tidak menginginkan hal-hal jahat seperti yang mereka inginkan." Adakah sesuatu yang diam-diam masih kaurindukan, padahal Tuhan sudah susah payah membawamu keluar dari sana?

Wawasan Editorial pada ayat 1

Perhatikan kata "semua" dalam 1 Korintus 10:1: "nenek moyang kita semua ada di bawah awan dan mereka semua berjalan melalui laut." Semua melihat mukjizat yang sama. Tapi tidak semua sampai. Pengalaman rohani yang hebat tidak otomatis membuatmu bertahan. Hari ini, apa yang membuatmu merasa aman? Kenangan lama, atau Kristus yang hidup sekarang?

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak