2 TAWARIKH 6
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Bayangkan sebuah bangunan besar yang megah, dibuat dari batu dan kayu yang indah. Itulah bait Allah yang baru selesai dibangun Salomo di Yerusalem. Raja Salomo berdiri di depan semua orang Israel. Mereka semua berdiri menunggu, diam, melihat raja mereka.
Salomo lalu berpaling dan memberkati seluruh umat Israel. Dia berkata, “Terpujilah TUHAN, Allah Israel!” Dia teringat ayahnya, Raja Daud. Dulu Daud ingin sekali membangun rumah bagi Allah. Tetapi Allah berkata kepada Daud, “Bukan kamu yang akan membangun rumah itu, melainkan anakmu.” Sekarang janji itu sudah digenapi. Salomo berdiri di sana karena janji Allah kepada ayahnya benar-benar terjadi.
Lalu Salomo membuat sesuatu yang istimewa, mimbar tembaga di tengah halaman bait. Dia naik ke atasnya, lalu berlutut di depan semua orang, dan menadahkan tangannya ke langit. Bayangkan rajanya sendiri berlutut, bukan duduk di atas takhta yang megah, melainkan berlutut di lantai, memohon kepada Allah.
Salomo berdoa panjang sekali. Dia berkata sesuatu yang mengejutkan, “Apakah Allah benar-benar mau tinggal bersama manusia di bumi? Langit saja tidak dapat menampung Engkau, apalagi bait yang kubangun ini!” Salomo tahu Allah jauh lebih besar daripada bangunan apa pun. Tetapi dia tetap berdoa supaya Allah mau mendengar setiap doa yang dipanjatkan di tempat itu.
Lalu Salomo menyebutkan hal-hal yang mungkin terjadi kepada umat Israel. Jika mereka berdosa dan dikalahkan musuh. Jika hujan tidak turun. Jika ada kelaparan atau penyakit. Bahkan jika mereka diangkut jauh ke negeri asing karena kesalahan mereka sendiri. Setiap kali Salomo berkata, “Kiranya Engkau mendengar dari surga, dan mengampuni.”
Apa Artinya Ini?
Doa Salomo mengajarkan sesuatu yang penting. Allah itu sangat besar, langit pun tidak dapat menampung-Nya. Tetapi Allah yang besar ini mau mendengarkan doa orang kecil. Bukan karena manusia selalu baik. Salomo malah berkata, “Tidak ada manusia yang tidak berdosa.” Justru karena itulah Salomo memohon pengampunan, bukan karena umat-Nya sempurna, melainkan karena Allah setia pada janji-Nya.
Pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa takut mengakui? Salomo mengajarkan bahwa kita boleh datang kepada Allah, bahkan ketika kita salah. Allah mendengar orang yang mau berbalik kepada-Nya.
Benang Merah
Dulu Allah berjanji kepada Daud bahwa keturunannya akan duduk di takhta selamanya. Salomo memohon supaya janji itu digenapi. Bertahun-tahun kemudian, Allah mengirim Yesus Kristus, keturunan Daud yang sesungguhnya. Yesus adalah Raja yang takhta-Nya tidak pernah berakhir.
Bait Allah yang dibangun Salomo akhirnya runtuh. Tetapi Yesus datang untuk menjadi tempat Allah bertemu manusia yang sesungguhnya. Sekarang kita tidak perlu datang ke bait di Yerusalem untuk berdoa. Karena Yesus Kristus, kita boleh berdoa kepada Allah dari mana saja, kapan saja.
Untukmu
Kamu tidak perlu bangunan megah untuk berdoa kepada Allah. Kamu bisa berdoa di kamarmu, di sekolah, bahkan di tempat tidur sebelum tidur. Ketika kamu melakukan kesalahan, jangan takut mengakuinya kepada Allah. Dia mau mendengar dan mengampuni, seperti yang didoakan Salomo.
Mari Bicarakan
Mengapa menurutmu Salomo berlutut, bukan duduk di takhtanya yang megah, ketika dia berdoa?
Apakah ada hal yang pernah kamu lakukan salah dan ingin memohon ampun kepada Allah?
Berdoa Bersama
Tuhan, Engkau begitu besar sampai langit pun tidak dapat menampung-Mu. Tetapi Engkau mau mendengar doaku yang kecil ini. Ampuni aku kalau aku berbuat salah. Terima kasih karena aku boleh datang kepada-Mu kapan saja, karena Yesus. Amin.
Pertanyaan tentang 2 TAWARIKH 6
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 2 TAWARIKH 6?
Apa yang dikatakan 2 TAWARIKH 6?
Apa yang 2 TAWARIKH 6 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 2 TAWARIKH 6?
Mengapa 2 TAWARIKH 6 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak