Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

2 SAMUEL 16

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

The Explanation

Daud sedang lari. Anaknya sendiri, Absalom, ingin merebut takhtanya. Baru saja Daud melewati puncak gunung, datanglah Ziba, pelayan Mefiboset, membawa dua keledai berpelana. Di atasnya ada dua ratus roti, seratus kue kismis, buah-buahan segar, dan sebuah tempayan anggur.

“Apa maksudnya ini?” tanya Daud. Ziba menjawab, “Keledai ini untuk keluarga raja menunggang. Roti dan buah ini untuk dimakan. Anggur ini untuk yang lelah di padang belantara.” Lalu Daud bertanya tentang Mefiboset, anak tuannya. Ziba menjawab bahwa Mefiboset tinggal di Yerusalem, berharap kerajaan kembali kepadanya. Mendengar itu, Daud memberikan semua milik Mefiboset kepada Ziba.

Perjalanan Daud terus berlanjut sampai ke Bahurim. Di sana muncul seorang laki-laki dari keluarga Saul, namanya Simei. Ia berjalan sambil mengutuki Daud dan melempari dia dengan batu, meskipun tentara-tentara perkasa berjalan di kanan-kirinya untuk menjaga raja.

“Pergilah, penumpah darah!” teriak Simei. “TUHAN sudah membalas kejahatanmu. Sekarang Absalom yang menjadi raja!” Batu-batu melayang, debu mengepul di jalan.

Abisai, salah satu pegawai Daud, marah sekali. “Biarkan aku memenggal kepalanya!” katanya. Tapi Daud menahannya. “Biarkan saja dia mengutuk,” kata Daud, “sebab mungkin TUHAN yang menyuruhnya. Siapa tahu TUHAN akan melihat penderitaanku, dan membalas kutuk ini dengan kebaikan.”

Maka Daud terus berjalan. Simei tetap mengikuti di lereng gunung, terus melempar batu dan mengutuk. Daud dan orang-orangnya akhirnya sampai di Sungai Yordan, lelah luar biasa, dan beristirahat di sana.

Sementara itu, di Yerusalem, Absalom baru saja tiba bersama Ahitofel, penasihatnya. Datanglah Husai, sahabat Daud, berseru, “Hiduplah raja! Hiduplah raja!” Absalom heran, “Bukankah kau sahabat Daud? Mengapa tidak ikut dia?” Husai menjawab licik, “Aku akan mengabdi kepada siapa yang dipilih TUHAN dan rakyat Israel.”

Lalu Ahitofel memberi nasihat jahat kepada Absalom, supaya seluruh Israel tahu bahwa ia sudah melawan ayahnya sepenuhnya. Absalom menurutinya di hadapan semua orang.

What Does This Mean?

Daud sedang di titik paling rendah dalam hidupnya. Anaknya mengkhianatinya, orang-orang melemparinya batu, bahkan sahabatnya tampak berpindah pihak. Tapi perhatikan apa yang dikatakan Daud ketika Abisai ingin membalas dendam. Daud tidak langsung marah dan menyerang. Ia berhenti sejenak, dan bertanya-tanya, mungkinkah TUHAN sedang bicara lewat semua ini? Daud tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia percaya bahwa TUHAN melihat penderitaannya, dan bisa mengubah kutuk menjadi berkat.

The Common Thread

Daud difitnah, dihina, dan dikutuki, padahal ia adalah raja pilihan Allah. Bertahun-tahun kemudian, ada Raja lain dari keturunan Daud yang juga dihina dan diludahi, padahal Dia tidak bersalah sama sekali. Namanya Yesus Kristus. Sama seperti Daud tidak membalas Simei dengan pedang, Yesus juga tidak membalas orang-orang yang menyakiti-Nya. Ia percaya penuh kepada Bapa-Nya di surga, bahkan sampai di kayu salib.

For You

Pernahkah kamu diejek atau diperlakukan tidak adil? Rasanya ingin membalas, bukan? Daud mengajarkan sesuatu yang sulit tapi indah. Kadang kita tidak perlu membalas setiap kejahatan. Kita bisa berdoa, dan percaya bahwa Tuhan melihat semuanya. Cobalah, kalau ada yang berkata kasar kepadamu minggu ini, jangan langsung membalas. Diamlah sebentar, dan berdoalah dalam hati.

Talk About It

Mengapa menurutmu Daud tidak membiarkan Abisai membunuh Simei?

Pernahkah kamu merasa ingin membalas seseorang yang jahat kepadamu? Apa yang bisa kamu lakukan selain membalas?

Praying Together

Tuhan, kadang ada orang yang berkata kasar kepadaku. Ajari aku seperti Daud, yang tidak langsung membalas, tapi percaya kepada-Mu. Terima kasih karena Engkau melihat semua yang terjadi padaku. Dalam nama Yesus, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang 2 SAMUEL 16

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah 2 SAMUEL 16?
Daud sedang lari. Anaknya sendiri, Absalom, ingin merebut takhtanya. Baru saja Daud melewati puncak gunung, datanglah Ziba, pelayan Mefiboset, membawa dua keledai berpelana. Di atasnya ada dua ratus roti, seratus kue kismis, buah-buahan segar, dan sebuah tempayan anggur.
Apa yang dikatakan 2 SAMUEL 16?
Perjalanan Daud terus berlanjut sampai ke Bahurim. Di sana muncul seorang laki-laki dari keluarga Saul, namanya Simei. Ia berjalan sambil mengutuki Daud dan melempari dia dengan batu, meskipun tentara-tentara perkasa berjalan di kanan-kirinya untuk menjaga raja.
Apa yang 2 SAMUEL 16 ajarkan tentang Tuhan?
Abisai, salah satu pegawai Daud, marah sekali. “Biarkan aku memenggal kepalanya!” katanya. Tapi Daud menahannya. “Biarkan saja dia mengutuk,” kata Daud, “sebab mungkin TUHAN yang menyuruhnya. Siapa tahu TUHAN akan melihat penderitaanku, dan membalas kutuk ini dengan kebaikan.”
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 2 SAMUEL 16?
Sementara itu, di Yerusalem, Absalom baru saja tiba bersama Ahitofel, penasihatnya. Datanglah Husai, sahabat Daud, berseru, “Hiduplah raja! Hiduplah raja!” Absalom heran, “Bukankah kau sahabat Daud? Mengapa tidak ikut dia?” Husai menjawab licik, “Aku akan mengabdi kepada siapa yang dipilih TUHAN dan rakyat Israel.
Mengapa 2 SAMUEL 16 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Daud sedang di titik paling rendah dalam hidupnya. Anaknya mengkhianatinya, orang-orang melemparinya batu, bahkan sahabatnya tampak berpindah pihak. Tapi perhatikan apa yang dikatakan Daud ketika Abisai ingin membalas dendam. Daud tidak langsung marah dan menyerang. Ia berhenti sejenak, dan bertanya-tanya, mungkinkah TUHAN sedang bicara lewat semua ini?

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 22

Lalu, mereka memasang kemah bagi Absalom di atas sotoh, dan Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel."

Perhatikan tempatnya: sotoh, atap yang sama tempat Daud dulu memandang Batsyeba diam-diam. Yang dilakukan tersembunyi akhirnya berdiri di tempat terbuka. Dosa yang disimpan tidak menguap, ia hanya menunggu. Apa yang sedang kamu simpan di atas atapmu?

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak