Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

DANIEL 3

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

Penjelasan

Raja Nebukadnezar membuat patung emas yang sangat besar, tingginya seperti gedung bertingkat sepuluh. Ia mendirikannya di padang Dura. Lalu ia memanggil semua pejabat penting di kerajaannya untuk datang ke sana. Seorang bentara berteriak keras, "Begitu kamu mendengar bunyi musik, kamu harus sujud menyembah patung emas ini! Siapa yang tidak mau, akan dilempar ke dalam perapian yang menyala-nyala!"

Bayangkan suara terompet dan seruling berbunyi, lalu ribuan orang serentak sujud ke tanah karena takut. Semua orang sujud, kecuali tiga orang. Namanya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka orang Yahudi yang hanya mau menyembah Allah mereka, bukan patung buatan tangan manusia.

Beberapa orang melaporkan mereka kepada raja. Raja menjadi sangat marah. Ia memanggil ketiganya dan berkata, "Kalau kalian tidak sujud, kalian akan dilempar ke perapian. Ilah mana yang bisa menyelamatkan kalian dari tanganku?"

Dengarkan jawaban mereka, berani sekali. "Allah yang kami sembah sanggup melepaskan kami. Tetapi sekalipun Dia tidak melakukannya, kami tetap tidak akan menyembah patungmu, ya Raja." Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Mereka hanya tahu kepada siapa mereka percaya.

Raja makin marah. Ia menyuruh perapian dipanaskan tujuh kali lebih panas dari biasanya. Begitu panasnya, orang-orang kuat yang melemparkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalam api itu langsung mati terbakar. Ketiga sahabat itu, dengan tangan dan kaki terikat, jatuh ke tengah kobaran api.

Lalu sesuatu yang menakjubkan terjadi. Raja Nebukadnezar melompat berdiri, terkejut. "Bukankah tadi kita melempar tiga orang yang terikat?" tanyanya. "Benar, ya Raja," jawab para menterinya. Raja berkata, "Tapi aku melihat empat orang! Mereka berjalan-jalan di tengah api, tidak terikat, tidak terluka! Yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

Raja mendekati pintu perapian dan berteriak, "Sadrakh, Mesakh, Abednego, keluarlah!" Mereka pun keluar. Rambut mereka tidak hangus. Jubah mereka tidak hangus. Bahkan bau asap pun tidak ada pada mereka.

Apa Artinya Ini?

Cerita ini mengajarkan sesuatu yang penting. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak tahu pasti bahwa Allah akan menyelamatkan nyawa mereka. Tetapi mereka tetap percaya bahwa Allah layak disembah, apa pun yang terjadi. Mereka tidak menyembah patung emas hanya karena takut api. Keberanian mereka bukan karena mereka tidak takut, tetapi karena mereka percaya bahwa Allah lebih besar dari api, dan lebih besar dari raja mana pun.

Benang Merahnya

Allah tidak membiarkan ketiga sahabat-Nya sendirian di dalam api. Ada sosok keempat berjalan bersama mereka di tengah kobaran. Allah selalu menyertai orang yang percaya kepada-Nya, bahkan di tempat yang paling menakutkan sekalipun. Jauh kemudian, Allah mengutus Yesus Kristus, yang juga setia kepada Bapa-Nya sampai mengalami penderitaan yang jauh lebih berat daripada perapian. Dan Yesus pun menang, karena Allah membangkitkan-Nya dari kematian.

Untukmu

Mungkin kamu tidak akan pernah dilempar ke dalam api. Tetapi mungkin kamu pernah diejek karena berdoa, atau karena tidak mau ikut berbuat curang seperti teman-temanmu. Saat itu terjadi, ingatlah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Kamu boleh berdoa, "Tuhan, aku mau tetap setia kepada-Mu, apa pun yang terjadi." Allah yang menyertai mereka di dalam api, juga menyertaimu.

Mari Bicarakan

Mengapa menurutmu Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap berani walau mereka tidak tahu apakah Allah akan menyelamatkan mereka?

Pernahkah kamu harus berani melakukan hal yang benar, walaupun teman-temanmu melakukan hal yang lain?

Berdoa Bersama

Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu menyertai orang yang percaya kepada-Mu, bahkan di saat paling sulit sekalipun. Tolong aku untuk berani setia kepada-Mu, seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Aku percaya Engkau selalu dekat denganku. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang DANIEL 3

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah DANIEL 3?
Raja Nebukadnezar membuat patung emas yang sangat besar, tingginya seperti gedung bertingkat sepuluh. Ia mendirikannya di padang Dura. Lalu ia memanggil semua pejabat penting di kerajaannya untuk datang ke sana. Seorang bentara berteriak keras, "Begitu kamu mendengar bunyi musik, kamu harus sujud menyembah patung emas ini!
Apa yang dikatakan DANIEL 3?
Beberapa orang melaporkan mereka kepada raja. Raja menjadi sangat marah. Ia memanggil ketiganya dan berkata, "Kalau kalian tidak sujud, kalian akan dilempar ke perapian. Ilah mana yang bisa menyelamatkan kalian dari tanganku?"
Apa yang DANIEL 3 ajarkan tentang Tuhan?
Raja makin marah. Ia menyuruh perapian dipanaskan tujuh kali lebih panas dari biasanya. Begitu panasnya, orang-orang kuat yang melemparkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalam api itu langsung mati terbakar. Ketiga sahabat itu, dengan tangan dan kaki terikat, jatuh ke tengah kobaran api.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari DANIEL 3?
Raja mendekati pintu perapian dan berteriak, "Sadrakh, Mesakh, Abednego, keluarlah!" Mereka pun keluar. Rambut mereka tidak hangus. Jubah mereka tidak hangus. Bahkan bau asap pun tidak ada pada mereka.
Mengapa DANIEL 3 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Allah tidak membiarkan ketiga sahabat-Nya sendirian di dalam api. Ada sosok keempat berjalan bersama mereka di tengah kobaran. Allah selalu menyertai orang yang percaya kepada-Nya, bahkan di tempat yang paling menakutkan sekalipun. Jauh kemudian, Allah mengutus Yesus Kristus, yang juga setia kepada Bapa-Nya sampai mengalami penderitaan yang jauh lebih berat daripada perapian.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 2

Perhatikan daftar panjang itu: wakil raja, penguasa daerah, bupati, penasihat, bendahara, hakim, ahli hukum, "dan semua pejabat daerah". Seluruh tangga kekuasaan dipanggil berdiri di tempat yang sama. Kalau semua orang penting hadir, siapa yang berani tidak datang?

Tekanan terbesar sering bukan ancaman, melainkan kalimat sederhana: semua orang juga begitu.

Wawasan Editorial pada ayat 20

Perhatikan detail kecil ini: yang dipanggil untuk mengikat mereka adalah "beberapa orang yang paling kuat" dari tentara raja. Kekuatan manusia dikerahkan sampai maksimal, lalu api itu justru membunuh para pengikat, dan tali yang mengikat itulah satu-satunya yang hangus. Apa yang mengikatmu hari ini mungkin justru hal pertama yang Tuhan bakar habis.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak