ULANGAN 14
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)
Penjelasan
Musa sedang berbicara kepada bangsa Israel sebelum mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Ia memulai dengan kalimat yang indah: "Kamu adalah anak-anak TUHAN, Allahmu." Itu bukan sekadar nama, itu sebuah hubungan. Karena itu, mereka tidak boleh meniru kebiasaan bangsa lain yang menoreh tubuh atau mencukur rambut di dahi ketika ada yang meninggal. Israel adalah umat yang kudus, artinya umat yang dikhususkan, dipilih Allah dari semua bangsa di bumi untuk menjadi milik-Nya sendiri.
Lalu Musa memberi daftar panjang tentang makanan. Ada hewan berkaki empat yang boleh dimakan, seperti sapi dan domba, dan yang tidak boleh, seperti babi dan unta. Ada ikan yang boleh dimakan asalkan bersirip dan bersisik, dan ada daftar panjang burung yang tidak boleh dimakan, seperti rajawali dan burung hantu. Semua serangga bersayap juga dilarang. Aturan ini kelihatannya rumit, tetapi intinya sederhana: ada batas antara yang tahir (bersih, boleh) dan yang najis (tidak boleh).
Bagian terakhir pasal ini berbicara tentang persembahan sepersepuluh, yaitu sepersepuluh dari hasil panen yang harus dibawa ke tempat yang dipilih Tuhan, lalu dimakan bersama dengan sukacita di hadapan-Nya. Setiap tiga tahun, sepersepuluh itu disimpan di kota sendiri untuk dibagikan kepada orang Lewi, orang asing, janda, dan anak yatim, yaitu orang-orang yang tidak punya tanah warisan sendiri.
Apa Artinya Ini?
Semua aturan ini, baik tentang makanan maupun tentang persembahan, sebenarnya berbicara tentang satu hal: Israel dipanggil untuk hidup berbeda karena mereka adalah anak-anak Allah. Aturan makanan bukan tentang gizi atau kesehatan semata. Ini tentang identitas. Dengan memilih apa yang mereka makan, Israel diingatkan setiap hari bahwa hidup mereka tidak sama dengan bangsa-bangsa di sekitarnya. Mereka milik Tuhan, dan itu terasa sampai ke meja makan mereka.
Jujur saja, Alkitab sendiri tidak menjelaskan mengapa babi atau burung hantu dianggap najis sementara sapi dan domba boleh dimakan. Ini salah satu hal yang tetap menjadi misteri. Mungkin kita tidak perlu tahu semua alasan Allah untuk percaya bahwa perintah-Nya punya tujuan baik.
Yang lebih jelas adalah bagian tentang persembahan. Allah tidak hanya meminta Israel memberi, tetapi juga memastikan bahwa orang Lewi, orang asing, janda, dan yatim piatu ikut makan kenyang. Allah yang kudus ini juga Allah yang peduli pada orang yang lemah dan tidak punya banyak.
Benang Merah
Di seluruh Alkitab, Allah terus memanggil umat-Nya untuk hidup berbeda, bukan supaya mereka merasa lebih baik dari orang lain, tetapi supaya dunia bisa melihat bagaimana rasanya hidup dekat dengan Allah yang kudus. Yesus Kristus kemudian mengajarkan sesuatu yang mengejutkan tentang makanan, bahwa yang menajiskan manusia bukan apa yang masuk ke mulut, melainkan apa yang keluar dari hati. Ini bukan berarti aturan di Ulangan 14 salah, tetapi Yesus menunjukkan bahwa kekudusan sejati akhirnya bukan soal makanan di piring, melainkan soal hati yang berubah.
Satu hal lagi tidak berubah dari pasal ini sampai ke seluruh Alkitab: Allah selalu memperhatikan orang yang lemah, yang tidak punya apa-apa. Itu juga yang dilakukan Yesus ketika Ia berjalan di bumi, mencari orang miskin, yang sendirian, yang terlupakan.
Untukmu
Kamu mungkin tidak perlu menghitung sapi, domba, atau burung mana yang boleh dimakan. Tetapi pertanyaan di balik semua aturan itu tetap berlaku untukmu: apakah hidupmu kelihatan berbeda karena kamu anak Allah? Itu bisa terlihat dari cara kamu jujur ketika mudah untuk berbohong, atau cara kamu membagikan uang jajanmu kepada teman yang membutuhkan, seperti Israel diminta membagikan sepersepuluh mereka kepada orang Lewi dan anak yatim. Menjadi anak Allah bukan berarti kamu harus sempurna, tetapi berarti kamu tahu kepada siapa kamu dimiliki, dan itu memengaruhi pilihan-pilihanmu, bahkan yang kecil sekalipun.
Mari Bicarakan
Menurutmu, mengapa Allah ingin umat-Nya hidup berbeda, bahkan sampai soal makanan sehari-hari?
Kalau kamu diminta membagikan sebagian dari apa yang kamu punya untuk orang yang tidak punya apa-apa, apa yang menurutmu paling sulit untuk dibagikan?
Berdoa Bersama
Tuhan, terima kasih karena Engkau memanggil kami menjadi anak-anak-Mu. Ajari kami untuk hidup berbeda, bukan supaya terlihat hebat, tetapi karena kami mengenal Engkau. Buka mata kami untuk melihat orang di sekitar kami yang membutuhkan, dan beri kami hati yang mau berbagi dengan sukacita. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Pertanyaan tentang ULANGAN 14
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah ULANGAN 14?
Apa yang dikatakan ULANGAN 14?
Apa yang ULANGAN 14 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari ULANGAN 14?
Mengapa ULANGAN 14 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Sesudah daftar panjang tentang apa yang haram, tiba tiba terdengar kalimat yang melegakan: "Semua burung yang bersih boleh kamu makan." Tuhan tidak berhenti pada larangan. Dia juga membuka tangan dan memberi. Mungkin terlalu lama kamu mengenal Dia hanya lewat kata "jangan". Hari ini, dengarlah juga kata "boleh" dari mulut-Nya.
Kamu boleh memakan setiap burung yang bersih." Satu kalimat pendek, dan yang diizinkan disebut lebih dulu sebelum daftar larangan. Perhatikan: burung yang dilarang hampir semuanya pemangsa dan pemakan bangkai. Tuhan peduli pada apa yang kaukonsumsi, juga hari ini. Berita apa, percakapan apa, yang kamu telan setiap hari? Ada yang memberi hidup. Ada yang hanya bangkai.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak