PENGKHOTBAH 5
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)
The Explanation
Pengkhotbah pasal ini penuh nasihat praktis tentang hidup bersama Allah. Dimulai dengan rumah Allah: "Awasilah kakimu ketika kamu pergi ke rumah Allah." Pengkhotbah mengingatkan, lebih baik datang untuk mendengarkan daripada buru-buru berjanji atau berkurban tanpa pikir panjang, seperti orang bodoh yang tidak sadar sedang berbuat salah.
Lalu ia bicara tentang mulut kita. "Jangan tergesa-gesa dengan mulutmu." Allah ada di surga, kita di bumi, jadi kata-kata kita di hadapan-Nya sebaiknya sedikit saja, dipikirkan baik-baik, bukan diobral begitu saja. Kalau kita berjanji atau bernazar kepada Allah, janji itu harus ditepati. Lebih baik tidak berjanji sama sekali daripada berjanji lalu mengingkarinya.
Pengkhotbah juga menulis tentang ketidakadilan di dunia: orang miskin ditindas, hukum dilanggar. Ia tidak kaget, sebab ada pejabat yang mengawasi pejabat lain, bertingkat-tingkat, namun ia tidak menjelaskan mengapa Allah membiarkan itu terjadi begitu lama.
Bagian terbesar pasal ini bicara tentang uang. Orang yang cinta uang tidak pernah puas, makin kaya makin banyak yang menghabiskannya. Pekerja biasa tidur nyenyak, tapi orang kaya sering terjaga karena kekenyangan dan kekhawatiran. Pengkhotbah melihat orang yang menyimpan kekayaan sampai akhirnya kehilangan semuanya, dan ia pergi dari dunia ini sama seperti ia datang, telanjang, tanpa membawa apa pun. Namun di akhir pasal, ada nasihat yang lebih terang: makan, minum, dan menikmati hasil kerja keras adalah hal baik yang Allah berikan sebagai bagian kita selama hidup yang singkat ini.
What Does This Mean?
Pengkhotbah sedang mengajar kita soal sikap hati di hadapan Allah dan di hadapan harta. Ketika kita berdoa atau berjanji kepada Allah, itu bukan permainan kata. Allah mendengar sungguh-sungguh, jadi kita juga harus sungguh-sungguh, tidak asal bicara lalu lupa.
Tentang uang, Pengkhotbah menunjukkan sesuatu yang aneh tapi benar: makin banyak kita punya, makin besar rasa kurang itu. Uang tidak pernah bisa mengisi hati sampai penuh. Itu sebabnya ia menyebutnya kesia-siaan, seperti mengejar angin yang tidak pernah bisa digenggam.
Tapi Pengkhotbah tidak berhenti di situ saja dengan kesedihan. Ia mengakui bahwa menikmati makanan, pekerjaan, dan hari-hari hidup adalah karunia Allah sendiri. Bukan hasil usaha kita semata, tapi pemberian. Itu artinya sukacita sederhana sehari-hari, bukan kekayaan besar, yang sebenarnya paling berharga.
The Common Thread
Yesus Kristus kelak mengajarkan hal serupa tentang doa: jangan bertele-tele seperti orang yang mengira doanya didengar karena banyak kata-katanya, sebab Bapa di surga tahu apa yang kita perlukan sebelum kita memintanya. Itu seperti gema dari nasihat Pengkhotbah, "biarlah ucapan-ucapanmu itu sedikit."
Yesus Kristus juga berulang kali bicara tentang bahaya cinta uang dan pentingnya mengumpulkan harta di surga, bukan di bumi, di mana harta bisa lenyap. Pengkhotbah sudah melihat lebih dulu kebenaran itu: harta duniawi tidak pernah membuat hati puas, dan pada akhirnya kita meninggalkannya semua.
Namun ada janji besar yang belum sepenuhnya terjawab di pasal ini. Pengkhotbah melihat ketidakadilan dan tidak bisa menjelaskan tuntas mengapa Allah membiarkannya berlangsung lama. Alkitab secara keseluruhan menunjuk kepada Allah yang pada akhirnya akan membereskan semua ketidakadilan, lewat Yesus Kristus yang kelak datang untuk menghakimi dengan adil. Pengkhotbah belum melihat itu jelas, tapi kita, yang hidup sesudah kebangkitan Yesus Kristus, boleh menaruh harapan di sana.
For You
Perhatikan kata-katamu sendiri, terutama kepada Allah. Kalau kamu berjanji kepada-Nya, lewat doa atau komitmen, tepati itu, jangan asal ucap lalu lupa begitu saja. Perhatikan juga hatimu soal barang dan uang. Wajar ingin punya sesuatu yang baru, tapi tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu sedang mengejar angin yang tidak pernah bisa kamu genggam penuh?
Hal paling sederhana, seperti makan bersama keluarga, bermain, tidur nyenyak setelah bekerja keras, itu semua karunia Allah yang sering kita lewatkan begitu saja karena sibuk menginginkan lebih. Cobalah hari ini mengucap syukur untuk satu hal kecil yang biasanya kamu anggap remeh.
Talk About It
Pernahkah kamu berjanji sesuatu, entah kepada Allah atau kepada temanmu, lalu sulit menepatinya? Apa yang membuatnya sulit?
Pengkhotbah melihat ketidakadilan di dunia dan tidak bisa menjelaskan semuanya. Menurutmu, bolehkah kita punya pertanyaan kepada Allah yang belum terjawab?
Praying Together
Tuhan, ajari kami bicara dengan hati-hati kepada-Mu, tidak asal ucap, dan menepati apa yang kami janjikan. Jauhkan hati kami dari cinta uang yang tidak pernah puas. Terima kasih untuk hal-hal kecil hari ini, makanan, keluarga, dan tidur yang nyenyak. Buat kami bersukacita dalam pemberian-Mu yang sederhana. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Pertanyaan tentang PENGKHOTBAH 5
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah PENGKHOTBAH 5?
Apa yang dikatakan PENGKHOTBAH 5?
Apa yang PENGKHOTBAH 5 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari PENGKHOTBAH 5?
Mengapa PENGKHOTBAH 5 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Ketika harta bertambah, bertambah pula orang yang memakannya. Jadi, apa keuntungan bagi pemiliknya selain memandangnya dengan matanya sendiri?" Semakin banyak yang kamu kumpulkan, semakin banyak tangan yang menadah, semakin banyak yang harus dijaga. Pada akhirnya kamu cuma menatapnya. Apa yang sebenarnya sedang kamu kejar sampai selelah ini?
Jika kamu melihat penindasan terhadap orang miskin, serta perampasan keadilan dan kebenaran di suatu provinsi, jangan terkejut karena hal itu," kata Pengkhotbah. Bukan berarti kita boleh dingin. Justru dia sedang menjaga hatimu supaya tidak hancur oleh keheranan. Ada yang lebih tinggi dari semua pejabat yang saling melindungi itu. Dia melihat. Dan Dia tidak lupa.
Tidur orang yang bekerja itu nyaman, entah dia makan sedikit atau banyak, tetapi kekayaan orang kaya membuatnya tidak dapat tidur." Ternyata ukuran berkat bukan isi rekening, melainkan apakah kamu masih bisa memejamkan mata dengan tenang malam ini. Ada orang yang memiliki segalanya kecuali istirahat. Apa yang membuatmu terjaga sampai larut, dan benarkah itu milikmu, atau kamu yang jadi miliknya?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak