Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

YESAYA 28

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

The Explanation

Bayangkan sekelompok pemimpin di negeri Efraim. Mereka memakai mahkota bunga yang indah di kepala, tanda kebanggaan mereka. Tapi mahkota itu mulai layu, karena pemimpin-pemimpin ini mabuk anggur. Mereka sempoyongan, jalan mereka oleng, seperti orang yang baru bangun dari tidur yang pusing.

Tuhan tidak diam melihat ini. Ia mengirim badai yang kuat, seperti hujan es dan air bah yang menerjang. Badai itu akan menghempaskan mahkota kebanggaan mereka ke tanah, diinjak-injak, seperti buah ara yang jatuh terlalu cepat lalu langsung ditelan orang.

Bahkan imam dan nabi, orang-orang yang seharusnya mengajar dengan jernih, ikut sempoyongan karena minuman keras. Meja makan mereka penuh muntahan, kotor, tidak ada satu bagian pun yang bersih. Bayangkan baunya, bayangkan betapa memalukan itu bagi orang yang seharusnya dihormati.

Tuhan ingin mengajar mereka perlahan, seperti mengajar anak kecil yang baru lepas dari susu ibunya. "Perintah demi perintah, sedikit di sini, sedikit di sana," begitu caranya. Tapi orang-orang itu malah mengejek. Mereka berkata, "Kami sudah aman, kami sudah bersekutu dengan maut, bencana tidak akan menyentuh kami!" Mereka bersembunyi di balik kebohongan, seperti anak yang menutupi kesalahannya dengan dusta.

Lalu Tuhan Allah berkata dengan suara yang tegas, "Lihatlah, Aku meletakkan di Sion sebuah batu, batu penjuru yang kuat, yang teruji. Siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan gelisah." Batu ini seperti fondasi rumah paling kokoh, yang tidak bisa dihancurkan oleh hujan es atau air bah sekalipun.

Tapi bagi yang tetap mengejek dan menolak dengar, hujan es akan menyapu tempat sembunyi kebohongan mereka. Tempat tidur mereka terlalu pendek untuk berbaring, selimut terlalu kecil untuk menutupi tubuh, seperti mencoba sembunyi tapi tidak pernah cukup terlindungi.

Lalu Tuhan memberi gambaran lain yang lebih tenang, tentang seorang petani. Petani tidak membajak tanah terus-menerus tanpa henti. Ia tahu kapan menabur jintan hitam, kapan menabur gandum, kapan menabur jelai, masing-masing di tempatnya sendiri. Ia juga tahu cara mengirik: jintan hitam dipukul pelan dengan galah, bukan digilas roda berat yang bisa menghancurkannya. Gandum diirik lebih keras, tapi tetap tidak selamanya, karena petani tahu kapan harus berhenti. "Siapa yang mengajari petani ini?" tanya Tuhan. Jawabannya, Tuhan sendiri yang mengajarnya.

What Does This Mean?

Cerita ini mengajarkan dua hal besar. Pertama, kesombongan dan hidup sembarangan membuat orang jatuh, seperti mahkota bunga yang layu dan diinjak-injak. Kedua, Tuhan tahu persis caranya memperlakukan setiap orang, seperti petani yang tahu persis kapan memukul pelan dan kapan mengirik lebih keras. Tuhan tidak pernah sembarangan dalam menghukum atau mengajar. Ia bijaksana, Ia sabar, tapi Ia juga tidak membiarkan kesombongan terus menang.

The Common Thread

Batu penjuru yang disebutkan di ayat enam belas itu bukan batu biasa. Bertahun-tahun kemudian, batu itu menunjuk kepada Yesus Kristus. Dialah fondasi kokoh itu. Dunia bisa diguncang badai, hidup bisa terasa goyah, tapi siapa yang berpegang pada Yesus tidak akan gelisah. Ia bukan pemimpin yang sempoyongan karena anggur, Ia pemimpin yang berdiri teguh, dan mengundang kita berdiri di atas-Nya juga.

For You

Kalau kamu pernah merasa sombong, merasa paling hebat sampai lupa dengar nasihat orang tua atau guru sekolah minggu, ingatlah mahkota bunga yang layu itu. Tapi kalau kamu mau percaya dan berpegang pada Yesus, kamu seperti berdiri di atas batu yang kokoh, tidak mudah goyah walau ada masalah datang. Hari ini, cobalah dengar baik-baik ketika Tuhan bicara lewat firman-Nya, sedikit demi sedikit, seperti petani yang sabar menabur benih di ladangnya.

Talk About It

Pernahkah kamu merasa terlalu bangga sampai lupa mendengarkan nasihat orang lain? Apa yang terjadi?

Mengapa batu penjuru yang kokoh itu membuat orang yang percaya tidak gelisah?

Praying Together

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau seperti batu yang kokoh, tempat kami bisa berdiri teguh. Tolong kami supaya tidak sombong, tapi mau mendengar suara-Mu sedikit demi sedikit setiap hari. Jagalah hati kami supaya tetap percaya kepada-Mu. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YESAYA 28

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YESAYA 28?
Bayangkan sekelompok pemimpin di negeri Efraim. Mereka memakai mahkota bunga yang indah di kepala, tanda kebanggaan mereka. Tapi mahkota itu mulai layu, karena pemimpin-pemimpin ini mabuk anggur. Mereka sempoyongan, jalan mereka oleng, seperti orang yang baru bangun dari tidur yang pusing.
Apa yang dikatakan YESAYA 28?
Bahkan imam dan nabi, orang-orang yang seharusnya mengajar dengan jernih, ikut sempoyongan karena minuman keras. Meja makan mereka penuh muntahan, kotor, tidak ada satu bagian pun yang bersih. Bayangkan baunya, bayangkan betapa memalukan itu bagi orang yang seharusnya dihormati.
Apa yang YESAYA 28 ajarkan tentang Tuhan?
Lalu Tuhan Allah berkata dengan suara yang tegas, "Lihatlah, Aku meletakkan di Sion sebuah batu, batu penjuru yang kuat, yang teruji. Siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan gelisah." Batu ini seperti fondasi rumah paling kokoh, yang tidak bisa dihancurkan oleh hujan es atau air bah sekalipun.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari YESAYA 28?
Lalu Tuhan memberi gambaran lain yang lebih tenang, tentang seorang petani. Petani tidak membajak tanah terus-menerus tanpa henti. Ia tahu kapan menabur jintan hitam, kapan menabur gandum, kapan menabur jelai, masing-masing di tempatnya sendiri. Ia juga tahu cara mengirik: jintan hitam dipukul pelan dengan galah, bukan digilas roda berat yang bisa menghancurkannya.
Mengapa YESAYA 28 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Batu penjuru yang disebutkan di ayat enam belas itu bukan batu biasa. Bertahun-tahun kemudian, batu itu menunjuk kepada Yesus Kristus. Dialah fondasi kokoh itu. Dunia bisa diguncang badai, hidup bisa terasa goyah, tapi siapa yang berpegang pada Yesus tidak akan gelisah. Ia bukan pemimpin yang sempoyongan karena anggur, Ia pemimpin yang berdiri teguh, dan mengundang kita berdiri di atas-Nya juga.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak