Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

YESAYA 49

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

Penjelasan

Bayangkan sebuah pedang yang sangat tajam, disembunyikan di balik bayangan tangan yang kuat. Bayangkan juga anak panah yang mengilap, disimpan rapi dalam tabungnya, menunggu saat dipakai. Itulah gambaran yang dipakai dalam pasal ini untuk seorang hamba yang dipanggil Tuhan.

Tuhan berkata, bahkan sebelum hamba ini lahir, bahkan ketika ia masih di dalam perut ibunya, Tuhan sudah memanggil namanya. Tuhan punya rencana besar untuknya. Tapi sang hamba merasa lelah. Ia berkata, "Aku telah berjerih lelah dalam kesia-siaan, aku telah menghabiskan kekuatanku untuk hal percuma." Pernahkah kamu merasa sudah berusaha keras, tapi rasanya semua sia-sia saja? Hamba ini merasa begitu. Namun ia tidak berhenti percaya. Ia berkata, "Keadilanku terjamin bersama TUHAN."

Lalu Tuhan menjawab dengan sesuatu yang luar biasa besar. Bukan hanya membawa pulang bangsa Israel yang tersesat, tapi hamba ini akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia, sampai ke ujung bumi! Raja-raja akan melihat dan berdiri, para pembesar akan sujud, karena Tuhan yang setia telah memilih hamba-Nya.

Kemudian Tuhan berbicara kepada orang-orang yang ditawan, yang duduk dalam gelap. "Keluarlah!" kata-Nya. "Muncullah!" Mereka akan berjalan pulang, dan di sepanjang jalan mereka akan makan dan minum, tidak kelaparan, tidak kehausan. Tuhan sendiri yang akan menuntun mereka ke mata air, seperti gembala menuntun domba-dombanya.

Tapi Sion, umat Tuhan, masih merasa sedih. Ia berkata, "TUHAN telah mengabaikan aku, Tuhanku telah melupakan aku." Bisakah kamu bayangkan rasa sedih seperti itu, merasa dilupakan oleh orang yang paling kamu percaya?

Tuhan menjawab dengan gambar yang sangat lembut. "Dapatkah seorang ibu melupakan bayinya yang masih disusuinya?" Hampir tidak mungkin, bukan? Seorang ibu selalu ingat anaknya. Tapi Tuhan berkata lebih dari itu, "Sekalipun mereka melupakanmu, Aku tidak akan melupakanmu." Bahkan Tuhan berkata Ia telah mengukir nama umat-Nya di kedua telapak tangan-Nya sendiri, supaya Ia selalu melihatnya.

Apa Artinya Ini?

Pasal ini mengajarkan dua hal yang saling berkaitan. Pertama, Tuhan punya rencana besar lewat seorang hamba, meski hamba itu sempat merasa lelah dan sia-sia. Tuhan tidak membatalkan rencana-Nya hanya karena perasaan lelah muncul. Kedua, Tuhan tidak pernah lupa pada umat-Nya, sekalipun mereka merasa dilupakan. Ukiran di telapak tangan itu tidak bisa dihapus. Itu gambar yang sangat kuat tentang betapa setianya Tuhan.

Benang Merah

Hamba yang dipanggil sejak dalam kandungan, yang dijadikan seperti pedang dan anak panah tajam, yang menjadi terang bagi bangsa-bangsa sampai ke ujung bumi, ini menunjuk kepada Yesus Kristus. Yesus juga sempat merasa berat dan lelah, bahkan di taman Getsemani Ia hampir putus asa. Tapi Ia tetap taat, dan karena itu terang-Nya sampai kepada kita, bahkan sampai ke negeri kita yang jauh dari Israel. Dan janji bahwa Tuhan mengukir nama umat-Nya di tangan-Nya digenapi penuh di kayu salib, di mana tangan Yesus sendiri terluka demi kita.

Untukmu

Kalau kamu pernah merasa Tuhan melupakanmu, ingatlah ukiran di telapak tangan itu. Namamu ada di sana, tidak bisa dihapus. Kamu bisa berdoa malam ini, "Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah lupa padaku." Kamu juga bisa menjadi terang kecil bagi orang di sekitarmu, dengan cara menolong teman yang sedih, atau berbagi makanan dengan adikmu.

Mari Bicarakan

Pernahkah kamu merasa dilupakan, lalu ternyata ada orang yang ingat padamu? Bagaimana rasanya?

Tuhan mengukir nama umat-Nya di telapak tangan-Nya. Menurutmu, kenapa Tuhan memilih gambaran itu?

Berdoa Bersama

Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah melupakan kami, sekalipun kami kadang merasa sendirian. Terima kasih untuk Yesus, terang-Mu bagi dunia. Tolong kami untuk percaya kepada-Mu, bahkan saat hati kami lelah. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YESAYA 49

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YESAYA 49?
Bayangkan sebuah pedang yang sangat tajam, disembunyikan di balik bayangan tangan yang kuat. Bayangkan juga anak panah yang mengilap, disimpan rapi dalam tabungnya, menunggu saat dipakai. Itulah gambaran yang dipakai dalam pasal ini untuk seorang hamba yang dipanggil Tuhan.
Apa yang dikatakan YESAYA 49?
Lalu Tuhan menjawab dengan sesuatu yang luar biasa besar. Bukan hanya membawa pulang bangsa Israel yang tersesat, tapi hamba ini akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia, sampai ke ujung bumi! Raja-raja akan melihat dan berdiri, para pembesar akan sujud, karena Tuhan yang setia telah memilih hamba-Nya.
Apa yang YESAYA 49 ajarkan tentang Tuhan?
Tapi Sion, umat Tuhan, masih merasa sedih. Ia berkata, "TUHAN telah mengabaikan aku, Tuhanku telah melupakan aku." Bisakah kamu bayangkan rasa sedih seperti itu, merasa dilupakan oleh orang yang paling kamu percaya?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari YESAYA 49?
Pasal ini mengajarkan dua hal yang saling berkaitan. Pertama, Tuhan punya rencana besar lewat seorang hamba, meski hamba itu sempat merasa lelah dan sia-sia. Tuhan tidak membatalkan rencana-Nya hanya karena perasaan lelah muncul. Kedua, Tuhan tidak pernah lupa pada umat-Nya, sekalipun mereka merasa dilupakan.
Mengapa YESAYA 49 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Kalau kamu pernah merasa Tuhan melupakanmu, ingatlah ukiran di telapak tangan itu. Namamu ada di sana, tidak bisa dihapus. Kamu bisa berdoa malam ini, "Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah lupa padaku." Kamu juga bisa menjadi terang kecil bagi orang di sekitarmu, dengan cara menolong teman yang sedih, atau berbagi makanan dengan adikmu.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 20

Zion menangis karena merasa sunyi, kehilangan, tak punya siapa-siapa lagi. Lalu Tuhan berkata bahwa anak-anak yang dulu hilang itu akan datang dan berkata, "Tempat ini terlalu sempit bagiku; berilah tempat kepadaku supaya aku dapat tinggal di sini."

Bayangkan: dari keluhan "aku sendirian" menjadi keluhan "tempatku tidak cukup". Tuhan bisa mengubah ruang kosong dalam hidupmu menjadi ruang yang penuh sampai berdesakan. Apa yang sedang kamu hitung sebagai kehilangan hari ini?

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak