Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

YEREMIA 37

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

Penjelasan

Zedekia adalah raja Yehuda, tetapi ia bukan raja yang bebas. Dialah yang diangkat oleh Nebukadnezar, raja Babel, untuk memerintah menggantikan Konya. Jadi Zedekia sebenarnya raja boneka, yang harus tunduk kepada Babel. Masalahnya, baik Zedekia, para pejabatnya, maupun rakyatnya tidak mau mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan melalui Nabi Yeremia.

Namun ada hal aneh terjadi. Pasukan Mesir datang untuk membantu Yehuda, sehingga orang-orang Babel yang mengepung Yerusalem mundur sejenak. Rakyat mungkin bersorak, mengira bahaya sudah lewat. Tetapi Zedekia diam-diam mengutus orang kepada Yeremia, memintanya berdoa bagi mereka. Jawaban Tuhan sangat jelas dan tidak menyenangkan: pasukan Mesir akan kembali ke negerinya, dan orang Babel akan kembali juga untuk merebut dan membakar Yerusalem. Bahkan kalau pasukan Babel sudah kalah pun, yang terluka akan bangkit dan tetap membakar kota itu. Tuhan ingin Zedekia tahu, jangan membohongi diri sendiri dengan berharap musuh akan pergi begitu saja.

Di tengah situasi genting itu, Yeremia mencoba pergi ke tanah Benyamin untuk urusan pribadi, menerima bagian warisannya. Tetapi di pintu gerbang, seorang kepala penjaga bernama Yeria menuduhnya hendak membelot kepada orang Babel. Tuduhan itu bohong, Yeremia sudah menyangkalnya dengan jelas, tetapi tidak ada yang percaya. Ia dipukul dan dimasukkan ke penjara bawah tanah, tempat yang gelap dan keras.

Anehnya, Zedekia diam-diam memanggil Yeremia lagi dan bertanya apakah ada firman dari Tuhan. Yeremia tetap jujur, jawabannya tidak berubah: Zedekia akan diserahkan ke tangan raja Babel. Yeremia juga berani bertanya balik kepada raja, dosa apa yang telah ia lakukan sehingga harus dipenjara. Akhirnya Zedekia memindahkannya ke pelataran penjagaan, tempat yang sedikit lebih manusiawi, dan Yeremia diberi roti setiap hari sampai persediaan roti di kota itu habis.

Apa Artinya Ini?

Cerita ini menunjukkan sesuatu yang menyedihkan, yaitu betapa sulitnya mendengar kebenaran ketika kebenaran itu tidak enak didengar. Zedekia sebenarnya ingin tahu firman Tuhan, ia bahkan minta didoakan dan bertanya diam-diam kepada Yeremia. Tetapi ia tidak punya keberanian untuk bertindak sesuai jawaban itu. Ia tahu yang benar, tapi takut pada pejabat-pejabatnya sendiri.

Yeremia di sisi lain adalah contoh orang yang tetap jujur meskipun itu membahayakan nyawanya. Ia tidak mengubah pesannya hanya karena raja ingin mendengar kabar baik. Ia juga tidak membela diri dengan licik saat dituduh berkhianat, ia hanya berkata apa adanya, meski tidak ada yang percaya. Kadang kejujuran tidak langsung membuahkan pembelaan atau rasa aman. Yeremia harus merasakan itu di penjara bawah tanah yang gelap.

Benang Merah

Tuhan di sini terus berbicara, bahkan ketika raja dan rakyatnya menutup telinga. Itu adalah bagian dari kesetiaan-Nya pada perjanjian-Nya, yaitu janji-Nya untuk tetap menjadi Allah umat-Nya meskipun umat itu sering tidak setia. Firman-Nya tidak berubah hanya karena orang tidak mau mendengarnya.

Yeremia dianiaya karena ia setia menyampaikan firman Tuhan yang tidak disukai orang. Jauh di kemudian hari, Yesus Kristus juga akan berbicara benar tentang Diri-Nya dan tentang Allah, dan Ia pun ditangkap serta dianiaya oleh orang-orang yang tidak mau mendengar. Yeremia bukan Yesus, tetapi penderitaannya karena kejujuran mengingatkan kita bahwa menyampaikan kebenaran Allah kadang memang membawa harga yang harus dibayar.

Untukmu

Pernahkah kamu tahu hal yang benar untuk dikatakan, tetapi takut mengatakannya karena takut dimarahi atau tidak disukai? Zedekia menunjukkan bahaya dari sikap itu. Mengetahui kebenaran saja tidak cukup, dibutuhkan keberanian untuk bertindak sesuai kebenaran itu, bahkan saat itu sulit.

Yeremia mengajarkan hal lain, yaitu bahwa kejujuran tetap berharga meskipun tidak langsung dihargai orang lain. Kamu mungkin pernah jujur tentang sesuatu dan malah dituduh macam-macam, seperti Yeremia dituduh berkhianat padahal tidak. Itu terasa tidak adil. Tapi Tuhan tahu hati yang jujur, dan Dia tidak pernah lupa itu.

Mari Bicarakan

Mengapa menurutmu Zedekia ingin mendengar firman Tuhan, tetapi tidak berani melakukan apa yang dikatakan firman itu?

Pernahkah kamu dituduh melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu lakukan, seperti Yeremia? Bagaimana perasaanmu saat itu?

Berdoa Bersama

Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu berbicara jujur kepada kami, walau kadang kami tidak suka mendengarnya. Tolong kami berani mengatakan yang benar, dan berani bertindak sesuai kebenaran itu, meski itu tidak mudah. Jagalah hati kami tetap jujur seperti Yeremia, dan jagalah kami ketika kejujuran itu membuat kami sulit. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YEREMIA 37

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YEREMIA 37?
Zedekia adalah raja Yehuda, tetapi ia bukan raja yang bebas. Dialah yang diangkat oleh Nebukadnezar, raja Babel, untuk memerintah menggantikan Konya. Jadi Zedekia sebenarnya raja boneka, yang harus tunduk kepada Babel. Masalahnya, baik Zedekia, para pejabatnya, maupun rakyatnya tidak mau mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan melalui Nabi Yeremia.
Apa yang dikatakan YEREMIA 37?
Di tengah situasi genting itu, Yeremia mencoba pergi ke tanah Benyamin untuk urusan pribadi, menerima bagian warisannya. Tetapi di pintu gerbang, seorang kepala penjaga bernama Yeria menuduhnya hendak membelot kepada orang Babel. Tuduhan itu bohong, Yeremia sudah menyangkalnya dengan jelas, tetapi tidak ada yang percaya.
Apa yang YEREMIA 37 ajarkan tentang Tuhan?
Cerita ini menunjukkan sesuatu yang menyedihkan, yaitu betapa sulitnya mendengar kebenaran ketika kebenaran itu tidak enak didengar. Zedekia sebenarnya ingin tahu firman Tuhan, ia bahkan minta didoakan dan bertanya diam-diam kepada Yeremia. Tetapi ia tidak punya keberanian untuk bertindak sesuai jawaban itu.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari YEREMIA 37?
Tuhan di sini terus berbicara, bahkan ketika raja dan rakyatnya menutup telinga. Itu adalah bagian dari kesetiaan-Nya pada perjanjian-Nya, yaitu janji-Nya untuk tetap menjadi Allah umat-Nya meskipun umat itu sering tidak setia. Firman-Nya tidak berubah hanya karena orang tidak mau mendengarnya.
Mengapa YEREMIA 37 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Pernahkah kamu tahu hal yang benar untuk dikatakan, tetapi takut mengatakannya karena takut dimarahi atau tidak disukai? Zedekia menunjukkan bahaya dari sikap itu. Mengetahui kebenaran saja tidak cukup, dibutuhkan keberanian untuk bertindak sesuai kebenaran itu, bahkan saat itu sulit.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak