Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

IMAMAT 15

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

The Explanation

Tuhan berbicara kepada Musa dan Harun, menitipkan aturan untuk bangsa Israel yang berkemah mengelilingi Kemah Suci, tempat Tuhan tinggal di tengah mereka. Aturan ini tentang tubuh manusia yang kadang mengeluarkan cairan, entah karena sakit atau hal lain yang biasa terjadi. Tuhan berkata, kalau tubuh seorang laki-laki mengeluarkan cairan karena sakit, orang itu menjadi najis, artinya ia belum bisa datang mendekat kepada Tuhan di Kemah Suci. Bukan karena ia jahat, tapi karena tubuhnya sedang tidak siap menghadap Raja yang kudus. Tempat tidurnya menjadi najis. Kursi yang ia duduki menjadi najis. Siapa pun yang menyentuh benda itu, harus mencuci pakaiannya dan mandi, lalu menunggu sampai matahari terbenam. Begitu juga kalau ia meludah ke orang lain, orang itu pun ikut najis.

Setelah cairannya berhenti, ia masih harus menunggu tujuh hari lagi. Ia mencuci pakaiannya, mandi dengan air yang mengalir, baru pada hari kedelapan ia membawa dua ekor burung tekukur atau merpati muda kepada imam di depan Kemah Suci. Imam mempersembahkan satu burung sebagai kurban penghapus dosa, satu lagi sebagai kurban bakaran. Lewat kurban itu, imam mengadakan pendamaian, jalan supaya orang itu bisa dekat lagi dengan Tuhan.

Aturan serupa berlaku untuk perempuan yang sedang haid, darah yang keluar setiap bulan dari tubuhnya, hal yang biasa terjadi. Selama tujuh hari ia najis, dan siapa pun yang menyentuhnya atau duduk di tempat yang ia duduki juga menjadi najis sampai sore. Kalau pendarahannya berlangsung lebih lama dari biasa, masa najisnya pun diperpanjang. Setelah selesai, ia menunggu tujuh hari, lalu membawa dua ekor burung kepada imam, sama seperti laki-laki tadi, supaya ia ditahirkan di hadapan Tuhan.

Di akhir pasal ini, Tuhan menjelaskan alasannya. Bangsa Israel harus dipisahkan dari kenajisan mereka, supaya mereka tidak mati karena menajiskan Kemah Suci Tuhan yang ada di tengah-tengah mereka.

What Does This Mean?

Bayangkan ada raja tinggal di tengah perkemahanmu, dalam tenda yang paling indah. Setiap orang ingin masuk menemui raja itu, tapi raja itu kudus, bersih sempurna, tidak tahan dekat dengan yang kotor. Aturan tentang cairan tubuh ini bukan untuk mempermalukan orang yang sakit atau perempuan yang haid. Ini untuk mengajar seluruh bangsa, bahwa tubuh manusia itu lemah, gampang sakit, gampang kotor, dan Tuhan yang kudus itu sangat berbeda. Dibutuhkan cara supaya manusia yang lemah tetap bisa datang dekat kepada Tuhan yang kudus itu, yaitu lewat membasuh diri dan membawa kurban. Tuhan sedang mengajar umat-Nya untuk serius menghampiri-Nya, tidak asal datang, tapi juga menunjukkan jalan supaya mereka tetap bisa dekat.

The Common Thread

Seluruh pasal ini berbicara tentang satu hal, bagaimana orang yang najis bisa menjadi tahir lagi. Jawabannya selalu sama, cuci, tunggu, bawa kurban. Burung yang mati menggantikan orang itu di hadapan Tuhan. Jauh di depan cerita ini, Tuhan menjanjikan jalan yang jauh lebih besar. Yesus Kristus datang supaya setiap orang yang kotor karena dosa, bukan hanya karena cairan tubuh, bisa menjadi bersih selamanya. Kalau dulu orang harus menunggu tujuh hari dan membawa dua burung setiap kali najis datang lagi, Yesus hanya perlu mati satu kali, supaya semua orang yang percaya kepada-Nya ditahirkan untuk selamanya.

For You

Ketika kamu sakit, atau badanmu kotor habis bermain, kamu mencuci tangan dan mandi, lalu kamu siap lagi berkumpul dengan keluarga. Begitu juga hatimu. Kalau kamu berbuat salah, hatimu jadi seperti kotor, kamu tidak enak mendekat kepada Tuhan. Tapi kamu tidak perlu membawa burung ke imam. Kamu cukup berdoa, berkata jujur kepada Tuhan, "Aku salah, bersihkan aku," dan Tuhan, lewat Yesus, membuatmu bersih lagi. Cobalah malam ini, sebelum tidur, pikirkan apa yang membuat hatimu merasa kotor hari ini, lalu ceritakan kepada Tuhan.

Talk About It

Menurutmu, kenapa Tuhan sangat peduli supaya umat-Nya bersih sebelum datang kepada-Nya? Apa bedanya cara orang Israel dulu dibersihkan dengan cara Yesus membersihkan kita sekarang?

Praying Together

Tuhan, terima kasih karena Engkau mau aku datang dekat kepada-Mu. Kalau hatiku kotor karena dosa, bersihkan aku, seperti Engkau membersihkan umat-Mu dulu. Terima kasih untuk Yesus, yang membuatku bisa selalu dekat dengan-Mu. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang IMAMAT 15

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah IMAMAT 15?
Tuhan berbicara kepada Musa dan Harun, menitipkan aturan untuk bangsa Israel yang berkemah mengelilingi Kemah Suci, tempat Tuhan tinggal di tengah mereka. Aturan ini tentang tubuh manusia yang kadang mengeluarkan cairan, entah karena sakit atau hal lain yang biasa terjadi.
Apa yang dikatakan IMAMAT 15?
Aturan serupa berlaku untuk perempuan yang sedang haid, darah yang keluar setiap bulan dari tubuhnya, hal yang biasa terjadi. Selama tujuh hari ia najis, dan siapa pun yang menyentuhnya atau duduk di tempat yang ia duduki juga menjadi najis sampai sore. Kalau pendarahannya berlangsung lebih lama dari biasa, masa najisnya pun diperpanjang.
Apa yang IMAMAT 15 ajarkan tentang Tuhan?
Bayangkan ada raja tinggal di tengah perkemahanmu, dalam tenda yang paling indah. Setiap orang ingin masuk menemui raja itu, tapi raja itu kudus, bersih sempurna, tidak tahan dekat dengan yang kotor. Aturan tentang cairan tubuh ini bukan untuk mempermalukan orang yang sakit atau perempuan yang haid.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari IMAMAT 15?
Ketika kamu sakit, atau badanmu kotor habis bermain, kamu mencuci tangan dan mandi, lalu kamu siap lagi berkumpul dengan keluarga. Begitu juga hatimu. Kalau kamu berbuat salah, hatimu jadi seperti kotor, kamu tidak enak mendekat kepada Tuhan. Tapi kamu tidak perlu membawa burung ke imam.
Mengapa IMAMAT 15 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tuhan, terima kasih karena Engkau mau aku datang dekat kepada-Mu. Kalau hatiku kotor karena dosa, bersihkan aku, seperti Engkau membersihkan umat-Mu dulu. Terima kasih untuk Yesus, yang membuatku bisa selalu dekat dengan-Mu. Amin.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 22

Siapa pun yang menyentuh benda apa pun yang didudukinya harus mencuci pakaiannya dan mandi dengan air, dan dia menjadi najis sampai petang." Kenajisan menular lewat sentuhan. Lalu perempuan yang dua belas tahun pendarahan itu menyentuh jubah Yesus, dan arahnya terbalik: bukan Dia yang najis, melainkan dia yang sembuh. Apa yang kaupikir terlalu kotor untuk dibawa kepada-Nya?

Wawasan Editorial pada ayat 19

Siapa pun yang menyentuhnya menjadi najis sampai petang." Bayangkan hidup seperti itu, sebulan sekali, tanpa pelukan, dijauhi. Lalu ingat perempuan di Markus 5 yang mengalaminya dua belas tahun. Ia menyentuh jubah Yesus, dan bukan Yesus yang menjadi najis, melainkan ia yang menjadi sembuh. Kekudusan-Nya lebih kuat daripada apa pun yang membuatmu merasa tak layak disentuh.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak