MIKHA 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Mikha adalah seorang nabi yang tinggal di kota kecil bernama Moresyet. Ia hidup pada zaman raja Yotam, Ahas, dan Hizkia, yaitu raja-raja Yehuda. Allah memberikan firman kepadanya, sebuah pesan yang harus disampaikan tentang dua kota besar: Samaria, ibu kota Israel di utara, dan Yerusalem, ibu kota Yehuda di selatan.
Pesan itu dimulai dengan gambaran yang menggetarkan. Tuhan sendiri turun dari tempat kudus-Nya. Ketika Ia berjalan, gunung-gunung meleleh seperti lilin yang didekatkan ke api, dan lembah-lembah terbelah. Ini bukan cerita tentang gempa bumi biasa. Ini adalah cara Mikha menunjukkan bahwa Allah sedang datang untuk menghadapi dosa umat-Nya, dan tidak ada satu pun yang bisa menghalangi-Nya.
Lalu Mikha menjelaskan sebabnya. Israel dan Yehuda menyembah berhala. Mereka membangun bukit-bukit pengurbanan, tempat mereka berdoa kepada dewa-dewa palsu, padahal seharusnya mereka hanya menyembah Tuhan. Karena itu, Allah berkata bahwa Samaria akan diruntuhkan sampai menjadi puing, ladang kosong tempat orang menanam anggur. Berhala-berhalanya akan dihancurkan berkeping-keping.
Mendengar ini, Mikha sendiri tidak bisa tinggal diam saja. Ia meratap, berjalan tanpa alas kaki, melolong seperti serigala. Ia merasakan sakitnya sungguh-sungguh, karena luka ini bukan hanya milik Samaria, tetapi sudah menjalar sampai ke Yerusalem, kota Mikha sendiri.
Bagian akhir bab ini berisi permainan kata yang cerdas. Mikha menyebut nama-nama kota kecil di Yehuda, dan setiap nama punya arti yang cocok dengan nasibnya. Misalnya, di Bet-Le-Afra, yang namanya berarti "rumah debu", orang-orang disuruh berguling-guling dalam debu sebagai tanda dukacita. Semua kota ini akan mengalami kehancuran karena dosa yang sama.
What Does This Mean?
Bab ini terasa berat, dan memang seharusnya begitu. Mikha ingin kita mengerti bahwa dosa bukan hal kecil bagi Allah. Ketika umat-Nya berpaling dari-Nya dan menyembah berhala, itu seperti pengkhianatan, seperti seseorang yang tidak setia pada janjinya. Allah tidak diam saja melihat itu.
Tapi perhatikan sesuatu yang penting. Ketika berita hukuman ini datang, Mikha sendiri menangis. Ia tidak bersukacita ketika berbicara tentang kehancuran Samaria. Ia melolong dan berduka. Ini menunjukkan sesuatu tentang hati Allah juga. Allah tidak menghukum karena Ia senang melihat orang menderita. Ia menghukum karena dosa sungguh merusak, dan Ia mengasihi umat-Nya sehingga Ia tidak bisa pura-pura tidak melihat.
The Common Thread
Mikha berbicara tentang perjanjian, yaitu ikatan setia antara Allah dan umat-Nya. Israel dan Yehuda sudah berjanji untuk menyembah hanya Tuhan, tetapi mereka mengingkarinya. Allah yang kudus tidak bisa membiarkan pengkhianatan itu terus berlangsung tanpa akibat.
Namun, kalau kita membaca seluruh Alkitab, kita tahu ceritanya tidak berhenti di sini. Ratusan tahun kemudian, Yesus Kristus datang. Ia pernah menangis juga, ketika melihat Yerusalem yang tidak mau kembali kepada Allah. Ia merasakan sakit yang sama seperti Mikha rasakan, sakit karena melihat umat yang dikasihi-Nya hancur oleh dosa mereka sendiri. Bedanya, Yesus tidak hanya meratap dari luar. Ia masuk ke dalam luka itu, memikul hukuman yang seharusnya ditanggung umat-Nya, supaya mereka bisa disembuhkan.
For You
Kadang kita berpikir bahwa dosa itu urusan pribadi, tidak berdampak pada orang lain. Tapi Mikha menunjukkan bahwa dosa menyebar seperti luka yang tidak diobati, dari satu orang ke orang lain, dari satu kota ke kota lain. Cobalah pikirkan, apakah ada sesuatu dalam hidupmu yang sebenarnya sudah menggantikan tempat Allah, sesuatu yang kamu percayai lebih dari kamu mempercayai Dia? Itu bisa jadi berhalamu sendiri, meskipun bentuknya bukan patung batu.
Kamu juga boleh belajar dari Mikha untuk tidak menutup-nutupi luka. Ia berani berkata, "aku akan meratap," bukan berpura-pura baik-baik saja. Terkadang kejujuran seperti itu, mengakui bahwa ada yang salah, adalah langkah pertama untuk kembali kepada Allah yang siap menyembuhkan.
Talk About It
Menurutmu, mengapa Mikha ikut menangis padahal ia hanya menyampaikan pesan dari Allah? Apa yang itu ceritakan tentang hati Allah sendiri?
Apakah ada hal dalam hidupmu yang mungkin sudah menggantikan tempat Allah tanpa kamu sadari? Bagaimana kamu bisa jujur soal itu kepada-Nya?
Praying Together
Tuhan, Engkau melihat semua yang tersembunyi di hati kami, bahkan hal-hal yang kami sendiri belum sadari. Ajar kami untuk jujur di hadapan-Mu, dan tolong kami untuk tidak menyembah apa pun selain Engkau. Terima kasih karena Yesus mau memikul luka kami. Sembuhkanlah hati kami, ya Tuhan. Amin.
Pertanyaan tentang MIKHA 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah MIKHA 1?
Apa yang dikatakan MIKHA 1?
Apa yang MIKHA 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari MIKHA 1?
Mengapa MIKHA 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Cukurlah kepalamu dan gundulkanlah dirimu karena anak-anak kesayanganmu," kata Mikha. Dukanya tidak disembunyikan, tetapi dipakai sampai terlihat di kepala. Sebuah generasi hilang dibawa ke pembuangan, dan itu pantas ditangisi. Mungkin ada kehilangan yang kamu tutupi rapat. Beranikah kamu menangisinya di hadapan Tuhan?
Sebab, lihatlah, TUHAN akan keluar dari tempat-Nya, dan akan turun serta berjalan di atas tempat-tempat tinggi di bumi." Allah tidak berteriak dari kejauhan. Ia turun. Dan yang pertama Ia pijak justru tempat-tempat tinggi, hal-hal yang kita anggap kokoh dan membanggakan. Apa yang selama ini kau jadikan puncak hidupmu? Kalau Ia berjalan di sana, masihkah itu terasa tinggi?
Aku akan mendatangkan kepadamu penakluk, hai penduduk Maresya; kemuliaan Israel akan datang ke Adulam." Kemuliaan Israel berakhir di sebuah gua. Tempat dulu Daud bersembunyi, dikelilingi orang-orang yang susah dan pahit hati. Mungkin engkau juga sedang di sana sekarang. Ingat, gua itu bukan akhir cerita Daud. Di situ Tuhan mulai membentuk sesuatu.
Safir berarti "indah", tetapi Mikha berkata, "Berjalanlah, hai penduduk Safir, dalam keadaan telanjang dan malu!" Nama yang cantik tidak menyelamatkan kota itu. Begitu juga kita. Reputasi, gelar, kesan rohani yang kita rawat rapi, semuanya bisa runtuh bila hati kita kosong. Apa yang sebenarnya Tuhan lihat saat nama baikmu ditanggalkan?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak