BILANGAN 30
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Musa sedang berbicara kepada para pemimpin suku-suku Israel. Ia menyampaikan perintah Tuhan tentang sesuatu yang sangat serius, yaitu nazar. Nazar adalah janji khusus yang diucapkan seseorang kepada Tuhan, misalnya berjanji akan melakukan sesuatu atau memberikan sesuatu sebagai tanda penyerahan diri. Tuhan berkata bahwa kalau seorang laki-laki mengucapkan sumpah atau janji seperti itu, ia wajib menepatinya. Kata-katanya harus berarti sesuatu.
Lalu Musa menjelaskan situasi yang lebih rumit, yaitu ketika seorang perempuan muda yang masih tinggal di rumah ayahnya, atau seorang istri yang tinggal bersama suaminya, mengucapkan nazar. Dalam budaya waktu itu, ayah atau suami dianggap bertanggung jawab atas keluarganya. Jadi kalau ayah atau suami mendengar nazar itu dan diam saja, tidak berkata apa-apa, maka nazar itu tetap berlaku dan harus ditepati. Tetapi kalau ayah atau suami langsung tidak setuju begitu mendengarnya, maka nazar itu dibatalkan, dan perempuan itu tidak bersalah. Tuhan sendiri akan mengampuninya, karena bukan dia yang membatalkan janjinya, melainkan ayah atau suaminya.
Ada juga aturan khusus untuk janda atau perempuan yang sudah bercerai. Karena dia tidak lagi berada di bawah tanggung jawab ayah atau suami, nazarnya tetap berlaku sepenuhnya, sama seperti laki-laki.
Apa Artinya Ini?
Pasal ini bisa terasa aneh bagi kita sekarang, karena terdengar seperti perempuan tidak bebas membuat keputusan sendiri. Memang begitulah struktur keluarga pada zaman itu, dan Alkitab tidak menyembunyikannya. Tetapi coba lihat lebih dalam, ada sesuatu yang indah di sini. Tuhan sangat peduli dengan kata-kata yang diucapkan manusia kepada-Nya. Janji kepada Tuhan bukan main-main. Kalau kamu mengatakan sesuatu kepada Tuhan, Dia mengingatnya, dan Dia ingin kamu juga mengingatnya.
Selain itu, hukum ini sebenarnya melindungi perempuan muda yang mungkin membuat janji besar tanpa berpikir panjang, seperti yang disebutkan dalam ayat 6, "tanpa berpikir panjang". Ayah atau suami yang bertanggung jawab bisa menolongnya supaya tidak terikat pada janji yang terlalu berat atau tergesa-gesa. Ini bukan soal perempuan tidak dipercaya, tapi soal keluarga yang saling menjaga.
Benang Merah
Di seluruh Alkitab, Tuhan selalu menepati janji-janji-Nya. Itu disebut kesetiaan perjanjian, artinya Tuhan tidak pernah mengingkari kata-kata-Nya sendiri, meskipun manusia sering mengingkari kata-kata mereka. Pasal ini mengajarkan bahwa kata-kata kepada Tuhan itu berat, karena Tuhan sendiri selalu bisa dipegang kata-kata-Nya.
Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus menulis bahwa semua janji Allah menjadi "ya" di dalam Yesus Kristus. Yesus adalah bukti paling besar bahwa Tuhan menepati firman-Nya, bahkan ketika itu berarti Dia harus pergi ke salib. Kalau Numeri 30 mengajarkan bahwa manusia harus berhati-hati dengan janjinya, maka salib menunjukkan betapa seriusnya Tuhan menepati janji-Nya kepada kita, sampai Dia mengorbankan diri-Nya sendiri.
Untukmu
Pernahkah kamu mengucapkan janji kepada Tuhan, misalnya waktu berdoa, lalu melupakannya begitu saja? Pasal ini mengingatkan bahwa kata-kata kita kepada Tuhan itu penting, bukan sekadar basa-basi. Kamu tidak perlu takut untuk berjanji kepada Tuhan, tapi pikirkan dulu sebelum mengucapkannya, jangan tergesa-gesa seperti yang disebutkan dalam ayat 6.
Hal lain yang bisa kamu pelajari adalah pentingnya keluarga yang saling menjaga. Kadang orang tua melarang sesuatu bukan karena tidak percaya padamu, tapi karena mereka melihat hal yang belum kamu lihat. Itu bukan berarti pendapatmu tidak berharga, tetapi itu cara Tuhan menjaga kita lewat orang-orang di sekitar kita.
Diskusikan
Menurutmu, apakah adil kalau ayah atau suami bisa membatalkan janji seorang perempuan kepada Tuhan? Mengapa menurutmu Tuhan mengatur hal ini seperti itu pada zaman dahulu?
Pernahkah kamu berjanji sesuatu kepada Tuhan dengan terburu-buru, lalu menyesalinya? Apa yang kamu pelajari dari itu?
Berdoa Bersama
Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu menepati janji-Mu kepada kami, bahkan lewat Yesus Kristus. Ajari kami untuk berhati-hati dengan kata-kata kami, supaya kami tidak berjanji dengan terburu-buru. Terima kasih untuk orang-orang yang Kauberikan untuk menjaga kami. Amin.
Pertanyaan tentang BILANGAN 30
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah BILANGAN 30?
Apa yang dikatakan BILANGAN 30?
Apa yang BILANGAN 30 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari BILANGAN 30?
Mengapa BILANGAN 30 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak