Untuk anak usia 7 hingga 12 tahun

FILIPI 3

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)

Alkitab

The Explanation

Bayangkan seorang anak yang punya banyak sekali medali. Medali lari, medali menyanyi, medali karena menjadi juara kelas. Ia bisa menunjukkan semuanya dan berkata, "Lihat, aku hebat!"

Begitulah dulu Paulus. Ia punya banyak hal untuk dibanggakan. Ia lahir dari keluarga yang taat, ia belajar Hukum Taurat dengan sangat baik, bahkan orang-orang menganggapnya orang yang paling benar. Paulus sendiri menulis, "Aku tidak bercacat" dalam menjalankan hukum itu.

Tapi kemudian sesuatu terjadi. Paulus bertemu Yesus Kristus. Dan sejak saat itu, semua medali itu jadi tidak penting lagi. Paulus bahkan menyebutnya "sampah"! Kedengarannya keras, ya? Tapi itu karena ia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: mengenal Yesus sendiri.

Paulus menulis begini, "Segala sesuatu kuanggap rugi dibandingkan dengan pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhanku, yang jauh lebih berharga dari apa pun." Seperti anak yang membuang semua medali plastiknya karena ia menemukan sebuah permata asli yang jauh lebih indah.

Paulus juga membandingkan hidupnya dengan sebuah perlombaan lari. Ia belum sampai di garis akhir, katanya, tapi ia terus berlari. Ia tidak menoleh ke belakang untuk melihat apa yang sudah ia tinggalkan. Ia melihat ke depan, ke arah hadiah yang menunggunya: dipanggil Allah untuk tinggal bersama-Nya di surga.

What Does This Mean?

Pesan Paulus jelas: jangan bangga pada dirimu sendiri, sebanyak apa pun hal baik yang kamu punya. Yang paling berharga bukan seberapa pintar kamu, seberapa rajin kamu berdoa, atau seberapa banyak ayat yang kamu hafal. Yang paling berharga adalah mengenal Yesus.

Paulus bahkan menangis ketika bercerita tentang orang-orang yang hidupnya hanya memikirkan perut mereka sendiri dan hal-hal duniawi. Sedih rasanya melihat orang yang lupa pada tujuan yang sebenarnya. Maukah kamu jadi seperti mereka, atau seperti Paulus yang terus berlari menuju Yesus?

The Common Thread

Paulus ingin mengenal Yesus lebih dalam lagi, termasuk "kuasa kebangkitan-Nya". Artinya, Paulus percaya Yesus yang mati bangkit kembali, dan suatu hari nanti tubuh kita juga akan diubah menjadi seperti tubuh Yesus yang mulia.

Paulus menulis, "Kewarganegaraan kita adalah di surga." Seperti seorang anak yang tinggal di negeri asing tapi tetap menunggu pulang ke rumahnya, kita menunggu Yesus datang menjemput kita. Itulah janji besar Allah: Yesus akan datang, dan Ia sanggup mengubah segala sesuatu.

For You

Kamu mungkin juga punya hal-hal yang membuatmu bangga: nilai bagus, mainan baru, atau menang lomba. Tidak apa-apa senang dengan itu. Tapi jangan biarkan hal-hal itu menjadi yang paling penting dalam hatimu.

Seperti Paulus yang terus berlari menuju Yesus, kamu juga bisa berlari setiap hari. Bagaimana caranya? Dengan berdoa, membaca cerita tentang Yesus, dan mempercayai bahwa Dialah harta yang paling berharga, lebih dari mainan atau piala apa pun.

Talk About It

Kalau kamu punya satu hal yang paling kamu banggakan, apa itu? Beranikah kamu berkata bahwa mengenal Yesus lebih berharga dari itu?

Paulus terus berlari menuju Yesus dan tidak menoleh ke belakang. Apa yang membuatmu kadang lupa untuk "berlari" menuju Yesus?

Praying Together

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau lebih berharga dari segala sesuatu yang kupunya. Tolong aku supaya terus berlari menuju Engkau, dan jangan biarkan aku sombong karena hal-hal kecil yang kubanggakan. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang FILIPI 3

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah FILIPI 3?
Bayangkan seorang anak yang punya banyak sekali medali. Medali lari, medali menyanyi, medali karena menjadi juara kelas. Ia bisa menunjukkan semuanya dan berkata, "Lihat, aku hebat!"
Apa yang dikatakan FILIPI 3?
Paulus menulis begini, "Segala sesuatu kuanggap rugi dibandingkan dengan pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhanku, yang jauh lebih berharga dari apa pun." Seperti anak yang membuang semua medali plastiknya karena ia menemukan sebuah permata asli yang jauh lebih indah.
Apa yang FILIPI 3 ajarkan tentang Tuhan?
Paulus bahkan menangis ketika bercerita tentang orang-orang yang hidupnya hanya memikirkan perut mereka sendiri dan hal-hal duniawi. Sedih rasanya melihat orang yang lupa pada tujuan yang sebenarnya. Maukah kamu jadi seperti mereka, atau seperti Paulus yang terus berlari menuju Yesus?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari FILIPI 3?
Kamu mungkin juga punya hal-hal yang membuatmu bangga: nilai bagus, mainan baru, atau menang lomba. Tidak apa-apa senang dengan itu. Tapi jangan biarkan hal-hal itu menjadi yang paling penting dalam hatimu.
Mengapa FILIPI 3 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Paulus terus berlari menuju Yesus dan tidak menoleh ke belakang. Apa yang membuatmu kadang lupa untuk "berlari" menuju Yesus?

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 7

Paulus tidak berkata bahwa asal usulnya, pendidikannya, dan kesalehannya itu sampah sejak awal. Ia berkata, "Akan tetapi, apa pun yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang aku anggap kerugian demi Kristus." Itu bahasa pembukuan. Ia memindahkan daftar kebanggaannya dari kolom untung ke kolom rugi. Apa yang masih kamu catat di kolom untung, yang diam diam menyaingi Kristus?

Wawasan Editorial pada ayat 3

Paulus punya daftar yang mengesankan: keturunan, pendidikan, ketaatan yang rapi. Semua itu ia sebut perkara lahiriah. Katanya, kita adalah mereka "yang bermegah dalam Kristus Yesus, dan yang tidak menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah." Kalau hari ini semua yang bisa kamu tunjukkan kepada orang lain dicabut, masih ada sesuatu yang membuatmu tenang di hadapan Allah?

Wawasan Editorial pada ayat 10

Paulus sudah puluhan tahun melayani, sudah melihat mujizat, sudah menulis surat surat. Namun ia masih berkata, "supaya aku dapat mengenal Dia." Mengenal Kristus ternyata bukan pelajaran yang selesai, melainkan kerinduan yang terus tumbuh. Dan perhatikan, ia minta kuasa kebangkitan sekaligus persekutuan dalam penderitaan-Nya. Beranikah kamu berdoa seperti itu?

Wawasan Editorial pada ayat 12

Bukan berarti aku telah memperoleh semuanya itu, atau telah menjadi sempurna, tetapi aku mengejarnya supaya aku dapat menangkapnya, karena Kristus Yesus telah menangkap aku." Paulus mengejar, tapi bukan untuk dipeluk. Ia sudah dipeluk lebih dulu. Kamu tidak sedang berlari agar Kristus mau memilikimu. Kamu berlari karena Ia sudah memegangmu, dan tangan itu tidak lepas walau langkahmu hari ini tertatih.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis untuk anak usia 7 hingga 12 tahun yang sudah bisa membaca sendiri. Cocok untuk ibadah keluarga dan pelajaran Alkitab di sekolah. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network