AMSAL 6
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Pasal ini terasa seperti seorang ayah yang duduk bersama anaknya dan berkata, "Nak, aku mau cerita tentang beberapa hal yang bisa menghancurkan hidupmu kalau kamu tidak hati-hati." Ada empat bahaya yang dibicarakan satu per satu.
Pertama, soal menjadi penanggung utang orang lain. Di zaman itu, kalau kamu berjanji membayar utang temanmu dan dia tidak bisa membayar, kamu yang harus menanggungnya. Ayat 1 sampai 5 menasihatkan, kalau kamu sudah terjerat dengan janji seperti itu, bergeraklah cepat untuk membebaskan dirimu, seperti kijang yang lari dari pemburu.
Kedua, soal kemalasan. Ayat 6 sampai 11 mengajak kita memperhatikan semut. Semut tidak punya pemimpin yang menyuruhnya bekerja, tetapi ia tetap mengumpulkan makanan sebelum musim kelaparan datang. Orang malas, sebaliknya, terus berkata "tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi," sampai kemiskinan datang seperti perampok yang tiba-tiba menyerang.
Ketiga, soal orang yang suka membuat kekacauan lewat kata-kata dan sikap tubuh yang licik, mengedipkan mata, menunjuk-nunjuk, merencanakan kejahatan dalam hati. Ayat 16 sampai 19 bahkan menyebutkan tujuh hal yang dibenci Tuhan: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang tak bersalah, hati yang merencanakan kejahatan, kaki yang bergegas menuju kejahatan, saksi dusta, dan orang yang menabur percekcokan di antara saudara.
Keempat, dan ini bagian terpanjang, soal perselingkuhan. Ayat 20 sampai 35 menasihati anak muda untuk memegang ajaran orang tuanya seperti pelita yang menerangi jalan, supaya tidak tergoda oleh perempuan yang bukan istrinya. Penulis menggambarkannya seperti membawa api di dada atau berjalan di atas bara api. Mustahil tidak terbakar.
Apa Artinya Ini?
Keempat bahaya ini kelihatannya berbeda-beda, tetapi ada satu benang merah: semuanya dimulai dari hal kecil yang diremehkan. Janji sembarangan yang kamu kira tidak akan ditagih. Rasa malas yang kamu kira hanya "istirahat sebentar." Kata-kata licik yang kamu kira hanya "bercanda." Godaan yang kamu kira bisa kamu kendalikan sendiri. Proverbs 6 berkata, hati-hati, karena hal-hal kecil ini bisa membawa kehancuran besar yang datang "tiba-tiba," seperti disebutkan dua kali dalam pasal ini.
Yang menarik, pasal ini tidak membuat orang yang melakukan kesalahan ini menjadi monster yang jauh dari kita. Mereka digambarkan sangat manusiawi, orang yang terjerat perkataannya sendiri, orang yang kelelahan dan ingin tidur lagi, orang yang hatinya tergoda oleh sesuatu yang kelihatan indah. Alkitab jujur bahwa godaan-godaan ini nyata dan kuat, bukan hal sepele yang mudah diabaikan.
Benang Merah
Di tengah pasal ini ada gambaran yang indah tentang ajaran orang tua, yaitu "pelita" dan "cahaya" yang menuntun langkah, menjaga saat berbaring, dan berbicara saat bangun. Ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan dirancang untuk menyertai hidup kita terus-menerus, bukan hanya di gereja atau saat berdoa.
Yesus Kristus sendiri pernah disebut terang dunia. Kalau pelita dalam Proverbs 6 adalah ajaran orang tua yang menuntun jalan, maka Yesus adalah terang yang lebih besar lagi, yang bukan hanya menunjukkan jalan yang benar, tetapi juga berjalan bersama kita di jalan itu. Dia tahu rasanya dicobai, tetapi Dia tidak jatuh. Dialah yang bisa menolong kita saat kita, seperti anak dalam pasal ini, merasa terjerat oleh pilihan kita sendiri.
Untukmu
Mungkin kamu belum pernah berutang besar atau tergoda hal-hal seperti yang disebutkan di bagian akhir pasal ini. Tetapi soal malas dan soal kata-kata licik, itu sangat dekat dengan hidupmu sehari-hari. Pernahkah kamu menunda tugas sekolah dengan alasan "lima menit lagi," lalu lima menit itu menjadi satu jam? Pernahkah kamu mengatakan sesuatu yang setengah benar, lalu merasa terjerat oleh kata-katamu sendiri saat ditanya lebih lanjut?
Semut dalam pasal ini tidak istimewa. Ia hanya mengerjakan apa yang perlu dikerjakan, tanpa ada yang menyuruhnya. Itu bisa jadi doa sederhana untukmu, menjadi orang yang bisa dipercaya melakukan sesuatu tanpa harus selalu diingatkan.
Diskusikan
Menurutmu, kenapa hal-hal kecil seperti rasa malas atau kata-kata licik bisa disebut sama berbahayanya dengan kejahatan besar?
Pernahkah kamu merasa "terjerat" oleh perkataanmu sendiri, seperti yang disebutkan di ayat 2? Apa yang kamu lakukan saat itu?
Berdoa Bersama
Tuhan, terima kasih karena Engkau mengenal hati kami dengan jujur, termasuk rasa malas dan kata-kata yang kadang kami ucapkan tanpa pikir panjang. Tolong kami untuk belajar dari semut yang setia bekerja, dan untuk memegang ajaran yang baik seperti pelita yang menuntun langkah kami. Terima kasih karena Yesus Kristus adalah terang yang lebih besar, yang berjalan bersama kami setiap hari. Amin.
Pertanyaan tentang AMSAL 6
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah AMSAL 6?
Apa yang dikatakan AMSAL 6?
Apa yang AMSAL 6 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari AMSAL 6?
Mengapa AMSAL 6 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Pergilah kepada semut, hai pemalas, perhatikanlah jalan-jalannya dan jadilah bijak." Yang membuat semut layak ditiru bukan kekuatannya, melainkan bahwa ia bekerja tanpa ada yang mengawasi. Tidak ada mandor, tidak ada pengingat. Ia hanya tahu musim panas tidak selamanya. Bagaimana denganmu saat tak seorang pun melihat?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak