Untuk anak usia 7 hingga 12 tahun

KIDUNG AGUNG 6

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)

Alkitab

Penjelasan

Teman-teman perempuan itu bertanya, "Ke mana kekasihmu pergi? Ke mana dia berbelok? Biar kami mencarinya bersamamu!" Mereka ingin membantu, seperti anak-anak yang ikut mencari sesuatu yang hilang. Apakah kamu pernah ikut mencari sesuatu yang hilang, dan senang sekali ketika akhirnya ketemu?

Tapi perempuan itu sudah tahu jawabannya. Dia tersenyum dan berkata, "Kekasihku turun ke kebunnya, ke petak-petak rempah, untuk menggembala di antara bunga-bunga bakung." Dia tidak hilang. Dia sedang berada di tempat yang dia suka, di antara bunga-bunga putih yang harum.

Perempuan itu berkata lagi, "Aku milik kekasihku, dan kekasihku milikku." Seperti dua tangan yang saling menggenggam, mereka saling memiliki.

Lalu si pria berbicara. Dia memandang perempuan itu dan berkata betapa indahnya dia, secantik kota Tirza, seindah Yerusalem, semegah pasukan tentara dengan bendera berkibar. "Alihkan matamu dariku," katanya, "karena matamu membuatku takjub sampai bingung." Dia memuji rambutnya yang berkilau seperti kawanan kambing di gunung, giginya yang rapi seperti kawanan domba yang bersih, pipinya yang merah seperti buah delima. Semua itu cara lama untuk berkata: kau indah, kau lengkap, tidak ada yang kurang darimu.

Kemudian dikatakan, ada enam puluh ratu, delapan puluh selir, dan gadis-gadis yang tak terhitung jumlahnya di istana. Tapi hanya ada satu perempuan yang disebut istimewa. Dia disebut merpati, satu-satunya anak kesayangan ibunya. Bahkan para ratu dan selir memuji dia ketika melihatnya lewat.

Orang-orang heran dan bertanya, "Siapa perempuan ini, yang bersinar seperti fajar, cantik seperti bulan, terang seperti matahari?"

Kekasih pria itu bercerita, dia turun ke kebun kenari, melihat apakah tunas sudah hijau, apakah pohon anggur sudah berbunga, apakah delima sudah mekar. Dia begitu senang berjalan di kebun itu sampai, tanpa sadar, hatinya membawanya melayang tinggi, seperti naik kereta bangsawan yang megah.

Lalu orang-orang berteriak, "Kembalilah, kembalilah, hai gadis Sulam! Biar kami memandangmu!" Mereka ingin melihat dia menari, seperti tarian di Mahanaim.

Apa Artinya Ini?

Cerita ini seperti sebuah pencarian yang berakhir bahagia. Perempuan itu dan kekasihnya saling mencari, saling merindukan, dan sangat senang ketika akhirnya bertemu. Mereka bukan hanya berteman biasa, mereka saling memiliki, seperti sepasang sahabat yang tidak mau berpisah.

Pesannya sederhana: kasih sejati membuat orang mau mencari dan menemukan, bukan pergi menjauh. Kekasih pria itu bahkan sangat gembira sampai merasa seperti terbang di atas kereta kerajaan. Sama seperti anak yang sangat senang ketika orang tuanya pulang ke rumah, kekasih dalam kisah ini begitu bahagia sampai hatinya serasa melayang. Kasih yang benar membuat hati meluap, seperti gembira yang tidak bisa disembunyikan.

Benang Merah

Alkitab sering memakai gambar pengantin dan kekasih untuk menunjukkan betapa Tuhan mengasihi umat-Nya. Tuhan Yesus disebut mempelai, dan gereja-Nya, yaitu semua orang yang percaya kepada-Nya, disebut mempelai perempuan. Sama seperti kekasih dalam kisah ini turun ke kebun untuk mencari yang dia kasihi, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mencari kita. Dia tidak pernah lupa akan kita, walau kita merasa kecil di antara banyak orang lain. Bagi-Nya, kita masing-masing istimewa, seperti merpati yang satu-satunya bagi ibunya.

Untuk Kamu

Ketika kamu merasa sendirian atau lupa apakah ada yang peduli padamu, ingatlah kisah ini. Tuhan mencari kamu, seperti kekasih itu mencari yang dikasihinya. Kamu boleh berdoa, "Tuhan, aku milik-Mu, dan Engkau milikku." Kamu juga bisa belajar mencari teman yang hilang atau sedih, mengajaknya kembali, seperti orang-orang yang memanggil gadis Sulam untuk kembali. Cobalah hari ini mencari satu teman yang mungkin merasa sendirian, lalu ajak dia bermain bersama.

Yuk, Bicarakan

Menurutmu, bagaimana rasanya kalau ada orang yang sangat merindukanmu dan mencarimu ke mana-mana?

Apa yang bisa kamu lakukan kalau temanmu merasa sendirian, seperti mengajak gadis Sulam untuk kembali?

Berdoa Bersama

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu mencari aku, walau aku merasa kecil. Buat aku ingat bahwa aku milik-Mu, dan Engkau milikku. Tolong aku juga peduli pada teman yang merasa sendirian. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang KIDUNG AGUNG 6

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah KIDUNG AGUNG 6?
Teman-teman perempuan itu bertanya, "Ke mana kekasihmu pergi? Ke mana dia berbelok? Biar kami mencarinya bersamamu!" Mereka ingin membantu, seperti anak-anak yang ikut mencari sesuatu yang hilang. Apakah kamu pernah ikut mencari sesuatu yang hilang, dan senang sekali ketika akhirnya ketemu?
Apa yang dikatakan KIDUNG AGUNG 6?
Lalu si pria berbicara. Dia memandang perempuan itu dan berkata betapa indahnya dia, secantik kota Tirza, seindah Yerusalem, semegah pasukan tentara dengan bendera berkibar. "Alihkan matamu dariku," katanya, "karena matamu membuatku takjub sampai bingung.
Apa yang KIDUNG AGUNG 6 ajarkan tentang Tuhan?
Kekasih pria itu bercerita, dia turun ke kebun kenari, melihat apakah tunas sudah hijau, apakah pohon anggur sudah berbunga, apakah delima sudah mekar. Dia begitu senang berjalan di kebun itu sampai, tanpa sadar, hatinya membawanya melayang tinggi, seperti naik kereta bangsawan yang megah.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari KIDUNG AGUNG 6?
Pesannya sederhana: kasih sejati membuat orang mau mencari dan menemukan, bukan pergi menjauh. Kekasih pria itu bahkan sangat gembira sampai merasa seperti terbang di atas kereta kerajaan. Sama seperti anak yang sangat senang ketika orang tuanya pulang ke rumah, kekasih dalam kisah ini begitu bahagia sampai hatinya serasa melayang.
Mengapa KIDUNG AGUNG 6 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu mencari aku, walau aku merasa kecil. Buat aku ingat bahwa aku milik-Mu, dan Engkau milikku. Tolong aku juga peduli pada teman yang merasa sendirian. Amin.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 6

Gigimu seperti kawanan domba betina yang baru keluar dari tempat pembasuhan, yang semuanya beranak kembar, dan tidak ada yang kehilangan anaknya."

Pujian ini bukan soal gigi yang rapi. Yang ditekankan: tidak ada yang hilang, tidak ada yang kurang. Dia memandang kekasihnya sebagai utuh.

Kamu sering menghitung apa yang kurang darimu. Tapi Dia yang mengasihimu sedang menghitung apa yang ada padamu, dan mendapati semuanya lengkap.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis untuk anak usia 7 hingga 12 tahun yang sudah bisa membaca sendiri. Cocok untuk ibadah keluarga dan pelajaran Alkitab di sekolah. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network