ZAKHARIA 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Nabi Zakharia sedang melihat penglihatan dari Allah, semacam gambar yang hidup di depan matanya. Dia begitu tenggelam di dalamnya sehingga malaikat harus membangunkannya, seperti orang yang baru bangun tidur. Zakharia melihat kaki dian dari emas, dengan tujuh pelita di atasnya dan tujuh corong minyak pada tiap pelita. Di sampingnya ada dua pohon zaitun, satu di kanan dan satu di kiri kaki dian itu.
Zakharia bingung dan bertanya kepada malaikat, apa arti semua ini. Yang menarik, malaikat balik bertanya, apakah Zakharia sendiri tahu artinya. Zakharia jujur menjawab, "Tidak, Tuanku!" Dia tidak berpura-pura mengerti sesuatu yang sebenarnya tidak dia pahami.
Lalu datanglah firman Tuhan untuk Zerubabel, pemimpin yang sedang membangun kembali Bait Allah di Yerusalem setelah bangsa Israel pulang dari pembuangan. Firman itu berbunyi, "Bukan dengan kegagahan dan bukan dengan kekuatan, melainkan oleh Roh-Ku." Gunung besar, yaitu segala rintangan yang menghalangi pembangunan itu, akan menjadi tanah rata di hadapan Zerubabel. Tangannya yang meletakkan dasar Bait itu juga akan menyelesaikannya. Tuhan berkata, orang tidak boleh memandang hina hal-hal yang kecil, sebab mereka akan bersukacita melihat batu duga, alat sederhana untuk mengukur bangunan, di tangan Zerubabel.
Ketujuh pelita itu, kata malaikat, adalah mata Tuhan yang menjelajahi seluruh bumi. Dan kedua pohon zaitun itu adalah dua orang yang diurapi, yang berdiri dekat Tuhan semesta bumi.
What Does This Mean?
Zerubabel menghadapi tugas yang sangat besar, membangun kembali Bait Allah yang sudah hancur, dengan sedikit orang, sedikit dana, dan banyak musuh di sekitar mereka. Pasti ada hari-hari dia merasa tugas itu seperti gunung yang terlalu besar untuk didaki. Tetapi Tuhan tidak berkata, "Kumpulkan lebih banyak tentara," atau "Bekerja lebih keras." Tuhan berkata, "Bukan dengan kegagahan dan bukan dengan kekuatan, melainkan oleh Roh-Ku." Artinya, bukan otot atau kepintaran manusia yang menyelesaikan pekerjaan Allah, melainkan Roh Allah sendiri, kuasa-Nya yang bekerja secara diam-diam namun pasti sampai selesai.
Tuhan juga mengajarkan sesuatu yang mudah dilupakan, jangan meremehkan hal-hal kecil. Batu duga itu bukan sesuatu yang mengesankan. Tetapi ketika orang melihatnya di tangan Zerubabel, mereka bersukacita, karena itu tanda bahwa pekerjaan besar itu benar-benar sedang berjalan, langkah demi langkah.
The Common Thread
Zerubabel membangun kembali rumah Allah yang pertama. Berabad-abad kemudian, Yesus Kristus datang dan menyebut diri-Nya sendiri sebagai tempat Allah bertemu manusia. Yesus juga tidak datang dengan kegagahan atau kekuatan dunia, bukan dengan tentara atau kekayaan, melainkan dengan Roh Allah yang menyertai-Nya sejak awal. Ia memulai pekerjaan-Nya dengan cara yang sederhana, bahkan kecil, seperti bayi di palungan, dan menyelesaikannya di atas kayu salib, sesuatu yang waktu itu tampak seperti kekalahan, bukan kemenangan. Justru di situlah kuasa Allah bekerja, bukan dengan cara yang gagah menurut manusia.
Ketujuh pelita yang menjadi mata Tuhan yang menjelajahi bumi juga mengingatkan kita, Allah melihat segala sesuatu, termasuk yang kecil dan tersembunyi dari pekerjaan kita. Dia tidak absen dari dunia ini. Dia memperhatikan.
For You
Mungkin kamu juga pernah merasa punya tugas yang terasa seperti gunung besar, entah ujian sekolah yang sulit, pertengkaran dengan teman yang sudah lama, atau kebiasaan buruk yang sulit kamu hentikan. Firman kepada Zerubabel juga berlaku untukmu, kamu tidak harus menyelesaikannya sendiri dengan kekuatanmu saja. Roh Allah bisa bekerja, bahkan ketika kamu merasa lemah atau kecil.
Jangan juga meremehkan langkah-langkah kecil yang kamu ambil. Minta maaf satu kali, berdoa satu malam, membaca satu ayat, semua itu seperti batu duga di tangan Zerubabel, tanda bahwa Allah sedang bekerja, meskipun pekerjaan itu belum selesai.
Talk About It
Pernahkah kamu merasa punya tugas yang rasanya seperti gunung besar? Apa yang membuatnya terasa begitu berat?
Zakharia jujur mengakui bahwa dia tidak tahu jawabannya. Apakah kamu juga berani jujur ketika tidak mengerti sesuatu tentang Allah?
Praying Together
Tuhan, kadang tugas yang Engkau berikan terasa seperti gunung yang terlalu besar untuk kami. Terima kasih karena Engkau tidak meminta kami menyelesaikannya dengan kekuatan kami sendiri, tetapi dengan Roh-Mu. Ajar kami untuk tidak meremehkan langkah-langkah kecil, dan percaya bahwa Engkau melihat serta bekerja, bahkan ketika kami belum melihat hasilnya. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Pertanyaan tentang ZAKHARIA 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah ZAKHARIA 4?
Apa yang dikatakan ZAKHARIA 4?
Apa yang ZAKHARIA 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari ZAKHARIA 4?
Mengapa ZAKHARIA 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak