ZAKHARIA 9
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Zakharia adalah seorang nabi yang hidup ketika bangsa Israel baru saja kembali dari pembuangan. Kota-kota mereka masih hancur, Bait Allah baru mulai dibangun kembali, dan banyak orang bertanya-tanya apakah Allah masih memedulikan mereka. Dalam pasal ini, Allah berbicara tentang kota-kota di sekitar Israel, seperti Damsyik, Tirus, Sidon, dan kota-kota orang Filistin seperti Gaza dan Askelon. Kota-kota ini dulu kaya dan sombong. Tirus bahkan menimbun perak "seperti debu" dan emas "seperti lumpur di jalan", saking banyaknya. Tetapi Allah berkata bahwa kekayaan itu akan diambil dan dibuang ke laut. Kesombongan tidak bisa bertahan di hadapan Allah.
Lalu, di tengah semua berita tentang kehancuran itu, muncul bagian yang sangat terkenal. Allah menyuruh Putri Sion, yaitu sebutan untuk penduduk Yerusalem, untuk bersorak-sorai. Sebab seorang Raja akan datang. Raja ini istimewa, bukan raja yang menunggang kuda perang yang gagah, melainkan menunggang seekor keledai muda. Ia digambarkan adil, membawa keselamatan, dan rendah hati. Raja ini akan menghancurkan alat-alat perang seperti kereta dan busur, dan sebagai gantinya Ia akan memberitakan damai sejahtera kepada bangsa-bangsa, bukan hanya kepada Israel.
Setelah itu, Allah berbicara tentang tahanan yang dibebaskan dari "lubang yang tidak berair", gambaran tempat yang gelap dan tanpa harapan. Mereka disebut "para tahanan yang penuh harapan", dan Allah berjanji akan mengembalikan kepada mereka dua kali lipat dari yang hilang. Pasal ini ditutup dengan gambaran Allah sendiri berperang untuk umat-Nya, melindungi mereka seperti gembala melindungi kawanan domba, sampai akhirnya negeri itu penuh kebaikan, gandum, dan anggur.
Apa Artinya Ini?
Pasal ini penuh dengan gambaran yang keras tentang perang dan kehancuran, tetapi juga penuh harapan yang lembut. Itu bisa membingungkan. Mengapa Allah berbicara tentang menghancurkan kota-kota, lalu tiba-tiba berbicara tentang seorang Raja yang rendah hati dan membawa damai? Sepertinya Allah ingin menunjukkan bahwa kesombongan manusia, betapapun kayanya, tidak akan bertahan selamanya. Tetapi Ia juga ingin menunjukkan bahwa jalan-Nya untuk membawa damai bukanlah melalui kekuatan senjata, melainkan melalui seorang Raja yang justru datang dengan lemah lembut, di atas seekor keledai, bukan kuda perang.
Ini adalah cara Allah bekerja yang sering kali berbeda dari yang kita bayangkan. Kita mungkin berpikir kekuatan berarti menang dengan senjata, tetapi Allah menunjukkan bahwa kekuatan sejati bisa terlihat seperti kerendahan hati.
Benang Merah
Ayat 9 dan 10 adalah salah satu nubuat yang paling jelas tentang Yesus Kristus dalam seluruh Perjanjian Lama. Ratusan tahun setelah Zakharia menuliskan ini, Yesus benar-benar memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai muda, tepat seperti yang tertulis di sini. Orang banyak bersorak-sorai menyambut-Nya, sama seperti yang diminta Zakharia kepada Putri Sion. Tetapi Yesus bukan raja yang datang untuk berperang dengan pedang. Ia datang untuk membawa damai sejahtera, bahkan dengan mengorbankan diri-Nya sendiri.
Ayat 11 juga berbicara tentang "darah perjanjian", yaitu ikatan janji Allah dengan umat-Nya yang dimeteraikan dengan darah. Ini mengingatkan kita pada malam sebelum Yesus disalibkan, ketika Ia berkata bahwa darah-Nya adalah darah perjanjian yang baru. Melalui darah itu, orang-orang yang terkurung dalam dosa, seperti tahanan dalam lubang tanpa air, dibebaskan dan diberi harapan baru.
Untukmu
Kadang kita berpikir bahwa untuk menjadi kuat atau dihargai, kita harus menang, harus terlihat hebat, atau harus punya banyak barang seperti Tirus dengan peraknya. Tetapi Raja yang digambarkan di sini menunjukkan hal yang berbeda. Kerendahan hati bukan tanda kelemahan. Justru dari situlah damai sejati bisa datang, dalam keluarga, di sekolah, di antara teman-teman. Kamu tidak perlu menjadi yang paling kuat atau paling kaya untuk berharga di mata Allah. Kamu hanya perlu percaya kepada Raja yang datang dengan lembut itu, dan mengikuti jalan-Nya.
Mari Bicarakan
Mengapa menurutmu Allah memilih Raja-Nya datang dengan menunggang keledai, bukan kuda perang yang gagah?
Apa artinya bagimu bahwa kamu disebut "tahanan yang penuh harapan", meskipun mungkin ada hal dalam hidupmu yang terasa seperti "lubang tanpa air"?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang dengan rendah hati, bukan dengan pedang dan kuda perang, melainkan dengan kasih yang membawa damai. Ajari kami untuk tidak mencari kekuatan dari kekayaan atau kesombongan, tetapi untuk percaya kepada-Mu, Raja yang lembut hati itu. Bebaskan kami dari apa pun yang membuat kami merasa terkurung, dan penuhi hati kami dengan harapan-Mu. Amin.
Pertanyaan tentang ZAKHARIA 9
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah ZAKHARIA 9?
Apa yang dikatakan ZAKHARIA 9?
Apa yang ZAKHARIA 9 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari ZAKHARIA 9?
Mengapa ZAKHARIA 9 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Tirus membangun benteng dan "menimbun perak seperti debu, dan emas seperti lumpur di jalan." Perhatikan bahasanya: yang mereka kumpulkan dengan susah payah disebut debu dan lumpur. Sebanyak apa pun tumpukanmu, ayat berikutnya tetap berkata Tuhan akan merobohkannya. Apa yang sedang kamu tumpuk untuk merasa aman?
Pada hari itu, TUHAN, Allah mereka, akan menyelamatkan mereka sebagai kawanan umat-Nya, sebab mereka seperti permata-permata mahkota yang berkilau di atas tanah-Nya."
Perhatikan dua gambaran yang ditumpuk jadi satu: kawanan ternak dan permata mahkota. Yang berdebu, yang mudah tersesat, yang perlu digendong, justru itu yang dipandang Tuhan sebagai batu berkilau di mahkota-Nya. Kamu mungkin merasa cuma yang pertama hari ini. Tuhan melihat keduanya.
Tirus dan Sidon disebut dengan catatan kecil yang menusuk: "meskipun mereka sangat bijaksana." Kepandaian mereka nyata. Mereka membangun benteng, mengumpulkan kekayaan, membaca pasar dengan jitu. Namun kebijaksanaan yang tidak tunduk kepada Tuhan hanya membangun tembok yang akhirnya runtuh. Di mana kepintaranmu sedang kaupakai untuk merasa aman tanpa Dia?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak