YEHEZKIEL 5
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan anak prasekolah (usia 3-5)
Penjelasannya
Ada seorang laki-laki bernama Yehezkiel. Ia tinggal jauh dari rumahnya, di negeri yang asing.
Jauh di sana ada kota bernama Yerusalem. Kota itu sedang dikepung. Musuh berdiri mengelilinginya. Tidak ada yang bisa keluar, tidak ada yang bisa masuk. Orang-orang di dalam merasa takut. Mereka lapar. Hari-hari terasa sangat panjang.
Suatu hari, Tuhan berbicara kepada Yehezkiel. Yehezkiel mendengarkan baik-baik.
"Ambil pedangmu," kata Tuhan. "Yang tajam dan berkilau. Pakai itu seperti pisau cukur."
Yehezkiel heran. Tapi ia taat. Ia mengangkat pedangnya pelan-pelan, lalu mencukur rambutnya sendiri. Rambutnya jatuh, helai demi helai, ke tanah. Jenggotnya juga dicukur habis.
Lalu Tuhan berkata lagi, "Sekarang, timbang rambut itu. Bagilah menjadi tiga."
Yehezkiel mengambil timbangan kecil. Ia menimbang rambutnya dengan hati-hati. Satu tumpukan. Dua tumpukan. Tiga tumpukan, sama banyak.
Tumpukan pertama dibakar di tengah kota. Apinya merah, asapnya naik ke langit.
Tumpukan kedua dipukul-pukul dengan pedang, sampai berserakan.
Tumpukan ketiga ditiup ke udara. Angin datang, dan rambut itu beterbangan jauh, jauh sekali, sampai hilang dari pandangan.
Tapi ada sedikit rambut yang tidak dibuang Yehezkiel. Ia mengikatnya erat-erat di ujung jubahnya, dekat dengan hatinya.
Apa Artinya Ini?
Kedengarannya aneh, ya? Tapi ini bukan rambut biasa. Rambut itu menjadi gambar untuk kota Yerusalem.
Yerusalem adalah kota kesayangan Tuhan. Tuhan sendiri yang menaruhnya di tempat itu, dikelilingi negeri-negeri lain, supaya semua orang bisa melihat betapa baiknya Tuhan.
Tapi kota itu tidak mau dengar Tuhan lagi. Telinga mereka ditutup rapat-rapat. Hati mereka berpaling, jauh dari Tuhan.
Itu membuat Tuhan sangat sedih. Sungguh sangat sedih, seperti ayah yang menangis karena anaknya pergi dan tidak mau pulang.
Tuhan bahkan berkata, ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Begitu dalam rasa sakit di hati Tuhan.
Karena itu Tuhan berkata, kota itu akan hancur. Seperti rambut yang dibakar, dipukul, dan ditiup angin, begitulah yang akan terjadi.
Benang Merah
Tapi ingat rambut yang diikat Yehezkiel tadi? Yang disimpan dekat hatinya, tidak dibuang?
Itu tanda kecil. Tanda bahwa Tuhan tidak melupakan semuanya. Masih ada yang disimpan Tuhan, dengan penuh kasih.
Lama sekali sesudah itu, Tuhan mengirim Seseorang untuk menolong orang yang sudah jauh dari-Nya. Nama-Nya Yesus.
Yesus datang supaya orang yang pergi jauh bisa pulang lagi kepada Tuhan. Supaya hati yang sedih bisa senang lagi. Supaya kita tidak perlu takut dibuang, seperti rambut yang hilang ditiup angin.
Untukmu
Kadang kita juga tidak mau dengar kata Tuhan. Kita ingin jalan sendiri, ke mana kita suka.
Tapi Tuhan selalu rindu kita dekat dengan-Nya. Seperti rambut yang disimpan dekat hati itu, begitulah Tuhan menyimpan kita.
Maukah kamu dekat dengan Tuhan hari ini? Maukah kamu mendengarkan-Nya, walau kadang itu sulit?
Yuk, Bicarakan
Menurutmu, bagaimana perasaan Tuhan waktu kota itu tidak mau mendengar-Nya?
Apa yang bisa kamu lakukan supaya tetap dekat dengan Tuhan?
Mari Berdoa
Tuhan, aku mau dekat dengan-Mu. Jangan biar hatiku jauh dari-Mu. Terima kasih, Tuhan masih sayang padaku. Amin.
Pertanyaan tentang YEHEZKIEL 5
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YEHEZKIEL 5?
Apa yang dikatakan YEHEZKIEL 5?
Apa yang YEHEZKIEL 5 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari YEHEZKIEL 5?
Mengapa YEHEZKIEL 5 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Lihatlah, Aku, bahkan Aku, melawanmu," kata TUHAN kepada kota yang dulu Ia pilih. Kalimat paling menakutkan dalam Alkitab bukan soal musuh dari luar, melainkan saat Allah sendiri berdiri di seberang. Yerusalem tidak jatuh karena Babel terlalu kuat, tetapi karena perlindungan itu ditarik. Pertanyaannya untukmu hari ini sederhana: adakah bagian hidupmu yang diam diam kamu pertahankan, sambil berharap Allah tetap berdiri di sisimu?
Demi Aku yang hidup," kata Tuhan ALLAH. Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada yang lebih besar. Dan apa yang membuat-Nya bersumpah? Tempat kudus-Nya dinajiskan, rumah perjumpaan diisi hal-hal yang menjijikkan. Allah tidak cuek soal apa yang kita bawa masuk ke hadirat-Nya. Hatimu rumah-Nya sekarang. Apa yang sedang tinggal di situ?
Kalimat ini mengerikan: "para ayah akan memakan anak-anaknya di tengah-tengahmu, dan anak-anak akan memakan ayah-ayahnya." Dosa yang dibiarkan tidak berhenti di ruang doa saja. Ia merambat sampai ke meja makan, ke ikatan yang paling dekat. Yang pertama hancur biasanya bukan bangsa, tapi rumah. Apa yang sedang kamu biarkan tumbuh di rumahmu?
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (6-12) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak