RATAPAN 3
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
The Explanation
Ada seorang laki-laki. Ia sangat sedih. Sangat, sangat sedih.
Ia duduk di tempat gelap. Gelap sekali, tidak ada terang.
Ia menangis. Air matanya mengalir terus. Tidak berhenti-henti.
Ia merasa seperti terkurung. Seperti ada tembok di sekelilingnya. Ia tidak bisa keluar.
Ia berkata, "Kekuatanku sudah hilang. Harapanku juga hilang."
Badannya sakit. Hatinya sakit. Ia merasa sendirian sekali.
Tapi kemudian, di tengah gelap itu, laki-laki ini mengingat sesuatu.
Ia mengingat tentang Tuhan.
What Does This Mean?
Laki-laki itu berkata dalam hatinya, "Kasih setia TUHAN tidak pernah habis."
Dengar itu. Tidak pernah habis. Seperti air yang terus mengalir, tidak pernah kering.
"Setiap pagi kasih-Nya baru," katanya. Setiap pagi. Seperti matahari yang selalu terbit lagi.
Walau hatinya sedih, ia tahu satu hal. Tuhan itu baik. Tuhan itu setia.
Ia berkata, "TUHAN adalah bagianku." Artinya, Tuhan miliknya. Tuhan dekat dengannya.
Laki-laki itu menunggu Tuhan dengan tenang. Ia percaya, walau semua terasa gelap.
The Common Thread
Lalu laki-laki itu berdoa dari tempat yang paling dalam. Seperti dari dasar lubang.
Ia berseru, "Ya TUHAN!" Suaranya keras, memanggil dari kegelapan.
Dan Tuhan mendengar. Tuhan tidak menutup telinga-Nya.
Tuhan datang dekat. Tuhan berkata, "Jangan takut!"
Itulah Tuhan kita. Saat kita menangis, Tuhan mendengar. Saat kita sendirian, Tuhan datang dekat.
Yesus juga pernah merasa sangat sedih. Ia juga pernah menangis. Tapi Bapa selalu mendengar-Nya.
Karena itu, kita juga boleh percaya. Kasih Tuhan baru setiap pagi, untuk kita juga.
For You
Kadang kamu juga sedih, ya? Mungkin gelap di kamarmu. Mungkin hatimu takut.
Ingat laki-laki itu. Ia menangis, tapi ia tidak lupa Tuhan.
Kamu boleh menangis. Lalu kamu boleh berkata, "Tuhan, aku di sini."
Dan Tuhan akan mendengarmu. Seperti Ia mendengar laki-laki di dalam lubang itu.
Setiap pagi, saat matahari terbit, ingatlah ini. Kasih Tuhan baru lagi hari ini.
Talk About It
Kapan kamu pernah merasa sangat sedih, seperti laki-laki dalam cerita ini?
Apa yang Tuhan katakan saat laki-laki itu berseru minta tolong?
Praying Together
Tuhan, terima kasih. Kasih-Mu baru setiap pagi.
Kalau aku sedih, tolong aku ingat Engkau.
Dengarkan aku, seperti Engkau mendengar dia.
Aku tidak takut, karena Engkau dekat.
Amin.
Yang ditemukan orang lain
Aku menjadi bahan tertawaan bagi seluruh bangsaku, ejekan mereka sepanjang hari." Yang paling perih bukan diejek musuh, melainkan oleh bangsanya sendiri. Orang-orang yang seharusnya berdiri di sisinya justru mengubah dukanya jadi lagu olok-olok. Mungkin kamu mengenal luka itu: ditertawakan justru di tempat kamu berharap dipeluk. Tuhan mendengar tangis yang tidak dianggap serius orang lain.
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak