Untuk anak usia 3 hingga 6 tahun

IMAMAT 6

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)

Alkitab

The Explanation

Malam sudah gelap sekali. Bintang-bintang berkedip di langit. Semua orang tertidur, tenang sekali. Tapi di atas mezbah, ada api. Terang, merah, berkobar pelan. Api itu tidak pernah padam. Tidak siang, tidak malam. Tidak pernah, sama sekali.

Harun dan anak-anaknya menjaga api itu. Setiap pagi, saat matahari baru terbit, mereka datang. Mereka memakai baju linen putih, bersih sekali. Mereka menaruh kayu baru di atas api. Mereka membakar persembahan untuk Tuhan, setiap hari, tanpa henti.

Ada juga persembahan lain, dari tepung halus. Dicampur minyak, lalu dipanggang di atas api. Baunya harum sekali, seperti roti baru dari dapur ibu. Sebagian dibakar untuk Tuhan. Sebagian lagi dimakan oleh imam-imam. Mereka makan bersama-sama, di halaman kemah yang kudus.

Tapi ada juga cerita tentang orang yang berbuat salah. Mungkin ia mengambil barang orang lain, lalu berbohong tentang itu. Hatinya merasa berat, sulit tidur di malam hari. Tuhan berkata, orang itu harus mengembalikan barangnya. Bukan hanya mengembalikan, tapi menambah sedikit lagi. Lalu ia membawa seekor domba jantan kepada imam. Domba itu dipersembahkan untuk Tuhan. Imam berdoa untuknya di hadapan Tuhan. Maka orang itu diampuni. Hatinya menjadi ringan lagi.

What Does This Mean?

Coba bayangkan. Kamu mengambil mainan teman. Lalu kamu berbohong, bilang kamu tidak mengambilnya. Itu membuat hati sedih. Hati Tuhan juga sedih. Pernahkah kamu berbuat begitu? Tuhan tetap mengasihimu. Tuhan mau orang itu berkata jujur. Tuhan mau ia mengembalikan mainan itu. Bukan hanya kembalikan, tapi tambah satu lagi. Itu tanda hatinya sungguh menyesal.

Api yang menyala terus itu juga penting. Api itu tidak boleh padam, siang atau malam. Seperti lampu kecil yang selalu menyala di kamarmu. Karena setiap hari ada orang yang datang membawa persembahan. Setiap hari, Tuhan mau dekat dengan umat-Nya. Itu sebabnya api harus selalu siap.

The Common Thread

Domba yang dibawa itu mati, menggantikan orang yang bersalah. Lama kemudian, Tuhan mengirim Yesus. Yesus seperti domba itu. Yesus mati menggantikan kita. Yesus adalah persembahan yang paling baik. Cukup sekali saja, untuk selamanya. Api di mezbah dulu tidak pernah padam. Tapi kasih Tuhan kepada kita tidak pernah padam juga. Karena Yesus, kasih Tuhan tidak pernah padam bagimu. Selamanya menyala, selamanya hangat.

For You

Kalau kamu mengambil sesuatu yang bukan milikmu, kembalikan ya. Kalau kamu berbohong, katakan yang benar. Besok pagi, coba jujur dalam satu hal kecil. Tuhan senang kalau hatimu jujur. Tuhan senang kalau kamu berani mengakui salah. Ia akan mengampunimu, seperti Ia mengampuni orang dalam cerita ini. Tuhan tidak pernah berhenti mengasihimu. Seperti api itu, kasih-Nya tidak pernah padam.

Talk About It

Kalau kamu berbuat salah, apa yang harus kamu lakukan? Menurutmu, apa rasanya kalau Tuhan mengampuni kita?

Praying Together

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau tidak pernah berhenti mengasihiku. Kalau aku berbuat salah, tolong aku berkata jujur. Terima kasih Engkau selalu mengampuni. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang IMAMAT 6

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah IMAMAT 6?
Malam sudah gelap sekali. Bintang-bintang berkedip di langit. Semua orang tertidur, tenang sekali. Tapi di atas mezbah, ada api. Terang, merah, berkobar pelan. Api itu tidak pernah padam. Tidak siang, tidak malam. Tidak pernah, sama sekali.
Apa yang dikatakan IMAMAT 6?
Ada juga persembahan lain, dari tepung halus. Dicampur minyak, lalu dipanggang di atas api. Baunya harum sekali, seperti roti baru dari dapur ibu. Sebagian dibakar untuk Tuhan. Sebagian lagi dimakan oleh imam-imam. Mereka makan bersama-sama, di halaman kemah yang kudus.
Apa yang IMAMAT 6 ajarkan tentang Tuhan?
Coba bayangkan. Kamu mengambil mainan teman. Lalu kamu berbohong, bilang kamu tidak mengambilnya. Itu membuat hati sedih. Hati Tuhan juga sedih. Pernahkah kamu berbuat begitu? Tuhan tetap mengasihimu. Tuhan mau orang itu berkata jujur. Tuhan mau ia mengembalikan mainan itu. Bukan hanya kembalikan, tapi tambah satu lagi.
Apa yang dapat dipelajari balita dari IMAMAT 6?
Domba yang dibawa itu mati, menggantikan orang yang bersalah. Lama kemudian, Tuhan mengirim Yesus. Yesus seperti domba itu. Yesus mati menggantikan kita. Yesus adalah persembahan yang paling baik. Cukup sekali saja, untuk selamanya. Api di mezbah dulu tidak pernah padam. Tapi kasih Tuhan kepada kita tidak pernah padam juga.
Mengapa IMAMAT 6 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau tidak pernah berhenti mengasihiku. Kalau aku berbuat salah, tolong aku berkata jujur. Terima kasih Engkau selalu mengampuni. Amin.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 5

Hari yang sama. Persembahan kepada Allah dan ganti rugi kepada sesama tidak dipisahkan: "Dia harus memberikannya kepada pemiliknya pada hari dia mempersembahkan persembahan penebus salahnya." Jadi sebelum kamu merasa lega karena sudah berdoa minta ampun, tanyakan: apakah orang yang kaurugikan sudah menerima kembali miliknya? Bahkan ditambah seperlima.

Wawasan Editorial pada ayat 8

TUHAN berfirman kepada Musa" terdengar biasa saja, tetapi itulah awal perintah bagi para imam: api di atas mazbah tidak boleh padam. Setiap pagi selalu ada kayu yang harus ditambahkan. Nyala itu bertahan bukan karena hebat, melainkan karena dirawat dengan setia. Bagaimana dengan apimu hari ini? Adakah kayu yang sudah lama tidak kau letakkan di sana?

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis khusus untuk dibacakan kepada anak usia 3 hingga 6 tahun. Gunakan sebagai titik awal untuk berbincang dengan anak Anda, bukan sebagai satu-satunya sumber. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network