MARKUS 6
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
Penjelasan
Hari itu ramai sekali. Orang-orang berbondong-bondong datang ke tempat Yesus. Mereka berjalan jauh, bahkan berlari-lari, supaya bisa melihat Yesus. Ada bapak-bapak, ada ibu-ibu, ada juga anak-anak kecil. Yesus melihat orang banyak itu. Hati-Nya sedih. Mereka seperti domba, tanpa gembala. Yesus pun duduk, dan mengajar mereka. Suara-Nya lembut. Orang-orang duduk diam, mendengarkan. Lama sekali, sampai hari mulai sore, dan matahari mulai turun.
Murid-murid Yesus datang. Mereka berkata, "Hari sudah sore. Tempat ini sepi. Suruh orang-orang pergi, supaya bisa membeli makanan." Tetapi Yesus menjawab, "Kalian saja yang memberi mereka makan." Murid-murid bingung. Mereka mencari-cari, dan hanya menemukan lima roti kecil, dan dua ikan. Sangat sedikit, untuk begitu banyak orang.
Yesus berkata, "Suruh mereka duduk, di atas rumput hijau." Rumputnya empuk, dan hijau segar. Semua orang duduk berkelompok-kelompok. Ada yang seratus orang, ada yang lima puluh orang. Lalu Yesus mengambil lima roti, dan dua ikan itu. Ia menengadah ke langit. Ia berterima kasih kepada Allah. Kemudian Ia memecah-mecah roti itu, sedikit demi sedikit.
Apa Artinya Ini?
Roti itu dibagikan, terus, dan terus. Kepada satu orang, lalu orang lain, lalu orang lain lagi. Ikan itu juga dibagikan, sedikit demi sedikit. Dan semua orang makan. Semua orang kenyang! Roti itu tidak pernah habis, sampai semua orang selesai makan. Bahkan masih ada sisa, dua belas keranjang penuh. Roti kecil tadi, cukup untuk lima ribu orang laki-laki, dan juga perempuan serta anak-anak. Yesus bisa membuat yang sedikit menjadi banyak. Ia melihat orang lapar, dan Ia memberi makan.
Benang Merah
Yesus bukan hanya guru yang pintar. Yesus punya kuasa Allah. Ia bisa mengubah lima roti menjadi cukup, untuk ribuan orang. Malam itu juga, murid-murid naik perahu, menyeberang danau. Angin bertiup kencang. Perahu terguncang-guncang, di air yang gelap. Tiba-tiba mereka melihat seseorang, berjalan di atas air! Mereka takut sekali, sampai berteriak. Tetapi itu Yesus. Yesus berkata, "Tenanglah. Ini Aku! Jangan takut." Lalu angin pun berhenti, tiba-tiba, seperti disuruh diam. Yesus selalu datang, kepada orang yang takut, dan kepada orang yang lapar.
Untuk Kamu
Kadang kamu juga lapar, dan minta makan. Kadang kamu juga takut, di tempat gelap, atau saat sendirian. Yesus tahu itu semua. Yesus melihat kamu, sama seperti Ia melihat orang banyak itu di rumput hijau. Ia mau memberimu cukup, bahkan lebih dari cukup. Ia mau berkata kepadamu juga, pelan-pelan, "Jangan takut."
Yuk, Bicarakan
Mari Berdoa
Pertanyaan tentang MARKUS 6
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah MARKUS 6?
Apa yang dikatakan MARKUS 6?
Apa yang MARKUS 6 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari MARKUS 6?
Mengapa MARKUS 6 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Lalu, dia bersumpah kepada gadis itu, 'Apa pun yang kamu minta dariku, akan kuberikan kepadamu, sampai setengah dari kerajaanku.'" Herodes menjanjikan sesuatu yang bahkan bukan miliknya, hanya supaya terlihat hebat di depan tamu-tamunya. Dan janji besar itu berakhir dengan kepala Yohanes di atas nampan. Berapa banyak katamu yang lahir bukan dari hati, tapi dari rasa takut dipandang kecil?
Lalu, Yesus menyuruh semua orang itu duduk berkelompok-kelompok di rumput hijau." Sebelum roti dibagi, Dia menyuruh mereka duduk. Di rumput hijau, persis seperti Gembala yang membaringkan domba-Nya di padang berumput hijau. Kadang langkah pertama dari mukjizat bukan bekerja lebih keras, melainkan duduk dan percaya bahwa Dia sudah menyiapkan tempat untukmu.
Mereka sedang mendayung melawan angin, lelah, dan ketika Yesus datang, "mereka mengira bahwa itu adalah hantu, dan mereka berteriak." Yang paling ditakuti ternyata Yesus sendiri. Kadang pertolongan datang dalam bentuk yang tidak kita kenali, dan kita berteriak ketakutan padahal Dia sedang berjalan mendekat.
Lalu, mereka pergi dengan perahu ke tempat yang sunyi, terpisah dari orang banyak." Para murid baru selesai pelayanan, dan kabar kematian Yohanes masih segar. Yesus tidak menyuruh mereka bekerja lebih keras. Ia mengajak mereka naik perahu, menjauh, diam. Menepi bukan tanda lemah iman. Kadang justru itu bentuk taat yang paling sulit. Kapan terakhir kali kamu berani berhenti?
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak