NEHEMIA 2
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
Penjelasan
Nehemia bekerja di istana raja. Ia membawakan air anggur untuk raja. Setiap hari wajahnya tersenyum.
Tapi hari itu, wajah Nehemia sedih. Sangat sedih. Karena di kota Yerusalem, tembok-temboknya roboh. Pintu-pintu gerbangnya habis terbakar. Di sanalah dulu nenek moyang Nehemia tinggal.
Raja melihat wajah sedih Nehemia. Raja bertanya, “Mengapa wajahmu sedih?”
Nehemia takut. Hatinya berdebar-debar. Tapi ia berani menjawab. “Kota nenek moyangku hancur,” katanya pelan.
Raja bertanya lagi, “Apa yang kamu inginkan?”
Sebelum menjawab, Nehemia berdoa dulu. Diam-diam, dalam hati. Ia berbicara kepada Allah, Allah yang menciptakan langit.
Apa Artinya Ini?
Lalu Nehemia berkata, “Izinkan aku pergi ke Yerusalem. Aku mau membangun kembali kota itu.”
Raja berkata, “Ya, pergilah.”
Raja bahkan memberi surat-surat penting. Raja memberi kayu untuk membangun. Raja mengirim tentara untuk menjaga perjalanan Nehemia.
Allah membuat semua itu terjadi. Allah menolong Nehemia, dengan tangan-Nya yang baik.
Nehemia sampai di Yerusalem. Ia tinggal diam tiga hari saja.
Lalu, malam hari, Nehemia bangun. Masih gelap. Masih sunyi. Ia menunggangi seekor keledai. Pelan-pelan, ia berkeliling kota.
Ia melihat tembok-tembok yang roboh. Ia melihat pintu gerbang yang hangus. Jalannya sempit, sampai keledainya tidak bisa lewat. Nehemia turun, dan berjalan kaki.
Tidak ada seorang pun yang tahu. Nehemia diam-diam saja. Ia hanya melihat, dan berpikir, dan berdoa.
Benang Merah
Allah menaruh keinginan itu dalam hati Nehemia. Allah yang membuat Nehemia mau membangun lagi. Allah selalu punya rencana baik untuk umat-Nya, walau kotanya hancur.
Seperti Allah menolong Nehemia membangun Yerusalem, Allah juga mengutus Yesus Kristus. Yesus datang untuk memperbaiki yang rusak, untuk menyembuhkan yang hancur, untuk membangun hati kita yang berdosa menjadi baru.
Setelah melihat semuanya, Nehemia berkata kepada orang-orang, “Mari kita bangun kembali tembok ini!”
Mereka menjawab, “Mari kita membangun!” Lalu mereka mulai bekerja dengan semangat.
Tapi ada orang-orang jahat. Mereka mengejek Nehemia. “Apa yang kalian lakukan?” kata mereka sambil mengolok-olok.
Nehemia tidak takut. Ia berkata, “Allah semesta langit akan menolong kami berhasil.”
Untuk Kamu
Kadang hatimu bisa sedih juga, seperti Nehemia. Mungkin karena sesuatu yang rusak, atau hilang. Allah mau kamu bicara kepada-Nya, seperti Nehemia berdoa sebelum menjawab raja.
Allah suka mendengar doa kecil, bahkan doa diam-diam dalam hati.
Yuk, Bicarakan
Apa yang membuat Nehemia sedih?
Apa yang dilakukan Nehemia sebelum ia menjawab raja?
Mari Berdoa
Tuhan Allah, terima kasih karena Engkau mendengar doa kami. Seperti Engkau menolong Nehemia, tolong kami juga. Buat hati kami berani, dan buat kami suka berdoa kepada-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang NEHEMIA 2
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah NEHEMIA 2?
Apa yang dikatakan NEHEMIA 2?
Apa yang NEHEMIA 2 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari NEHEMIA 2?
Mengapa NEHEMIA 2 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Perhatikan betapa rincinya permintaan Nehemia: kayu untuk balok gerbang, untuk tembok, bahkan untuk rumah yang akan ia tempati. Ia sudah berdoa berbulan-bulan, dan doanya membuahkan rencana yang matang. Namun saat raja mengabulkan, ia berkata, "karena tangan Allahku yang baik ada padaku." Persiapanmu penting. Tetapi yang membuka pintu tetap tangan-Nya.
Nehemia keluar malam hari, diam-diam, menyusuri Pintu Gerbang Sampah dan tembok yang runtuh. "Aku memeriksa tembok-tembok Yerusalem yang telah runtuh." Ia tidak buru-buru bicara tentang pembangunan. Ia melihat dulu seberapa parah kerusakannya. Beranikah kamu memandang reruntuhan hidupmu sejujur itu, sebelum berjanji memperbaikinya?
Nehemia berdiri di depan raja dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan apa pun. Ia menjawab, "Mengapa aku tidak boleh bersedih hati karena kota tempat kuburan nenek moyangku telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" Ia tidak berkata "semua baik-baik saja". Ia menyebut kehancuran itu dengan jelas. Berani kamu menamai apa yang sebenarnya meruntuhkan hatimu?
Perhatikan satu kata kecil yang Nehemia pakai: "kita". Ia baru datang dari istana raja, tembok itu bukan reruntuhannya. Tapi ia berkata, "Kamu melihat kesulitan yang kita alami." Ia tidak berdiri di luar menunjuk, ia masuk ke dalam puing dan ikut menanggung malu itu. Mungkin di situlah pemulihan selalu dimulai: ketika seseorang berhenti berkata "masalah kalian".
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak