2 KORINTUS 5
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Paulus sedang menulis kepada jemaat yang hidupnya tidak mudah. Ia sendiri sudah dipukuli, dipenjara, hampir mati beberapa kali. Jadi ketika ia berbicara tentang tubuh sebagai "kemah", ia tidak sedang berfilosofi dari menara gading. Ia berbicara sebagai orang yang tubuhnya penuh luka.
Kemah itu sesuatu yang sementara. Kamu memasangnya, kamu tinggal di dalamnya, tapi kamu tahu suatu saat kemah itu akan dirobohkan atau kamu akan pindah. Paulus memakai gambar ini untuk tubuh kita. Tubuh ini nyata, tubuh ini penting, tapi tubuh ini juga tidak kekal. Dan justru karena itu, ia berkata, kita mengeluh, kita rindu pada sesuatu yang lebih tetap, "sebuah rumah yang tidak dibuat dengan tangan, yang kekal di surga."
Perhatikan bahwa Paulus tidak membenci tubuhnya. Ia tidak ingin "telanjang", artinya tidak ingin berhenti eksis begitu saja. Ia ingin yang fana ditelan oleh hidup, bukan dihapus oleh kematian. Ada bedanya. Yang ia harapkan bukan pelarian dari tubuh, tapi tubuh yang diubah, dibuat baru, tidak bisa rusak lagi. Dan jaminan bahwa ini bukan angan-angan adalah Roh Kudus yang sudah diberikan kepada kita sekarang.
Karena hidup ini "oleh iman, bukan oleh penglihatan", Paulus lalu bicara soal bagaimana ia menjalani hidupnya sekarang. Ia mau berkenan kepada Tuhan, entah masih hidup di tubuh ini atau sudah pergi. Lalu ia mengingatkan sesuatu yang serius: setiap orang akan berdiri di depan kursi pengadilan Kristus, dan menerima balasan atas apa yang sudah dilakukan dalam tubuhnya.
Dari ayat 14 arah pembicaraan berubah. Paulus menjelaskan mengapa ia hidup seperti itu: karena kasih Kristus menguasai dia. Kristus mati untuk semua orang, supaya orang yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tapi untuk Dia. Dan ini membawa Paulus pada satu kesimpulan besar: siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang.
Bagian penutup bab ini berbicara tentang pendamaian. Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri melalui Kristus, tidak memperhitungkan pelanggaran kita, dan memberikan kepada kita "pelayanan pendamaian" itu. Kita, kata Paulus, adalah duta-duta Kristus. Dan puncaknya, ayat 21, salah satu ayat paling padat dalam seluruh Alkitab: Dia yang tidak mengenal dosa dibuat menjadi dosa karena kita, supaya kita dibenarkan Allah di dalam Dia.
Apa Artinya Ini?
Ini bukan bab tentang menjadi orang baik. Ini bab tentang siapa dirimu sebenarnya jika kamu ada di dalam Kristus.
Banyak dari kalian sedang mencari identitas. Siapa aku, apa nilaiku, apakah aku cukup baik, cukup pintar, cukup dicintai. Paulus memberi jawaban yang mengejutkan: identitasmu yang paling dalam bukan ditentukan oleh tubuhmu, prestasimu, atau apa kata orang tentang dirimu secara lahiriah. "Sejak sekarang kami tidak mengenali seorang pun menurut keadaan lahiriahnya." Ada sesuatu yang lebih dalam dari penampilan, dari feed media sosial, dari nilai rapor.
Dan ayat 21 itu jantung dari semuanya. Yesus, yang tidak berdosa, dibuat menjadi dosa karena kita. Bukan karena Ia melakukan kesalahan, tapi karena Ia menanggung akibat kesalahan kita. Tujuannya supaya kita, yang sebenarnya bersalah, bisa dibenarkan di dalam Dia. Ini bukan transaksi kecil. Ini pertukaran yang besar: dosa kita ditumpuk ke atas Dia, kebenaran-Nya diberikan kepada kita.
Alur Besarnya
Seluruh bab ini bermuara pada satu kata: pendamaian. Manusia terpisah dari Allah karena dosa, bukan Allah yang menjauh, tapi manusia yang lari. Sejak Taman Eden, cerita besar Alkitab adalah tentang Allah yang mencari jalan untuk membawa manusia kembali. Kristus adalah jalan itu. Salib bukan kecelakaan sejarah, tapi rencana yang disengaja: Yang tidak berdosa menanggung dosa, supaya yang berdosa bisa berdiri bersih di hadapan Allah.
Dan karena itu, orang yang percaya menjadi "ciptaan baru". Ini bukan slogan rohani kosong. Ini artinya sesuatu benar-benar berubah dalam dirimu, cara memandang dunia, cara memandang dirimu sendiri, cara memandang orang lain, semuanya diperbarui dari dalam.
Untukmu
Kamu hidup di dunia yang menilai berdasarkan tampilan luar, jumlah pengikut, prestasi, bentuk tubuh. Paulus berkata sesuatu yang berani: berhenti menilai dirimu dan orang lain seperti itu. Kalau kamu ada di dalam Kristus, identitasmu sudah ditetapkan, bukan oleh apa yang orang lihat, tapi oleh apa yang sudah Allah kerjakan.
Ayat 15 layak kamu renungkan lama-lama: "supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk Dia." Ini pertanyaan jujur untukmu: untuk siapa sebenarnya kamu hidup sekarang? Untuk citra dirimu, untuk validasi orang lain, atau untuk Kristus yang sudah mati bagimu?
Dan ingat, kamu adalah "duta Kristus". Bukan panggilan untuk menjadi sempurna atau religius secara berlebihan, tapi panggilan untuk membawa kabar bahwa Allah sudah membuka jalan pendamaian, di sekolahmu, di pertemananmu, di setiap tempat kamu berdiri.
Bahaslah Ini
Paulus berkata identitas sejati bukan soal keadaan lahiriah. Di bagian hidupmu yang mana kamu paling sering menilai dirimu sendiri berdasarkan tampilan luar, bukan berdasarkan apa yang sudah Allah kerjakan dalam Kristus?
Ayat 21 berbicara tentang pertukaran besar: Kristus menanggung dosa kita supaya kita dibenarkan. Kalau ini benar, apa yang berubah dalam cara kamu memandang kesalahan dan kegagalanmu sendiri?
Berdoa Bersama
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak menilai aku dari luar, tapi Engkau tahu isi hatiku. Terima kasih karena Yesus mau menanggung dosaku, supaya aku bisa berdiri bersih di hadapan-Mu. Ajar aku hidup bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk Dia yang sudah mati dan bangkit bagiku. Jadikan aku ciptaan baru yang sungguh, dari dalam sampai keluar. Amin.
Pertanyaan tentang 2 KORINTUS 5
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 2 KORINTUS 5?
Apa yang dikatakan 2 KORINTUS 5?
Apa yang 2 KORINTUS 5 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari 2 KORINTUS 5?
Mengapa 2 KORINTUS 5 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Dan, Dia telah mati bagi semua orang supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup bagi diri mereka sendiri, melainkan bagi Dia yang telah mati dan bangkit bagi mereka."
Perhatikan: Kristus mati bukan hanya supaya kamu selamat, tetapi supaya arah hidupmu berubah. Coba jujur hari ini, keputusan-keputusan kecilmu tadi, untuk siapa kamu ambil?
Sebab, jika kami tidak waras, itu adalah untuk Allah; jika kami waras, itu adalah untuk kamu." Paulus tidak sibuk membela diri ketika orang menyebutnya berlebihan. Ia hanya menunjuk arah: yang meluap-luap dipersembahkan kepada Allah, yang tenang dan tertata dipakai untuk menolong jemaat. Tidak ada sisa untuk dirinya sendiri. Ke mana arah semangatmu hari ini?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak