Untuk remaja usia 13 tahun ke atas

YESAYA 11

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)

Alkitab

Penjelasan

Sebelum pasal ini, Yesaya baru saja menggambarkan pohon-pohon besar yang ditebang, kesombongan Asyur yang dihancurkan seperti hutan yang habis dibabat. Yang tersisa hanya tunggul, batang pohon yang mati, tidak ada apa-apa lagi yang kelihatan hidup. Begitulah gambaran keluarga Daud pada saat itu: dinasti yang dulu berjaya, kini seperti pohon yang sudah ditebang habis.

Tapi Yesaya pasal 11 dimulai dengan kejutan. Dari batang yang mati itu, "sebuah tunas akan keluar." Bukan dari pohon yang masih berdiri gagah, tapi dari akar yang kelihatannya sudah tidak ada harapan. Di situlah Roh TUHAN akan berdiam, roh hikmat, pengertian, nasihat, kekuatan, pengetahuan, dan takut akan TUHAN. Tokoh ini akan menghakimi dengan cara yang berbeda dari penguasa mana pun: tidak berdasarkan apa yang tampak di mata atau apa yang didengar telinga-Nya, artinya tidak berdasarkan penampilan atau reputasi yang beredar. Ia membela orang miskin dengan kebenaran, dan kebenaran itu bukan jubah yang bisa dilepas, melainkan sabuk yang melekat di pinggang-Nya, bagian dari diri-Nya sendiri.

Lalu muncul gambaran yang hampir mustahil: serigala tinggal bersama domba, macan tutul berbaring bersama anak kambing, singa makan jerami seperti sapi, dan anak kecil memimpin binatang-binatang buas itu. Bahkan bayi bisa bermain di dekat lubang ular berbisa tanpa celaka. Semua ini terjadi karena satu alasan: bumi akan penuh dengan pengetahuan akan TUHAN, seperti air menutupi dasar laut.

Bagian terakhir pasal ini berbicara tentang pemulihan yang nyata dan politis: umat yang terserak di Asyur, Mesir, Elam, dan tempat-tempat lain akan dikumpulkan kembali. Permusuhan lama antara Efraim dan Yehuda akan berakhir. Ada jalan raya yang akan dibuka, mengingatkan pada saat umat Israel keluar dari Mesir dulu, seolah Allah mengulang mukjizat pembebasan itu sekali lagi.

Apa Artinya Ini?

Ini bukan sekadar puisi indah tentang dunia yang damai. Ini adalah jawaban Allah atas keputusasaan nyata. Bangsa itu sedang menyaksikan kekuatan besar dihancurkan, dan mungkin bertanya-tanya apakah harapan mereka juga ikut hancur. Yesaya berkata: dari yang kelihatan mati, Allah akan menumbuhkan hidup baru. Itu pola yang akan kita temui berulang kali dalam Alkitab, dan justru karena itulah ini penting untukmu. Hidupmu, imanmu, keluargamu, mungkin ada bagian yang terasa seperti tunggul yang mati. Yesaya tidak menjanjikan bahwa keadaan akan langsung terlihat bagus. Dia menjanjikan bahwa dari situ, justru dari situ, sesuatu bisa tumbuh.

Yang juga mengganggu secara positif adalah cara Sang Tunas ini menghakimi. Dunia kita, dan mungkin duniamu secara khusus, sangat cepat menilai orang dari apa yang terlihat, dari feed media sosial, dari gosip, dari reputasi yang terlanjur melekat pada seseorang. Tokoh yang dijanjikan di sini justru menolak logika itu. Ia melihat lebih dalam. Bagi orang miskin dan yang tidak diperhitungkan, itu bukan ancaman, itu kabar baik.

Benang Merah

Perjanjian Baru dengan jelas mengaitkan Sang Tunas ini dengan Yesus Kristus. Silsilah-Nya ditelusuri sampai ke Daud, sampai ke Isai, persis akar yang disebut di sini. Saat Yesus dibaptis, Roh Kudus turun atas-Nya, gema langsung dari ayat kedua pasal ini: roh hikmat, kekuatan, pengetahuan, takut akan TUHAN. Sepanjang pelayanan-Nya, Ia membela orang miskin, makan bersama orang yang dianggap kotor oleh masyarakat, dan menolak menghakimi orang berdasarkan status atau penampilan.

Tapi perhatikan, dunia serigala dan domba yang hidup damai itu belum terwujud penuh. Perang masih ada, predator dalam bentuk manusia maupun sistem masih memangsa yang lemah. Ini bagian penting untuk kamu pahami dengan jujur: janji Yesaya belum selesai digenapi. Kita hidup di antara kedatangan pertama Kristus, yang membawa benih kerajaan ini, dan kedatangan-Nya yang kedua, saat semuanya akan digenapi sepenuhnya, seperti yang digambarkan dalam Wahyu tentang langit dan bumi baru. Iman bukan berarti pura-pura dunia sudah damai. Iman berarti percaya bahwa arah sejarah sedang menuju ke sana, meski jalannya belum selesai.

Untukmu

Ada dua hal yang bisa kamu bawa dari sini. Pertama, kalau ada bagian hidupmu yang terasa seperti tunggul mati, entah itu keluarga yang berantakan, kegagalan yang membuatmu merasa tidak ada harapan lagi, atau iman yang terasa kering, teks ini tidak menyuruhmu berpura-pura baik-baik saja. Teks ini mengatakan bahwa Allah biasa bekerja justru dari titik yang kelihatan mati.

Kedua, coba perhatikan caramu menilai orang lain, dan caramu takut dinilai orang lain. Berapa sering kamu menghakimi seseorang hanya dari apa yang terlihat di layar, atau dari cerita yang kamu dengar tentang mereka? Sang Tunas ini menolak logika itu. Jika kamu ingin hidup seperti Kristus, itu berarti belajar melihat orang lebih dalam daripada sekadar penampilan atau reputasi, dan itu jauh lebih sulit daripada kedengarannya.

Bahas Bareng

Di bagian hidupmu yang mana kamu merasa seperti "tunggul mati", dan apakah kamu percaya Allah masih bisa menumbuhkan sesuatu dari situ?

Ceritakan satu situasi ketika kamu menghakimi seseorang hanya dari penampilan atau gosip, bukan dari siapa dia sebenarnya. Apa yang berubah kalau kamu mencoba melihat seperti Sang Tunas ini melihat?

Berdoa Bersama

Tuhan, kadang hidup kami terasa seperti batang yang sudah ditebang, tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Terima kasih karena Engkau adalah Allah yang menumbuhkan kehidupan dari yang kelihatan mati. Ajar kami untuk melihat orang lain seperti Engkau melihat, tidak hanya dari luar, dan berikan kami keberanian untuk menantikan dunia-Mu yang penuh damai, sambil hidup sebagai tanda kecil dari damai itu sekarang. Dalam nama Yesus, Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YESAYA 11

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YESAYA 11?
Sebelum pasal ini, Yesaya baru saja menggambarkan pohon-pohon besar yang ditebang, kesombongan Asyur yang dihancurkan seperti hutan yang habis dibabat. Yang tersisa hanya tunggul, batang pohon yang mati, tidak ada apa-apa lagi yang kelihatan hidup. Begitulah gambaran keluarga Daud pada saat itu: dinasti yang dulu berjaya, kini seperti pohon yang sudah ditebang habis.
Apa yang dikatakan YESAYA 11?
Bagian terakhir pasal ini berbicara tentang pemulihan yang nyata dan politis: umat yang terserak di Asyur, Mesir, Elam, dan tempat-tempat lain akan dikumpulkan kembali. Permusuhan lama antara Efraim dan Yehuda akan berakhir. Ada jalan raya yang akan dibuka, mengingatkan pada saat umat Israel keluar dari Mesir dulu, seolah Allah mengulang mukjizat pembebasan itu sekali lagi.
Apa yang YESAYA 11 ajarkan tentang Tuhan?
Perjanjian Baru dengan jelas mengaitkan Sang Tunas ini dengan Yesus Kristus. Silsilah-Nya ditelusuri sampai ke Daud, sampai ke Isai, persis akar yang disebut di sini. Saat Yesus dibaptis, Roh Kudus turun atas-Nya, gema langsung dari ayat kedua pasal ini: roh hikmat, kekuatan, pengetahuan, takut akan TUHAN.
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YESAYA 11?
Kedua, coba perhatikan caramu menilai orang lain, dan caramu takut dinilai orang lain. Berapa sering kamu menghakimi seseorang hanya dari apa yang terlihat di layar, atau dari cerita yang kamu dengar tentang mereka? Sang Tunas ini menolak logika itu.
Mengapa YESAYA 11 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tuhan, kadang hidup kami terasa seperti batang yang sudah ditebang, tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Terima kasih karena Engkau adalah Allah yang menumbuhkan kehidupan dari yang kelihatan mati. Ajar kami untuk melihat orang lain seperti Engkau melihat, tidak hanya dari luar, dan berikan kami keberanian untuk menantikan dunia-Mu yang penuh damai, sambil hidup sebagai tanda kecil dari damai itu sekarang.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 2

Perhatikan di mana daftar itu berakhir: bukan pada hikmat atau keperkasaan, melainkan pada "Roh pengetahuan dan takut akan TUHAN." Hikmat yang tidak berlutut hanya menjadi kepintaran yang berbahaya. Tunas kecil dari tunggul Isai itu kuat justru karena Dia hidup dalam hormat kepada Bapa. Bagaimana dengan kepandaianmu hari ini?

Wawasan Editorial pada ayat 11

Pada hari itu, Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya untuk kedua kalinya untuk memperoleh kembali sisa umat-Nya." Kedua kalinya. Allah tidak berhenti setelah satu kali menyelamatkan. Dan Dia menyebut satu per satu tempat orang-orang-Nya tercerai: Asyur, Mesir, Elam, pulau-pulau di laut. Sejauh apa pun kamu terdampar sekarang, tempat itu ada dalam daftar-Nya.

Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?

Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).

Buka di alat Alkitab Anak