Untuk remaja usia 13 tahun ke atas

YESAYA 21

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)

Alkitab

Penjelasan

Pasal ini berisi tiga "pesan ilahi", tiga beban berat yang harus dipikul nabi Isaiah untuk disampaikan. Yang pertama tentang "padang belantara di tepi laut", sebuah sebutan tersamar untuk Babel, kerajaan besar yang pada masanya tampak tak terkalahkan. Isaiah melihat kehancurannya datang seperti angin puting beliung dari padang belantara, tiba-tiba dan tak terhindarkan.

Yang menarik, nabi ini bukan sekadar penyampai berita netral. Ia mengalami penglihatan itu di dalam tubuhnya sendiri. Pinggangnya sakit, ia gemetar, ia terbungkuk seperti perempuan yang hendak melahirkan. Malam yang seharusnya membawa istirahat justru berubah menjadi ketakutan. Ini bukan berita yang enak disampaikan, dan Isaiah tidak berpura-pura bahwa itu enak.

Lalu ada gambaran seorang pengawal yang ditempatkan di menara, siang dan malam, untuk mengamati apa yang datang dari kejauhan. Ketika pasukan berkereta akhirnya terlihat, ia berteriak: "Sudah jatuh! Sudah jatuh Babel!" Berhala-berhala yang selama ini disembah hancur berserakan di tanah. Kabar ini disampaikan kepada bangsa Israel yang digambarkan seperti gandum yang sedang diirik, ditumbuk dan dihancurkan penderitaan.

Pesan kedua, tentang Duma (wilayah Edom), jauh lebih singkat dan lebih misterius. Seseorang berteriak dari Seir, "sudah selarut apakah malam ini?" Dua kali ia bertanya, seolah putus asa ingin tahu kapan penderitaan ini berakhir. Jawaban pengawal justru ambigu: "Pagi datang, dan demikian juga malam." Tidak ada kepastian penuh. Yang ditawarkan hanyalah, "kalau kamu ingin bertanya, datanglah lagi."

Pesan ketiga tentang Arabia menggambarkan kafilah-kafilah Dedan yang harus bermalam di semak belukar, melarikan diri dari pedang dan pertempuran. Penduduk Tema diperintahkan menyambut para pelarian itu dengan air dan roti. Ini gambaran pengungsian yang nyata, orang-orang yang kehilangan rumah karena perang, dan orang lain yang dipanggil untuk berbelas kasih kepada mereka. Kemuliaan Kedar, yang dulu dikenal karena para pemanahnya yang tangguh, dinubuatkan akan berakhir dalam waktu singkat, hanya setahun.

Apa Artinya Ini?

Pasal ini berbicara tentang kekuasaan besar yang runtuh dan tentang manusia yang menderita di tengah kekacauan sejarah. Babel yang megah, dengan segala berhalanya, ternyata rapuh. Kedar yang perkasa akan lenyap dalam waktu singkat. Tidak ada kerajaan manusia yang abadi, betapapun ia tampak kokoh hari ini.

Tapi yang lebih dalam lagi, pasal ini jujur tentang beratnya menjadi orang yang melihat dan mengetahui kebenaran itu. Isaiah tidak menikmati penglihatannya. Ia gemetar, ia sakit, ia tidak bisa tidur. Iman yang jujur tidak selalu membuatmu tenang. Kadang mengetahui kebenaran justru membuatmu terguncang, karena kebenaran itu menyangkut penderitaan orang lain, kehancuran yang nyata, bukan sekadar teori.

Dan jawaban pengawal kepada Duma, "pagi datang, dan demikian juga malam", adalah salah satu baris paling jujur dalam Kitab Suci tentang bagaimana rasanya menunggu. Tidak semua pertanyaanmu akan dijawab tuntas sekarang. Kadang jawabannya adalah: teruslah bertanya, teruslah datang kembali kepada Tuhan.

Benang Merah

Seluruh pasal ini berbicara tentang penghakiman Allah atas kuasa-kuasa dunia yang menindas, dan tentang kesetiaan-Nya kepada umat-Nya yang tertindas seperti gandum diirik. Kelak dalam Kitab Wahyu, seruan "sudah jatuh, sudah jatuh Babel" muncul lagi, kali ini menggambarkan kejatuhan akhir segala sistem dunia yang menentang Allah, digenapi sepenuhnya lewat karya Yesus Kristus yang menang atas dosa dan kuasa gelap.

Yesus sendiri pernah menangis melihat Yerusalem, gemetar hati-Nya di Getsemani menghadapi apa yang harus Ia tanggung. Dia tidak asing dengan beban yang dipikul Isaiah, hati yang cemas karena melihat penderitaan yang akan datang. Dan seperti pengawal yang menjawab dengan jujur "pagi datang, dan demikian juga malam", Yesus mengajarkan kita untuk hidup di antara yang "sudah" dan yang "belum", pagi kemenangan-Nya sudah pasti datang, tapi malam penderitaan dunia belum sepenuhnya berlalu.

Untukmu

Kamu hidup di dunia yang penuh berita buruk, perang, krisis, ketidakpastian yang terus berganti di layar ponselmu. Wajar jika kadang hatimu ikut gemetar seperti hati Isaiah. Kamu tidak harus berpura-pura tenang menghadapi semua itu. Kejujuran akan rasa cemas bukan tanda kurang iman, itu tanda kamu manusia yang peka terhadap kenyataan.

Tapi pasal ini juga mengajakmu jadi seperti penduduk Tema, orang yang membawa air dan roti bagi mereka yang lari dari pertempuran. Di zamanmu, itu berarti peduli sungguh-sungguh kepada pengungsi, kepada orang yang kehilangan segalanya karena konflik yang bukan salah mereka. Iman yang sejati tidak berhenti pada perasaan cemas, ia bergerak menjadi tindakan nyata bagi orang yang menderita.

Dan ketika kamu bertanya kepada Tuhan "sudah selarut apakah malam ini", sudah berapa lama lagi aku harus menunggu jawaban, menunggu pemulihan, menunggu kejelasan, izinkan dirimu menerima jawaban yang tidak sempurna. Pagi akan datang. Tapi kadang kamu harus datang lagi, dan lagi, kepada Tuhan yang tetap setia menjaga menara-Nya sepanjang malam.

Mari Bicarakan

Pernahkah kamu merasa berat karena mengetahui atau melihat sesuatu yang benar, tapi kebenaran itu justru membuatmu gelisah, bukan tenang? Bagaimana kamu menghadapinya?

Jawaban pengawal "pagi datang, dan demikian juga malam" tidak memberi kepastian penuh. Bagaimana perasaanmu jika Tuhan menjawab pertanyaanmu dengan cara seperti itu, dan apa yang membuatmu tetap mau datang lagi kepada-Nya?

Berdoa Bersama

Tuhan, kadang dunia ini terasa penuh kegelapan dan aku tidak selalu mengerti kapan malam ini akan berakhir. Ajari aku jujur seperti Isaiah, boleh gemetar, boleh cemas, tapi tetap datang kepada-Mu. Buat hatiku peka pada mereka yang lari dari penderitaan, dan berilah aku keberanian untuk membawa air dan roti bagi mereka. Aku percaya pagi-Mu pasti tiba. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YESAYA 21

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YESAYA 21?
Pasal ini berisi tiga "pesan ilahi", tiga beban berat yang harus dipikul nabi Isaiah untuk disampaikan. Yang pertama tentang "padang belantara di tepi laut", sebuah sebutan tersamar untuk Babel, kerajaan besar yang pada masanya tampak tak terkalahkan. Isaiah melihat kehancurannya datang seperti angin puting beliung dari padang belantara, tiba-tiba dan tak terhindarkan.
Apa yang dikatakan YESAYA 21?
Pesan kedua, tentang Duma (wilayah Edom), jauh lebih singkat dan lebih misterius. Seseorang berteriak dari Seir, "sudah selarut apakah malam ini?" Dua kali ia bertanya, seolah putus asa ingin tahu kapan penderitaan ini berakhir. Jawaban pengawal justru ambigu: "Pagi datang, dan demikian juga malam.
Apa yang YESAYA 21 ajarkan tentang Tuhan?
Tapi yang lebih dalam lagi, pasal ini jujur tentang beratnya menjadi orang yang melihat dan mengetahui kebenaran itu. Isaiah tidak menikmati penglihatannya. Ia gemetar, ia sakit, ia tidak bisa tidur. Iman yang jujur tidak selalu membuatmu tenang. Kadang mengetahui kebenaran justru membuatmu terguncang, karena kebenaran itu menyangkut penderitaan orang lain, kehancuran yang nyata, bukan sekadar teori.
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YESAYA 21?
Yesus sendiri pernah menangis melihat Yerusalem, gemetar hati-Nya di Getsemani menghadapi apa yang harus Ia tanggung. Dia tidak asing dengan beban yang dipikul Isaiah, hati yang cemas karena melihat penderitaan yang akan datang.
Mengapa YESAYA 21 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Dan ketika kamu bertanya kepada Tuhan "sudah selarut apakah malam ini", sudah berapa lama lagi aku harus menunggu jawaban, menunggu pemulihan, menunggu kejelasan, izinkan dirimu menerima jawaban yang tidak sempurna. Pagi akan datang. Tapi kadang kamu harus datang lagi, dan lagi, kepada Tuhan yang tetap setia menjaga menara-Nya sepanjang malam.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 17

Kedar dikenal karena panahnya. Busur mereka ditakuti di padang gurun. Namun firman ini terdengar begitu singkat: "sisa jumlah para pemanah, yaitu para pahlawan keturunan Kedar, akan berkurang." Kekuatan yang kaubanggakan bisa menipis tanpa suara. Kalau busurmu patah hari ini, siapa yang masih kaupegang?

Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?

Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).

Buka di alat Alkitab Anak