Untuk remaja usia 13 tahun ke atas

YESAYA 23

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)

Alkitab

Penjelasan

Tirus adalah kota pelabuhan yang paling kaya di dunia kuno. Letaknya di pesisir Laut Tengah, sebagian di atas pulau karang, hampir tidak bisa ditembus musuh. Kapal-kapalnya berlayar sampai Tarsis, ujung paling barat yang dikenal orang waktu itu, membawa pulang perak, besi, barang mewah. Sidon, kota tetangganya, juga hidup dari laut yang sama. Bersama-sama mereka menguasai jalur dagang dunia. Mereka bukan bangsa Israel, mereka tidak menyembah Tuhan, tapi mereka berkuasa karena uang dan kapal.

Pasal ini adalah nyanyian ratapan atas keruntuhan kota itu. Yesaya menyuruh kapal-kapal Tarsis menangis sebab pelabuhan rumah mereka sudah hancur, tidak ada lagi tempat berlabuh. Berita itu menyebar dari Siprus, lalu sampai ke Mesir, dan semua gemetar. Yang menarik, penyebab kehancuran ini bukan kebetulan. Ayat 9 berkata jelas: Tuhan semesta alamlah yang merencanakannya, untuk merendahkan segala kebanggaan dan keindahan yang congkak itu. Tirus jatuh bukan karena nasib buruk, tapi karena Tuhan ikut campur dalam sejarah bangsa-bangsa, bahkan bangsa yang tidak mengenal-Nya sekalipun.

Lalu muncul gambaran yang aneh dan berani: Tirus digambarkan seperti pelacur yang dilupakan, yang setelah tujuh puluh tahun harus kembali memetik kecapi di jalanan supaya orang mengingatnya lagi, lalu kembali berdagang dengan segala bangsa seperti sundal yang kembali ke pelanggannya. Bahasa ini keras sengaja. Perdagangan Tirus yang tak kenal batas, yang menjual apa saja demi untung, disamakan dengan pelacuran. Tapi di ayat terakhir terjadi sesuatu yang mengejutkan: penghasilan Tirus itu nanti akan disisihkan bagi Tuhan, menjadi makanan dan pakaian bagi orang-orang yang hidup di hadirat-Nya. Kekayaan yang kotor itu, pada akhirnya, bisa dipakai untuk hal yang kudus.

Apa Artinya Ini?

Pasal ini bicara tentang sesuatu yang mungkin belum pernah kamu pikirkan serius: bahwa Tuhan punya rencana atas bangsa-bangsa yang bahkan tidak mengenal-Nya. Tirus bukan Israel. Mereka tidak berdoa kepada Tuhan, tidak membaca Taurat, hidup mereka seluruhnya soal untung rugi, pelabuhan, dan kapal. Tapi Yesaya menulis bahwa kejatuhan mereka tetap ada di tangan Tuhan. Ini bukan soal Tuhan membenci mereka begitu saja, ini soal kesombongan. Ayat 9 bilang: untuk menajiskan kebanggaan semua keindahan, untuk merendahkan semua yang terhormat di bumi. Tirus bangga pada dirinya sendiri, pada kekayaannya, pada posisinya sebagai pusat dunia. Dan kesombongan semacam itu, di mana pun ditemukan, tidak bisa berdiri selamanya di hadapan Tuhan yang semesta alam.

Tapi perhatikan, pasal ini tidak berakhir dengan kehancuran total. Ada pemulihan setelah tujuh puluh tahun, ada bahasa dagang yang kembali, dan di ujungnya ada sesuatu yang tak terduga: hasil kerja Tirus dipersembahkan bagi Tuhan. Bahkan kekayaan yang lahir dari ambisi dan keserakahan, pada akhirnya bisa diubah menjadi berkat bagi orang yang menyembah Tuhan. Itu bukan kebetulan. Itu menunjukkan siapa Tuhan sebenarnya: Dia tidak cuma menghukum, Dia juga menebus bahkan hal-hal yang rusak.

Benang Merah

Yesaya menulis pasal demi pasal tentang bangsa-bangsa di sekitar Israel, Babel, Moab, Mesir, Tirus, semuanya dihakimi karena kesombongan mereka. Tapi di tengah semua penghakiman itu ada satu pola yang terus muncul: Tuhan bukan hanya Tuhan Israel, Dia Tuhan atas segala bangsa, atas laut, atas kerajaan-kerajaan yang paling perkasa sekalipun. Ayat 11 bilang Dia merentangkan tangan-Nya atas laut dan membuat kerajaan-kerajaan gemetar. Ini gambaran kekuasaan yang jauh lebih besar dari sekadar urusan agama satu bangsa.

Dalam Perjanjian Baru, kita melihat gambaran ini memuncak dalam Yesus Kristus, yang namanya disebut di atas segala nama, yang kepada-Nya setiap lutut akan bertelut, bukan hanya lutut orang Israel, tapi segala bangsa. Yesus menunjukkan kuasa yang sama atas laut, waktu Dia meredakan badai dengan satu kata, murid-murid-Nya bertanya, siapakah orang ini, sampai-sampai angin dan danau pun taat kepada-Nya. Tuhan yang merentangkan tangan-Nya atas laut di Yesaya 23 adalah Tuhan yang sama yang berjalan di atas air di Perjanjian Baru. Dan pemulihan Tirus, di mana hasil dagangnya yang kotor akhirnya dipersembahkan bagi Tuhan, adalah bayangan kecil dari rencana besar Tuhan menebus bahkan yang paling rusak, termasuk kita.

Untuk Kamu

Kamu mungkin hidup di dunia yang mirip Tirus: dunia yang menilai orang dari pencapaian, dari followers, dari seberapa jauh kamu bisa "berlayar" dan seberapa besar hasil yang kamu bawa pulang. Ambisi itu sendiri bukan dosa, tapi pasal ini mengingatkan bahwa kebanggaan yang berdiri sendiri, tanpa Tuhan, pada akhirnya akan diruntuhkan. Pertanyaannya bukan apakah kamu punya kekayaan, pengaruh, atau prestasi, tapi apa yang kamu lakukan dengan semua itu. Tirus akhirnya belajar menyisihkan hasil kerjanya bagi Tuhan. Itu tawaran yang sama untukmu: segala kemampuan, uang, waktu, bahkan ambisimu, bisa diarahkan untuk sesuatu yang lebih besar dari dirimu sendiri.

Mari Bicarakan

Apa yang kamu kejar paling keras sekarang, uang, nilai, pengakuan orang lain, dan apa yang akan terjadi pada hidupmu kalau hal itu tiba-tiba direnggut, seperti yang terjadi pada Tirus?

Tuhan dalam pasal ini berkuasa atas bangsa yang tidak mengenal-Nya. Apa artinya itu buat caramu memandang orang-orang di sekitarmu yang belum percaya, atau bahkan buat dirimu sendiri kalau kamu sedang ragu?

Berdoa Bersama

Tuhan, Engkau berkuasa atas laut yang paling luas dan kerajaan yang paling perkasa, dan Engkau juga tahu persis apa yang kukejar di hidupku hari ini. Tunjukkan kalau ada kesombongan yang kupelihara diam-diam. Ajar aku menyerahkan hasil kerja dan ambisiku kepada-Mu, supaya semuanya bisa jadi berkat, bukan berhala. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YESAYA 23

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YESAYA 23?
Tirus adalah kota pelabuhan yang paling kaya di dunia kuno. Letaknya di pesisir Laut Tengah, sebagian di atas pulau karang, hampir tidak bisa ditembus musuh. Kapal-kapalnya berlayar sampai Tarsis, ujung paling barat yang dikenal orang waktu itu, membawa pulang perak, besi, barang mewah.
Apa yang dikatakan YESAYA 23?
Lalu muncul gambaran yang aneh dan berani: Tirus digambarkan seperti pelacur yang dilupakan, yang setelah tujuh puluh tahun harus kembali memetik kecapi di jalanan supaya orang mengingatnya lagi, lalu kembali berdagang dengan segala bangsa seperti sundal yang kembali ke pelanggannya.
Apa yang YESAYA 23 ajarkan tentang Tuhan?
Tapi perhatikan, pasal ini tidak berakhir dengan kehancuran total. Ada pemulihan setelah tujuh puluh tahun, ada bahasa dagang yang kembali, dan di ujungnya ada sesuatu yang tak terduga: hasil kerja Tirus dipersembahkan bagi Tuhan. Bahkan kekayaan yang lahir dari ambisi dan keserakahan, pada akhirnya bisa diubah menjadi berkat bagi orang yang menyembah Tuhan.
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YESAYA 23?
Dalam Perjanjian Baru, kita melihat gambaran ini memuncak dalam Yesus Kristus, yang namanya disebut di atas segala nama, yang kepada-Nya setiap lutut akan bertelut, bukan hanya lutut orang Israel, tapi segala bangsa. Yesus menunjukkan kuasa yang sama atas laut, waktu Dia meredakan badai dengan satu kata, murid-murid-Nya bertanya, siapakah orang ini, sampai-sampai angin dan danau pun taat kepada-Nya.
Mengapa YESAYA 23 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Apa yang kamu kejar paling keras sekarang, uang, nilai, pengakuan orang lain, dan apa yang akan terjadi pada hidupmu kalau hal itu tiba-tiba direnggut, seperti yang terjadi pada Tirus?

Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?

Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).

Buka di alat Alkitab Anak