LUKAS 10
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
Penjelasan
Pasal ini dibuka dengan Yesus mengutus tujuh puluh orang pengikut, bukan hanya dua belas murid-Nya yang paling dekat, untuk pergi berdua-dua mendahului-Nya ke kota-kota yang akan Ia kunjungi. Instruksinya keras dan aneh: jangan bawa kantong uang, tas, atau sandal cadangan, jangan buang waktu menyapa orang di jalan. Mereka diutus seperti anak domba di tengah kawanan serigala, bukan metafora yang menenangkan. Mereka harus bergantung penuh pada orang-orang yang akan menerima mereka, membawa damai sejahtera, menyembuhkan yang sakit, dan mengumumkan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Tapi Yesus juga realistis: tidak semua orang akan menyambut. Bagi kota yang menolak, Ia menyuruh mengebaskan debu dari kaki, sebuah tanda penghakiman, bukan dendam pribadi. Lalu Ia mengucapkan celaka atas Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum, kota-kota yang sudah melihat mukjizat-Nya tapi tetap menolak bertobat. Ini bagian yang tidak nyaman untuk dibaca, dan memang seharusnya begitu.
Ketika ketujuh puluh orang itu kembali, mereka bersukacita karena setan-setan pun tunduk pada mereka. Yesus menanggapi dengan kalimat yang luar biasa, Ia melihat Iblis jatuh dari langit seperti kilat, lalu Ia mengoreksi arah sukacita mereka: jangan bersukacita karena kuasa, tapi karena nama mereka tertulis di surga. Setelah itu Yesus berdoa dengan penuh syukur, bahwa Bapa menyembunyikan hal-hal ini dari orang bijaksana dan cerdas, tapi menyatakannya kepada bayi-bayi.
Lalu muncul seorang ahli Taurat yang mencoba menjebak Yesus dengan pertanyaan tentang hidup kekal. Jawaban Yesus memutar pertanyaan itu kembali kepadanya, dan ia sendiri menjawab dengan benar: kasihi Allah dengan segenap dirimu, dan kasihi sesamamu seperti dirimu sendiri. Tapi karena ia ingin membenarkan dirinya, ia bertanya lagi, siapa sesamaku. Yesus menjawab dengan cerita tentang seorang yang dirampok dan dipukuli, dilewati oleh imam dan orang Lewi, tapi ditolong oleh orang Samaria, kelompok yang dibenci orang Yahudi pada masa itu. Orang Samaria itu bukan hanya menolong sekilas, ia membalut luka, membawa korban ke penginapan, membayar perawatannya, dan berjanji akan kembali.
Pasal ini ditutup dengan kunjungan Yesus ke rumah Marta dan Maria. Marta sibuk melayani, Maria duduk mendengarkan. Ketika Marta mengeluh, Yesus tidak membelanya, tapi justru berkata bahwa Maria telah memilih bagian yang lebih baik.
Apa Artinya Ini?
Satu benang merah mengikat semua adegan ini: siapa yang benar-benar mendengarkan Yesus. Para utusan diminta percaya penuh, bahkan ketika tidak membawa bekal apa pun. Ahli Taurat tahu hukum di luar kepala, tapi tidak benar-benar melakukannya sampai ia terpaksa mengakui sendiri jawabannya. Marta sibuk bekerja untuk Yesus, tapi Maria memilih duduk bersama-Nya. Yesus tidak sedang menilai siapa yang paling rajin atau paling pintar secara teologis. Ia sedang menilai siapa yang benar-benar membuka diri terhadap-Nya, bukan sekadar menggunakan-Nya untuk membenarkan dirinya sendiri atau menyibukkan diri di sekitar-Nya tanpa pernah benar-benar mendekat.
Perumpamaan orang Samaria juga menolak jawaban yang nyaman. Ahli Taurat ingin batas yang jelas, siapa yang wajib kukasihi dan siapa yang boleh kuabaikan. Yesus tidak memberi batas, Ia memberi gambaran tentang kasih yang bertindak nyata, lintas kebencian sosial, lintas kenyamanan pribadi, sampai tuntas.
Benang Merah
Seluruh pasal ini berputar di sekitar satu kenyataan, Kerajaan Allah sudah dekat dalam diri Yesus sendiri. Para pengikut diutus bukan membawa program sosial, tapi membawa kabar bahwa Allah sendiri sedang datang mendekat lewat Yesus. Itu sebabnya menolak mereka sama dengan menolak Yesus, dan menolak Yesus sama dengan menolak Bapa yang mengutus-Nya. Yesus juga mengatakan bahwa Ia melihat Iblis jatuh, tanda bahwa kuasa kegelapan sedang ditaklukkan lewat karya-Nya. Kasih kepada Allah dan sesama yang dituntut hukum Taurat, yang sejak dulu tidak pernah benar-benar bisa dipenuhi manusia, justru digenapi dalam diri Yesus sendiri, yang akan menjadi sesama bagi orang yang terluka, yang akan membalut luka dunia dengan tubuh-Nya sendiri. Dan sukacita sejati, seperti yang Ia tunjukkan pada murid-murid-Nya, bukan karena kita berhasil melakukan sesuatu yang hebat untuk Allah, tapi karena nama kita sudah tertulis di surga, karena Allah lebih dulu memilih kita.
Untukmu
Ada bagian dari dirimu yang mungkin lebih mirip Marta daripada Maria, sibuk membuktikan diri, sibuk melayani, sibuk ingin terlihat benar di hadapan Allah atau orang lain, seperti ahli Taurat yang ingin membenarkan dirinya. Pertanyaannya bukan apakah kamu rajin, tapi apakah kamu benar-benar duduk dan mendengarkan Yesus, membiarkan diri-Nya mengganggu kenyamananmu. Dan ketika kamu melihat seseorang yang terluka, entah di media sosial, di sekolah, atau tetanggamu sendiri, pertanyaan sejatinya bukan apakah dia layak kamu tolong, tapi apakah kamu mau berhenti seperti orang Samaria itu, ketika orang lain memilih lewat di sisi jalan yang lain.
Diskusikan
Dalam hidupmu sekarang, kamu lebih sering menjadi Marta yang sibuk atau Maria yang duduk mendengarkan? Apa yang membuatmu sulit memilih yang kedua?
Siapa orang yang paling sulit kamu anggap sebagai "sesama" dalam hidupmu, dan apa yang menghalangimu untuk bertindak seperti orang Samaria terhadap mereka?
Berdoa Bersama
Tuhan, kami sering sibuk membuktikan diri atau mencari batas aman untuk kasih kami. Ajar kami untuk duduk dekat Engkau lebih dulu, mendengarkan sebelum bertindak, dan memberi kasih tanpa batas seperti orang Samaria itu. Terima kasih karena nama kami sudah tertulis di surga bukan karena kami hebat, tapi karena Engkau lebih dulu memilih kami. Amin.
Pertanyaan tentang LUKAS 10
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah LUKAS 10?
Apa yang dikatakan LUKAS 10?
Apa yang LUKAS 10 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari LUKAS 10?
Mengapa LUKAS 10 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Mereka ditolak, tetapi pesannya tidak berubah: "Akan tetapi, ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat." Debu dikebaskan, pintu tertutup, dan kabar itu tetap diucapkan. Penolakanmu tidak membuat Allah menjauh. Yang mengerikan justru ini: berapa kali Dia sudah berdiri sedekat itu, dan kamu memilih tidak membuka?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak