1 RAJA-RAJA 17:13
The Text
Perempuan itu baru saja mengucapkan kalimat paling putus asa dalam seluruh pasal ini: segenggam tepung, sedikit minyak, dua potong kayu, lalu mati. Dan tanggapan Elia terdengar nyaris kejam. Ia tidak membantah hitungan perempuan itu, tidak mengatakan bahwa keadaannya sebenarnya tidak seburuk itu. Ia berkata, "Jangan takut," lalu justru meminta bagiannya lebih dahulu: "buatlah dahulu untukku sepotong roti kecil dari apa yang ada di sana dan bawalah kepadaku. Setelah itu, buatlah untukmu dan untuk anak laki-lakimu." Urutan itulah intinya. Bukan "berbagilah," bukan "sisakan sedikit untukku," melainkan: yang terakhir yang kaumiliki, serahkan dulu. Baru sesudah itu ayat 14 menyusul dengan janjinya, dan janji itu datang terlambat satu langkah, sesudah permintaannya, bukan sebelumnya.
The Core
"Jangan takut" adalah sapaan khas utusan Allah, dan di mana pun kalimat itu jatuh dalam Alkitab, ia hampir selalu disusul oleh tuntutan yang masuk akal untuk ditakuti. Abraham mendengarnya sebelum diminta mempercayai keturunan yang belum ada; Maria mendengarnya sebelum hidupnya dibongkar. Elia tidak menyuruh perempuan ini menenangkan diri; ia menyuruhnya memindahkan dasar hidupnya dari isi tempayan kepada firman yang baru saja diucapkan. Di sini terlihat bagaimana Allah bekerja: Ia jarang mengisi tempayan dulu lalu meminta kemudian. Ia meminta lebih dahulu, dan kecukupan itu lahir di dalam ketaatan, bukan sebelumnya. Itu sebabnya ayat ini bukan pelajaran tentang kemurahan hati manusia, melainkan tentang karakter Allah yang mengikat diri pada firman-Nya sendiri, dan yang sanggup menanggung risiko yang Ia bebankan kepada orang miskin.
The Common Thread
Yesus sendiri yang menarik garis dari kisah ini ke pelayanan-Nya. Di sinagoge Nazaret Ia mengingatkan bahwa pada masa kelaparan itu ada banyak janda di Israel, tetapi Elia tidak diutus kepada seorang pun dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan di Sarfat, di wilayah Sidon, tanah asal Izebel. Kota itu bukan netral; dari sanalah penyembahan Baal masuk ke Israel. Allah memberi makan nabi-Nya di dapur musuh teologisnya, dan justru di situlah nama "TUHAN, Allah Israel" terbukti benar. Pola ini tidak pernah hilang lagi: anugerah menembus batas yang kita anggap tertutup, dan sering kali orang luar yang lebih dahulu mempercayainya. Ketika Yesus mengatakan hal itu, pendengar-Nya marah sampai hendak membunuh-Nya. Kisah tepung dan minyak ternyata lebih tajam daripada kesan manisnya.
The Mirror
Perhitungan perempuan itu sangat modern. Ia tahu persis berapa sisa yang ada, ia tahu berapa lama itu cukup, dan ia sudah menyiapkan kesimpulannya: "lalu kami akan mati." Kita melakukan hal yang sama dengan saldo rekening, dengan sisa cuti, dengan tenaga yang tinggal sedikit di hari Rabu. Dan masalahnya bukan bahwa hitungan itu salah; hitungan itu benar. Yang diminta Elia bukan optimisme, melainkan keberanian membuat lubang di dalam hitungan yang benar itu, memberi sebelum ada bukti bahwa sisanya akan cukup. Janda miskin yang memasukkan dua peser ke peti persembahan melakukan hal yang sama, dan Yesus memuji dia bukan karena jumlahnya, melainkan karena ia memberi dari kekurangannya. Hari ini, sebelum kamu menghitung sisa bulan ini, kirimkan sejumlah uang kepada satu orang yang kamu tahu sedang kesulitan, dan jangan beri tahu siapa pun.
The Main Character
Elia berdiri di gerbang kota sebagai orang yang juga sedang kelaparan. Sungai Kerit sudah kering; ia kehilangan sumber airnya sendiri. Ia tidak datang sebagai dermawan, melainkan sebagai peminta. Dan justru itulah yang membuat permintaannya tidak sinis: ia menuntut perempuan itu mempertaruhkan apa yang juga ia pertaruhkan. Nabi ini hidup dari satu hal saja, yaitu firman yang menyuruhnya pergi, bersembunyi, bangkit, berjalan. Ia telah diberi makan oleh burung gagak, binatang najis menurut hukum Taurat, dan sekarang oleh perempuan kafir. Allah terus-menerus menyuapinya dari tangan yang menurut ukuran Israel tidak layak. Keberanian Elia di ayat 13 bukan keberanian orang yang punya cadangan, melainkan keberanian orang yang sudah kehabisan segalanya kecuali firman itu.
The Profile
Pembaca pertama kitab ini kemungkinan besar adalah orang-orang buangan, umat yang kehilangan tanah, bait, dan raja. Mereka membaca tentang kekeringan yang diumumkan Elia dan tahu persis apa artinya: itu bukan bencana alam biasa, melainkan tepat kutuk perjanjian yang pernah diancamkan kepada bangsa yang berpaling kepada allah lain. Baal adalah dewa hujan; kekeringan ini adalah pertarungan langsung. Bagi orang buangan, kalimat "buatlah dahulu untukku" terdengar seperti gambaran hidup mereka sendiri: diminta mempercayai Allah yang tampaknya telah meninggalkan mereka, di negeri asing, dengan persediaan yang menipis. Dan jawaban yang mereka terima dari kisah ini bukan pemulihan besar-besaran, melainkan tepung yang tidak habis, sehari demi sehari, cukup untuk hidup.
The Detail
Perhatikan kata "dahulu". Dalam bahasa Ibrani kata itu berdiri menonjol di depan: rishonah, lebih dahulu, pertama-tama. Seluruh beban ayat ini tergantung pada satu keterangan waktu. Elia tidak meminta lebih banyak, ia meminta lebih dahulu. Jumlahnya tetap sama; yang berubah hanya urutannya. Dan di situlah letak ujian iman yang sesungguhnya, sebab urutan menunjukkan siapa yang kita anggap sebagai sumber. Bila Allah mendapat sisa, Ia hanyalah tambahan atas persediaan kita. Bila Ia mendapat bagian pertama, persediaan itu sendiri kita akui berasal dari-Nya. Kata kecil ini menjelaskan mengapa Israel diperintahkan membawa buah sulung dan bukan panen terakhir: yang pertama selalu merupakan pengakuan, bukan sekadar pemberian.
Refleksi
Di bagian mana dari hidupmu kamu sedang berkata, dengan hitungan yang benar-benar tepat, "sesudah itu kami akan mati"?
Apa yang akan berubah dalam keuanganmu, waktumu, atau tenagamu jika Allah mendapat yang pertama, bukan yang tersisa?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Kings 17:13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 RAJA-RAJA 17:13?
Tentang apakah 1 RAJA-RAJA 17:13?
Apa konteks historis dari 1 RAJA-RAJA 17:13?
Apa yang 1 RAJA-RAJA 17:13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 RAJA-RAJA 17:13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Kings 17
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Kamu akan minum dari sungai itu, dan Aku telah memerintahkan burung-burung gagak untuk memberimu makan di sana." Gagak itu burung haram, pemakan bangkai. Tapi Allah memakainya jadi pelayan meja Elia. Mungkin pertolonganmu juga datang lewat cara yang tidak kamu sukai. Maukah kamu tetap menerimanya?
Terima kasih, TUHAN, Allah Israel, karena Engkau hidup. Embun dan hujan pun tunduk pada firman-Mu, dan tidak ada raja yang bisa menahannya. Terima kasih Engkau memberi Elia keberanian berdiri di hadapan Ahab, dan memberi aku keberanian yang sama untuk melayani Engkau.
Tuhan, seperti Elia yang menunggu suara-Mu di tengah kekeringan, aku pun ingin belajar diam dan mendengar. Bicaralah, walau lewat cara yang tak kuduga. Tuntun langkahku ke tempat yang Kau siapkan, meski aku belum melihat apa yang ada di sana.
Sesudah peristiwa itu" jadi kalimat pembuka yang perih. Tepung yang tidak pernah habis, minyak yang tidak berkurang, lalu anaknya jatuh sakit sampai "tidak ada lagi napas yang tersisa padanya." Mukjizat kemarin tidak mengunci pintu bagi duka hari ini. Mungkin kamu sedang di titik itu: pernah ditolong, sekarang remuk. Ingat, kisah janda ini tidak berhenti di ayat 17.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi