Armoni: Anak Saul yang Disebut Satu Kali
Siapa Armoni
Armoni adalah seorang laki laki dari keluarga Saul, dicatat sebagai orang dari suku Benjamin, yang hidup pada masa kerajaan bersatu. Rentang zamannya diberikan sebagai sekitar 1095 SM sampai 975 SM (era menurut kronologi Ussher (1650)). Ia adalah anak Saul dari Rizpa. Seluruh yang tercatat tentang dirinya termuat dalam satu ayat saja: 2 Samuel 21:8. Satu ayat, satu kitab, satu kali disebut, lalu namanya tidak muncul lagi.
Satu satunya ayat
Inilah teksnya, seluruhnya: "Lalu, raja mengambil kedua anak laki-laki Rizpa, anak perempuan Aya, yang dilahirkannya bagi Saul, yaitu Armoni dan Mefiboset, dan lima anak laki-laki Merab, anak perempuan Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel, anak Barzilai, orang Mehola" (2 Samuel 21:8).
Perhatikan apa yang ayat ini benar benar berikan. Pertama, asal usul Armoni: ia lahir dari Rizpa, anak perempuan Aya, dan Rizpa melahirkannya bagi Saul. Kedua, ia disebut berdampingan dengan Mefiboset, anak kedua dari ibu yang sama. Ketiga, namanya berdiri dalam satu rangkaian dengan lima anak laki laki Merab, anak perempuan Saul, yang dilahirkan Merab bagi Adriel, anak Barzilai, orang Mehola. Keempat, ada tindakan seorang raja atas mereka: raja mengambil mereka. Nama raja itu tidak disebut di dalam ayat ini.
Itu saja. Tidak ada satu kata pun yang diucapkan Armoni. Tidak ada perbuatan yang ia lakukan. Tidak ada keterangan tentang usianya, wajahnya, wataknya, atau pilihan hidupnya (2 Samuel 21:8).
Sebuah daftar, bukan sebuah adegan
Pembaca yang berpengalaman terbiasa mengikuti seorang tokoh dari adegan ke adegan. Untuk Armoni hal itu tidak mungkin, dan berkata jujur lebih baik daripada mengarang. Tidak ada satu pun adegan yang diceritakan tentang dia. Penyebutannya adalah penyebutan di dalam sebuah daftar nama, sebuah catatan sambil lalu di dalam kalimat yang sedang menghitung siapa saja yang diambil (2 Samuel 21:8). Armoni hadir di sana sebagai nama, bukan sebagai pelaku.
Karena itu, segala hal yang biasa kita cari pada seorang tokoh, seperti pergumulan iman, doa, dosa yang ditegur, atau pertobatan, sama sekali tidak tersedia di sini. Yang tersedia hanyalah identitas: anak siapa, dari ibu siapa, dan bersama siapa namanya dicatat.
Tempatnya dalam rumah Saul
Ayahnya adalah Saul, ibunya Rizpa, dan kakek dari pihak ibu adalah Aya (2 Samuel 21:8). Ayat yang sama menempatkan namanya bersebelahan dengan Mefiboset dan, dalam satu hitungan yang sama, dengan keturunan Merab, anak perempuan Saul, melalui Adriel, anak Barzilai, orang Mehola.
Yang jelas dari ayat itu adalah bahwa Armoni tidak berdiri sendiri. Ia bagian dari sebuah rumah, keturunan seorang raja, dan justru sebagai bagian dari rumah itulah namanya dituliskan. Ia tercatat bukan karena apa yang ia capai, melainkan karena dari siapa ia lahir.
Kegagalan yang tidak dicatat
Biasanya bagian ini menyebut dosa dan kegagalan dengan terus terang, sebab teks sendiri melakukannya. Untuk Armoni tidak ada yang dapat disebutkan, dan justru itulah yang harus dikatakan tanpa ditutup tutupi: tidak ada satu pun perbuatan, baik atau buruk, yang dicatat tentang dia. Ia tidak dipuji dan tidak dituduh. Menjadikannya pahlawan iman sama tidak jujurnya dengan menjadikannya orang berdosa yang menuai ganjarannya. Teks tidak memberi kita hak untuk keduanya.
Apa yang ayat itu catat justru sesuatu yang terjadi atas dirinya, bukan sesuatu yang ia perbuat: raja mengambil dia (2 Samuel 21:8). Armoni muncul sebagai orang yang dikenai tindakan orang lain, dan di situlah catatan tentang dirinya berhenti.
Yang tidak kita ketahui
Daftar hal yang tidak diketahui jauh lebih panjang daripada yang diketahui. Tidak ada anak yang disebut namanya. Tidak ada perkataannya yang terekam. Tidak ada keterangan tentang tempat tinggalnya maupun pekerjaannya. Tidak ada kisah yang diceritakan tentang dirinya, karena setiap penyebutan hanyalah daftar, silsilah, atau catatan sambil lalu. Seluruh yang tercatat tentang dia muat dalam satu ayat, yaitu 2 Samuel 21:8.
Di luar ayat itu tidak ada rujukan lain yang tercatat tentang Armoni. Karena itu tidak ada garis lanjutan yang boleh ditarik dari hidupnya ke mana pun. Menariknya tanpa dasar berarti menambahi apa yang tertulis. Kita berhenti di tempat teks berhenti.
Mengapa satu nama tetap dituliskan
Justru karena begitu sedikit, Armoni memperlihatkan sesuatu tentang cara catatan ini ditulis. Ia tidak dibiarkan menjadi sekadar angka. Kalimat itu bisa saja berbunyi "kedua anak laki-laki Rizpa" lalu selesai. Tetapi nama Armoni ditulis, berdampingan dengan nama ibunya, nama kakeknya, nama ayahnya, dan nama saudaranya (2 Samuel 21:8). Seseorang yang tidak pernah berbicara sepatah kata pun tetap dicatat namanya.
Bagi pembaca yang hidupnya juga tidak akan menghasilkan pasal pasal panjang, itu bukan hal kecil. Ada nama nama yang disimpan tanpa kisah yang menyertainya. Armoni salah satunya, dan kesetiaan kita kepada teks berarti membiarkan dia tetap seperti yang tertulis: seorang anak Saul dan Rizpa, disebut satu kali, tidak lebih dan tidak kurang.
