Tokoh pendukung

Zakheus: Kepala Pengumpul Pajak yang Kaya, Dipanggil dengan Namanya

Tiga ayat di Luke 19 tentang Zakheus: kepala pengumpul pajak yang kaya, dipanggil Yesus dengan namanya, dan berjanji mengganti empat kali lipat.
sekitar 4 SM sampai M 33 · era menurut kronologi Ussher (1650)
Era
The New Testament
Dalam Alkitab
3 ayat · 1 perikop
Pertama & terakhir

Siapa dia dan kapan ia hidup

Zakheus dikenalkan dengan sangat singkat: "Di sana ada seorang laki-laki bernama Zakheus, ia adalah kepala pengumpul pajak dan seorang yang kaya" (Luke 19:2). Itulah seluruh keterangan yang diberikan tentang jabatan dan keadaan hidupnya. Ia hidup pada masa yang, menurut era menurut kronologi Ussher (1650), dirumuskan sebagai sekitar 4 SM sampai M 33. Selain nama, pekerjaan, dan kekayaannya, tidak ada latar belakang lain yang ditambahkan kepadanya.

Jejaknya kecil sekali: tiga ayat, semuanya di dalam Luke 19, dan masing-masing berdiri sebagai satu ayat tunggal. Catatan tentang dia bukanlah kisah panjang dengan banyak babak, melainkan tiga sorotan pendek. Siapa pun yang mau mengenal Zakheus harus rela berhenti tepat di tepi apa yang tertulis dan tidak melangkah lebih jauh.

Apa yang tercatat tentang dia

Ayat pertama adalah sebuah perkenalan, bukan sebuah adegan (Luke 19:2). Dua hal ditumpuk di atas namanya. Pertama, ia bukan sekadar pengumpul pajak, melainkan kepala pengumpul pajak, yang berarti ia berdiri di atas orang-orang yang memungut. Kedua, ia kaya. Kekayaan itu disebut dalam satu tarikan napas dengan pekerjaannya, dan pembaca dibiarkan menghubungkan keduanya sendiri.

Ayat kedua adalah suara Yesus: "Ketika Yesus sampai di tempat Zakheus berada, Dia menengadah dan berkata kepadanya, 'Zakheus, segeralah turun karena hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'" (Luke 19:5). Perhatikan apa yang ada dan apa yang tidak ada di sini. Yesus menengadah, jadi Zakheus berada di tempat yang lebih tinggi; mengapa ia di atas, ayat ini tidak menjelaskan. Yesus memanggilnya dengan namanya, tanpa keterangan bagaimana nama itu diketahui. Dan Yesus tidak meminta izin, Ia menyatakan sebuah keharusan: "Aku harus menumpang di rumahmu." Hari itu kata "harus" diletakkan di atas rumah seorang kepala pengumpul pajak.

Ayat ketiga adalah suara Zakheus sendiri: "Kemudian, Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, 'Tuhan, lihatlah, separuh dari hartaku akan kuberikan kepada orang miskin, dan jika aku telah menggelapkan harta seseorang, aku akan mengembalikannya 4 kali lipat'" (Luke 19:8). Ia berdiri, ia menyapa Yesus sebagai Tuhan, dan ia berbicara tentang uang. Separuh hartanya bagi orang miskin, dan pengembalian empat kali lipat bagi siapa pun yang pernah dirugikannya. Orang kaya itu mengukur pertobatannya dengan angka, dan angka-angka itulah satu-satunya isi pengakuan yang kita punya dari mulutnya.

Tiga ayat, bukan sebuah narasi yang utuh

Perlu dikatakan terus terang bahwa kita tidak memiliki sebuah adegan yang diceritakan lengkap tentang dia. Yang ada adalah tiga penyebutan tunggal: sebuah catatan pengenalan (Luke 19:2), sebuah kalimat yang ditujukan kepadanya (Luke 19:5), dan sebuah janji yang diucapkannya (Luke 19:8). Apa yang terjadi di antara ayat-ayat itu tidak diletakkan di tangan kita. Godaan terbesar dalam membaca orang seperti Zakheus adalah mengisi jarak antar ayat dengan cerita yang kita rangkai sendiri; justru itulah yang tidak boleh dilakukan.

Kegagalan yang tidak disembunyikan

Tidak ada daftar pelanggaran Zakheus yang dituliskan, tetapi ia sendiri membuka kemungkinan itu di hadapan Tuhan: "jika aku telah menggelapkan harta seseorang, aku akan mengembalikannya 4 kali lipat" (Luke 19:8). Kalimat seperti itu tidak keluar dari mulut orang yang merasa bersih. Seorang kepala pengumpul pajak yang kaya (Luke 19:2) mengangkat sendiri perkara harta yang digelapkan, dan ia tidak menutupnya dengan pembelaan. Ganti empat kali lipat bukan harga yang murah bagi seseorang yang baru saja menjanjikan separuh hartanya bagi orang miskin.

Yang jujur untuk dikatakan adalah ini: teks tidak menyebut dia orang baik, melainkan orang kaya dengan pekerjaan yang memungut dari orang lain, dan pertobatannya berbentuk uang yang dilepaskan serta kerugian yang diganti. Asal kekayaannya tidak diperhalus di sini, dan kita pun tidak berhak memperhalusnya.

Apa yang tidak kita ketahui

Banyak hal tetap gelap. Nama orang tuanya tidak disebutkan. Tidak ada anak yang disebutkan. Tidak ada suku atau bangsa yang diberikan kepadanya. Kita tidak diberi tahu berapa usianya, apa yang terjadi di dalam rumahnya setelah Yesus masuk, apakah janjinya benar-benar dijalankan, atau bagaimana hidupnya berakhir. Semua itu bukan bahan untuk diduga-duga; itu adalah ruang kosong yang memang dibiarkan kosong.

Garis menuju Yesus

Garis itu tidak perlu ditarik dari jauh, sebab ia terletak persis di dalam tiga ayat ini. Yesus datang ke tempat Zakheus berada, menengadah, dan memanggil namanya (Luke 19:5). Dalam catatan ini Zakheus tidak lebih dahulu mengucapkan sepatah kata pun; suara pertama adalah suara Yesus, dan isinya adalah keharusan untuk menumpang di rumah orang itu pada hari itu juga (Luke 19:5).

Baru sesudah itu Zakheus berdiri dan menyapa Dia "Tuhan" (Luke 19:8). Urutannya penting. Panggilan datang lebih dahulu, dan datang kepada seorang kepala pengumpul pajak yang kaya (Luke 19:2). Jawaban yang lahir bukan sekadar perasaan, melainkan separuh harta yang dilepaskan dan kerugian yang diganti empat kali lipat (Luke 19:8). Dari tiga ayat pendek ini kita melihat Yesus yang tahu nama seseorang, yang menentukan sendiri rumah mana yang Ia masuki, dan yang kehadiran-Nya membuat seorang kaya membuka hartanya serta mengakui kemungkinan dosanya dengan suara keras di hadapan-Nya.

Luke 19:2 Luke 19:5 Luke 19:8
Setiap fakta di halaman ini bersumber dari ayat yang ditampilkan. Kronologi mengikuti Ussher, Annals of the World (1650). Sumber data: TIPNR, STEP Bible (CC BY 4.0).
Penafian: Faith.network menggunakan model bahasa otomatis untuk menyusun studi Alkitab dan renungan. Seluruh isi dihasilkan dari teks Alkitab itu sendiri dan diperiksa setiap hari oleh kontrol mutu otomatis yang independen: sampel acak dari setiap situs bahasa dinilai berdasarkan kesetiaan pada Kitab Suci, kutipan Alkitab yang harfiah, bahasa dan kejelasan, serta hasilnya dipublikasikan tanpa disunting. Meskipun demikian, tidak ada penjelasan yang tanpa cela dan kesalahan tetap dapat terjadi. Tidak ada yang di platform ini yang merupakan nasihat profesional, dan tidak ada hak yang dapat diturunkan dari isinya. Selalu uji apa yang Anda baca dengan Alkitab itu sendiri, dan gunakan Faith.network sebagai pelengkap, bukan pengganti, studi Alkitab pribadi, doa, dan kehidupan jemaat lokal Anda. Sanggahan lengkap dan Ketentuan Penggunaan kami berlaku. Lihat pemeriksaan mutu harian kami

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network

Terwujud berkat para mitra kami
Perusahaan?