DANIEL 7
Teks
Pada malam hari, di tahun pertama Belsyazar, Daniel melihat laut besar diguncang keempat angin dari langit, dan dari air itu naiklah empat binatang: singa bersayap, beruang dengan tulang rusuk di mulutnya, macan tutul berkepala empat, dan binatang keempat yang begitu mengerikan sehingga tidak ada nama hewan yang muat untuknya. Lalu adegan berpindah: takhta-takhta diletakkan, Yang Lanjut Usianya duduk, kitab-kitab dibuka, dan seorang seperti Anak Manusia datang dengan awan-awan untuk menerima kerajaan yang tidak akan binasa. Daniel bertanya kepada seorang yang berdiri di sana, mendapat penjelasan, dan pulang dengan wajah yang berubah.
Inti
Perhatikan bahwa penglihatan ini tidak menjelaskan mengapa kekuasaan bisa menjadi buas. Ia hanya memperlihatkan bahwa memang begitu. Empat kerajaan naik dari laut, dan makin lama makin kurang menyerupai apa pun yang dikenal. Yang pertama masih diberi "hati manusia"; yang terakhir hanya punya gigi besi. Itulah gerak yang digambarkan pasal ini: kuasa yang kehilangan kemanusiaannya. Dan di tengah gerak itu, tanpa peralihan, tanpa peringatan, takhta-takhta diletakkan. Allah tidak menyerbu dari luar sejarah; Ia sudah duduk. Pengadilan-Nya bukan reaksi darurat terhadap binatang keempat, melainkan kenyataan yang selama ini ada di balik layar. Itu sebabnya teks ini menghibur tanpa menjanjikan bahwa kengerian akan berhenti besok pagi. Kuasa yang mengaum tetap mengaum, tetapi ia tidak duduk di takhta.
Benang Merah
"Seorang seperti Anak Manusia" adalah sebutan yang sengaja kabur. Bukan binatang, melainkan menyerupai manusia; bukan sekadar manusia, sebab Ia datang dengan awan, dan awan dalam Perjanjian Lama adalah kendaraan Allah sendiri. Kepada-Nya diberikan apa yang direbut binatang-binatang dengan taring: kekuasaan, kemuliaan, kerajaan. Namun perhatikan kata kerjanya, dikaruniakan. Ia menerima, tidak merampas. Di sini Perjanjian Lama membuka pintu yang baru akan dilewati berabad kemudian, ketika Yesus memilih justru gelar ini untuk diri-Nya, dan mengucapkannya di depan Mahkamah Agama pada malam Ia diserahkan. Kerajaan yang tidak akan binasa itu ternyata tiba lewat seorang yang dihakimi, bukan yang menghakimi. Adam yang gagal memerintah bumi digantikan oleh Manusia yang menerimanya dari tangan Bapa.
Cermin
Kita jarang berhadapan dengan kerajaan bergigi besi. Yang kita hadapi lebih kecil dan lebih dekat: atasan yang memakai kuasa untuk menjatuhkan, sistem kerja yang menuntut ibadah penuh waktu, keluarga di mana satu orang menentukan suasana semua orang. Perhatikan bagaimana pasal ini menggambarkan tanduk kecil itu: ia punya "mata seperti mata manusia" dan mulut yang bercakap besar. Bukan monster, melainkan seseorang yang melihat dan berbicara, persis seperti kita. Di situ cerminnya. Dorongan untuk mengubah "waktu dan hukum" demi kenyamanan sendiri, untuk menentukan kapan orang lain boleh istirahat, hidup juga dalam hati yang saleh. Dan bila Anda justru berada di pihak yang ditindas, teks ini tidak menyuruh Anda tegar. Ia hanya berkata: pengadilan digelar, kitab-kitab dibuka. Ada yang mencatat.
Gema Kitab Suci
Ketika Yesus berdiri di hadapan Kayafas dan berkata bahwa mereka akan melihat Anak Manusia datang dengan awan-awan, seluruh ruangan tahu Ia sedang mengutip Daniel 7. Itulah sebabnya Ia dituduh menghujat: Ia menempatkan diri-Nya di dalam adegan takhta ini. Gema kedua terdengar dalam Wahyu, di mana kembali muncul binatang dari laut dan kembali ada takhta di surga. Yohanes tidak menciptakan gambar baru; ia menulis untuk jemaat yang tertindas dengan kosakata Daniel, karena kosakata itu sudah terbukti sanggup menampung ketakutan tanpa berbohong tentangnya. Kedua gema itu bergerak ke arah yang sama: yang dilihat Daniel dalam kabut malam, dilihat gereja sebagai wajah.
Tokoh Utama
Yang Lanjut Usianya digambarkan dengan hemat sekali. Pakaian seputih salju, rambut seperti bulu domba, takhta dari nyala api, dan sungai api mengalir dari hadapan-Nya. Yang mencolok bukan gerakan-Nya, melainkan ketenangan-Nya: Ia duduk. Di seluruh pasal, Dia adalah satu-satunya yang tidak sibuk. Binatang-binatang melahap dan menginjak, tanduk kecil berbicara tanpa henti, Daniel gelisah, ribuan pelayan berdiri. Allah duduk. Dan ketika Ia bertindak, tindakan-Nya bukan pertarungan melainkan persidangan; binatang itu tidak dikalahkan dalam duel, ia dihukum. Rambut putih di dunia kuno berarti wibawa yang tidak perlu membuktikan diri. Api berarti bahwa kekudusan-Nya bukan sesuatu yang bisa dinegosiasikan. Dari kombinasi itu lahir satu keyakinan yang aneh dan menenangkan: keadilan bukan sesuatu yang harus kita paksa terjadi.
Detail
Ayat terakhir hampir selalu terlewat. Setelah semua kejelasan itu, Daniel menutup: "Aku, Daniel, menjadi sangat gelisah oleh pikiran-pikiranku dan air mukaku berubah, tetapi aku menyimpan perkara itu dalam hatiku." Ia sudah melihat akhirnya. Ia sudah tahu siapa yang menang. Dan ia tetap pucat. Ini penting bagi kita yang diam-diam mengira bahwa iman yang benar menghasilkan ketenangan yang segera. Daniel tidak dihibur murah oleh penglihatannya; kepastian tidak sama dengan kelegaan. Yang ia lakukan adalah menyimpannya, kata yang dipakai juga untuk Maria di Lukas, menahan sesuatu yang terlalu besar sampai waktunya mengerti. Mungkin itulah bentuk kepercayaan yang paling dewasa: membawa pulang apa yang belum bisa dicerna, tanpa membuangnya.
Pertanyaan Refleksi
Kuasa apa dalam hidup Anda yang tanpa sadar Anda perlakukan sebagai yang tertinggi, dan apa artinya bila ternyata ia sudah berdiri di depan sebuah takhta?
Adakah sesuatu dari Allah yang belum Anda mengerti dan diam-diam ingin Anda buang saja; sanggupkah Anda menyimpannya dulu di dalam hati seperti Daniel?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Daniel 7
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti DANIEL 7?
Tentang apakah DANIEL 7?
Apa konteks historis dari DANIEL 7?
Apa yang DANIEL 7 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana DANIEL 7 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Daniel 7
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, dunia ini sering terasa seperti laut yang bergolak, dan dari dalamnya muncul kekuatan yang menakutkan hatiku. Tolong ingatkan aku bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dari Engkau. Aku mau belajar tenang di dalam tangan-Mu.
Setelah empat binatang buas yang naik dari laut, Daniel melihat sesuatu yang lain: "seseorang seperti Anak Manusia datang dengan awan-awan dari langit." Bukan binatang, melainkan manusia. Kuasa dunia selalu tampil buas, tetapi yang menerima kerajaan kekal justru yang berwajah manusia. Dan Yesus menyebut diri-Nya dengan nama itu. Kepada siapa hatimu tunduk hari ini?
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menyingkapkan arti dari penglihatan yang menakutkan itu: keempat binatang besar itu hanyalah empat raja yang akan muncul dari bumi. Kuasa mereka lahir dari debu dan akan kembali ke debu, sedangkan takhta-Mu tetap. Hatiku boleh tenang di dalam Engkau.
Kekuasaan mereka diambil, tetapi mereka diberi perpanjangan hidup sampai waktu dan masa yang telah ditentukan." Binatang-binatang itu masih ada, tetapi takhta mereka sudah kosong. Mungkin begitu juga hal yang menakutkanmu hari ini: masih bersuara, tapi tidak lagi memerintah. Dan bahkan sisa waktunya pun ditentukan Tuhan, bukan olehnya.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
