Anak: Nama di Balik Ketakutan Israel
Siapa Anak dan kapan ia hidup
Anak, yang dalam terjemahan yang kita pakai di sini muncul sebagai "Enak", adalah seorang laki-laki, anak Arba (Joshua 15:13). Ia hidup sekitar 1706 SM sampai 1451 SM, menurut era menurut kronologi Ussher (1650). Ia disebut sebagai bapa dari tiga orang yang namanya dikenal betul oleh umat: Sesai, Ahiman, dan Talmai (Joshua 15:13-14). Suku atau bangsa asalnya tidak diberikan. Namanya muncul pertama kali di Numbers 13:22 dan terakhir kali dalam kitab Judges, tersebar dalam enam belas ayat dan sembilan perikop: tujuh kali dalam Joshua, lima kali dalam Deuteronomy, tiga kali dalam Numbers, dan satu kali dalam Judges.
Sebuah nama tanpa satu pun adegan
Hal pertama yang jujur harus dikatakan tentang Anak adalah ini: tidak ada satu peristiwa pun yang diceritakan tentang dirinya. Tidak ada percakapan, tidak ada perjalanan, tidak ada pertempuran yang ia jalani. Setiap kali namanya muncul, ia muncul sebagai bagian dari daftar, silsilah, atau catatan sambil lalu. Ia hadir bukan sebagai pelaku, melainkan sebagai nama yang melekat pada keturunannya dan pada sebuah kota.
Itu berarti kita mengenal Anak persis sebagaimana umat mengenalnya: sebagai nama yang diucapkan orang lain, biasanya dengan nada gentar.
Nama yang dipakai sebagai ukuran
Dalam kitab Deuteronomy, "orang Enak" berfungsi sebagai tolok ukur ketinggian dan kekuatan. Tentang penduduk Ar dikatakan: "Dahulu, orang-orang Emim tinggal di Ar. Mereka adalah bangsa yang besar, dan tinggi seperti orang Enak. Banyak orang menganggap bahwa orang Emim adalah juga orang Refaim seperti juga orang Enak. Akan tetapi, orang Moab menyebut mereka orang Emim" (Deuteronomy 2:10-11). Ukuran yang sama dipakai lagi beberapa ayat kemudian tentang bangsa lain: "Jumlah mereka banyak, kuat dan tinggi seperti orang Enak. Namun, TUHAN membinasakan mereka untuk orang Amon. Orang Amon mengambil alih negeri itu dan tinggal di sana" (Deuteronomy 2:21).
Perhatikan apa yang sedang dikerjakan teks di sini. Nama Anak dipakai untuk menakar bangsa-bangsa lain, tetapi dalam ayat yang sama juga dicatat bahwa TUHAN membinasakan bangsa sebesar itu. Ukuran ketakutan dan ukuran kuasa TUHAN diletakkan berdampingan dalam satu kalimat.
Ketakutan itu terdengar jelas dalam kenangan atas laporan para pengintai: "Ke mana kita akan pergi sekarang? Orang yang kita utus telah membuat kita ketakutan dengan laporannya. Mereka berkata, 'Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi daripada kita, kota-kotanya besar dan memiliki benteng dengan tembok-tembok setinggi langit. Kami juga melihat orang Enak di sana'" (Deuteronomy 1:28). Nama Anak muncul pula dalam laporan pengintaian itu sendiri di Numbers 13:22, Numbers 13:28, dan Numbers 13:33.
Gema yang sama terdengar sekali lagi, kali ini bersama kalimat yang sudah menjadi peribahasa: "Bangsa yang besar dan tinggi, yaitu orang Enak. Kamu tahu tentang mereka, orang telah mengatakan, 'Siapa yang sanggup menghadapi orang Enak?'" (Deuteronomy 9:2). Pertanyaan itu tidak dilontarkan oleh seorang tokoh tertentu; teks menyebutnya sebagai apa yang "orang telah mengatakan", kalimat yang beredar di mulut orang banyak.
Jawaban atas pertanyaan itu
Kitab Joshua menjawab pertanyaan tersebut tanpa banyak kata: "Pada saat itu, Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir, Anab, dari seluruh Pegunungan Yehuda, dan dari seluruh Pegunungan Israel. Yosua melenyapkan mereka beserta kota-kota mereka. Tidak ada orang Enak dibiarkan hidup di negeri orang Israel. Yang tersisa hanya di Gaza, Gat, dan Asdod" (Joshua 11:21-22).
Di situlah nama Anak bertemu dengan nama ayahnya dan nama ketiga anaknya: "Kepada Kaleb anak Yefune, Yosua memberikan bagian di tengah-tengah suku Yehuda, sesuai perintah TUHAN kepadanya, yaitu Kiryat-Arba. Arba adalah bapa Enak, yaitu Hebron. Kaleb mengusir dari sana tiga anak Enak, yaitu Sesai, Ahiman, dan Talmai, keturunan Enak" (Joshua 15:13-14). Nama Anak melekat pada kota itu dan pada tiga orang itu. Catatan sejenis, yang juga tidak menceritakan adegan apa pun tentang Anak sendiri, terdapat di Joshua 14:12, Joshua 14:15, Joshua 21:11, dan Judges 1:20.
Tentang kegagalan
Tidak ada satu pun perbuatan Anak yang tercatat, baik atau buruk. Tidak ada dosa yang dituduhkan kepadanya, tidak ada kebajikan yang dipujikan padanya. Kegagalan yang tercatat di sekitar namanya justru bukan kegagalannya, melainkan kegagalan mereka yang mendengar laporan itu dan menjadi takut, sampai terlontar pertanyaan putus asa: "Ke mana kita akan pergi sekarang?" (Deuteronomy 1:28). Nama Anak menjadi cermin yang memperlihatkan ukuran iman orang lain.
Yang tidak kita ketahui
Kita tidak tahu dari suku atau bangsa mana Anak berasal; hal itu tidak disebutkan. Kita tidak tahu apa pun tentang jalan hidupnya sendiri, sebab tidak ada satu adegan pun yang diceritakan tentang dia: setiap penyebutan adalah daftar, silsilah, atau catatan sambil lalu. Selain nama ayahnya, Arba, dan nama ketiga anaknya, Sesai, Ahiman, dan Talmai, kita tidak diberi tahu lebih jauh. Kejujuran terhadap teks menuntut kita berhenti di titik itu dan tidak menambal kekosongan dengan tebakan.
