EFESUS 1
Teks
Paulus membuka suratnya bukan dengan keluhan atau nasihat, melainkan dengan satu ledakan pujian yang hampir tanpa titik: Allah telah memilih, menetapkan, menebus, mengampuni, menyingkapkan rahasia kehendak-Nya, dan memeteraikan orang-orang percaya dengan Roh Kudus, semuanya "dalam Kristus." Lalu ia beralih ke doa: agar mata hati para pembaca diterangi untuk melihat pengharapan, warisan, dan kekuatan Allah, kekuatan yang sudah terbukti ketika Kristus dibangkitkan dan didudukkan di sebelah kanan Allah, di atas segala kuasa. Pasal ini ditutup dengan pernyataan yang berani: Dia yang berkuasa atas segala sesuatu diberikan sebagai Kepala bagi jemaat, tubuh-Nya.
Intinya
Yang membuat pasal ini bergigi bukan daftar berkatnya, melainkan arah panahnya. Tiga kali muncul rumusan "bagi kepujian kemuliaan-Nya." Keselamatan di sini tidak berpusat pada kelegaan kita, tetapi pada kemuliaan Allah yang memilih untuk berbelaskasihan. Dan pilihan itu ditempatkan "sebelum permulaan dunia," artinya: sebelum ada satu pun prestasi, kegagalan, atau doa kita. Bagi Paulus, anugerah bukan reaksi Allah terhadap dosa manusia; anugerah adalah keputusan Allah yang lebih tua daripada dunia. Itu menutup pintu bagi segala tawar-menawar. Anda tidak masuk ke dalam kasih ini dengan menjadi cukup baik, dan Anda tidak keluar darinya dengan menjadi cukup buruk. Yang tersisa hanyalah pujian, dan pujian selalu berarti mata yang tertuju ke luar dari diri sendiri.
Benang Merah
Bahasa Paulus di sini adalah bahasa Israel yang dipinjam dan diperluas. "Ia memilih kita" adalah kosakata Ulangan, di mana Allah memilih satu bangsa kecil bukan karena kehebatannya tetapi karena kasih-Nya. "Penebusan melalui darah-Nya" adalah kosakata Paskah dan Keluaran: darah di ambang pintu, umat yang dibebaskan dari rumah perbudakan. "Warisan" adalah kosakata Yosua: tanah yang dibagikan per suku. Paulus mengambil ketiga kata itu dan meletakkannya di atas Kristus. Pemilihan kini terjadi "dalam Kristus"; penebusan bukan lagi dengan darah anak domba tetapi dengan darah-Nya sendiri; warisan bukan lagi sepetak tanah di Kanaan melainkan "segala sesuatu… yang ada di surga dan yang ada di bumi." Bukan penggantian yang meniadakan, melainkan penggenapan yang memperluas.
Cermin
Perhatikan doa Paulus. Ia tidak berdoa agar mereka menerima lebih banyak, tetapi agar mereka melihat apa yang sudah mereka miliki: "supaya mata hatimu diterangi." Itu diagnosis yang tajam. Kemiskinan rohani kita seringkali bukan kekurangan, melainkan kebutaan. Anda bisa hafal doktrin pemilihan dan tetap membuka email kerja dengan perut mengencang karena takut dinilai tidak cukup produktif. Anda bisa percaya bahwa Allah adalah Bapa dan tetap mengukur harga diri dari nilai anak Anda, dari angka di rekening, dari apakah tubuh Anda masih bisa diandalkan. Paulus tidak menyuruh Anda berusaha lebih keras. Ia berdoa agar Anda melihat. Dan kalau melihat itu perlu didoakan, maka jangan malu mengakui bahwa Anda belum melihatnya.
Detail
Kata "dimeteraikan" (ayat 13) berasal dari dunia dagang dan hukum: segel lilin pada dokumen atau cap pada barang yang menandai kepemilikan dan menjamin bahwa isinya tidak diutak-utik. Lalu Paulus menyebut Roh Kudus sebagai "jaminan atas warisan kita." Kata Yunaninya, arrabōn, adalah uang muka, cicilan pertama yang secara hukum mengikat pembeli untuk melunasi sisanya. Jadi Roh Kudus bukan hadiah kecil sebagai pengganti hal besar yang tak kunjung datang. Ia adalah angsuran pertama dari warisan yang sama. Apa yang Anda alami sekarang, sekelumit kedamaian, kerinduan akan kekudusan, kemampuan mengasihi orang yang menjengkelkan, adalah cuplikan asli dari yang akan datang, bukan hiburan sementara.
Profil
Efesus adalah kota kuil Artemis, kota sihir dan jimat, kota di mana orang membayar mahal untuk mendapat nama-nama kuasa yang bisa melindungi mereka. Di sanalah kalimat ayat 21 mendarat: Kristus jauh lebih tinggi dari "semua aturan, kekuasaan, kekuatan, pemerintahan, dan lebih tinggi dari semua nama yang pernah ada." Bagi telinga Efesus, itu bukan teologi abstrak; itu pembebasan dari ketakutan sehari-hari terhadap kuasa-kuasa yang tak terlihat. Dan bagi para pembaca non-Yahudi, pergeseran kata ganti di ayat 13, "kamu juga," adalah kejutan besar: mereka yang dulu berada di luar perjanjian kini ikut dimeteraikan. Bukan sebagai anggota kelas dua, melainkan pemilik warisan yang sama.
Intertekstualitas
Dua ayat Perjanjian Lama berdiri di belakang ayat 20 sampai 22, dan keduanya penting. "Duduk di sebelah kanan" adalah Mazmur 110, mazmur raja yang paling sering dikutip dalam Perjanjian Baru: Allah menempatkan Raja-Nya sampai semua musuh menjadi tumpuan kaki-Nya. "Segala sesuatu di bawah kaki-Nya" adalah Mazmur 8, yang berbicara tentang manusia yang dimahkotai untuk memerintah ciptaan. Paulus menggabungkan keduanya, dan hasilnya mengejutkan: Yesus adalah Raja mesianis sekaligus Manusia sejati yang akhirnya menjalankan panggilan Adam. Di situ pula terletak ketegangannya. Kalau segala sesuatu sudah ditaklukkan, mengapa dunia masih terasa seperti medan perang? Paulus sendiri tidak menutupi ini; pasal 6 nanti bicara tentang perlengkapan senjata. Kemenangan sudah diputuskan, penaklukannya masih berlangsung. Kita hidup di antara ayat 20 dan ayat 22.
Refleksi
Kalau Paulus mendoakan Anda hari ini, apa yang paling perlu "diterangi" pada mata hati Anda: pengharapan, warisan, atau kekuatan? Dan mengapa justru yang itu?
Kuasa dan nama apa yang secara praktis masih Anda takuti lebih dari Anda percayai Kristus, dan apa yang berubah jika Kristus benar-benar duduk di atas semuanya?
Selami lebih dalam Ephesians
Buku pilihan yang menggali kitab Alkitab ini lebih dalam.
Efesus: Amanat Alkitab Masa Kini
Eksposisi yang hangat dan jernih ini menolong Anda menelusuri Efesus pasal demi pasal, sambil menunjukkan bagaimana rencana Allah bagi gereja yang baru itu menyentuh hidup Anda hari ini.
Faith.network earns a small commission on Kobo purchases made through these links, at no extra cost to you. It helps keep the studies free.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ephesians 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EFESUS 1?
Tentang apakah EFESUS 1?
Apa konteks historis dari EFESUS 1?
Apa yang EFESUS 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EFESUS 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ephesians 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Paulus tidak berkata Allah punya kuasa besar. Dia menunjuk satu peristiwa: "yang dikerjakan-Nya dalam Kristus ketika membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga." Kuasa itu diukur di depan kubur yang tertutup. Dan kuasa yang sama itulah yang sekarang bekerja padamu. Apa yang sedang kaupandang seperti mati dan selesai?
Terima kasih, Tuhan, karena jemaat-Mu Kaupanggil menjadi tubuh-Nya, "yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan di dalam semua." Aku tidak berdiri sendirian; ada Kristus yang memenuhi hidupku dan saudara seiman yang Kauberi di sisiku hari ini.
Bapa, terima kasih untuk Roh-Mu yang tinggal dalam hidupku sebagai tanda jaminan bahwa aku benar-benar milik-Mu. Saat aku ragu dan hatiku gelisah, ingatkan aku bahwa yang Kaumulai pasti Kauselesaikan, dan hidupku ada untuk memuliakan Engkau.
Aku tidak berhenti mengucap syukur karena kamu dan mengingat kamu dalam doa-doaku." Paulus menulis ini dari penjara. Tangannya terikat, tetapi namamu tetap bisa ia bawa kepada Allah. Doa adalah satu-satunya hal yang tidak bisa dirantai. Siapa nama yang sedang kamu sebut hari ini, dan sudahkah kamu bersyukur untuknya lebih dulu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
