1 PETRUS 2:8
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Bayangkan ada sebuah batu besar di tengah jalan. Batu itu keras, kokoh, dan sudah ada di sana sejak lama. Orang yang berjalan hati-hati akan melihatnya, lalu memanjatnya atau melewatinya dengan aman. Tapi orang yang berjalan sambil menunduk, sambil sibuk sendiri, bisa saja tersandung batu itu dan jatuh tersungkur.
Dalam suratnya, Petrus bercerita tentang sebuah "Batu" yang sangat istimewa. Batu itu adalah Yesus Kristus sendiri. Allah sudah meletakkan Batu ini di tempat yang penting, seperti batu penjuru yang menjadi dasar sebuah rumah besar. Bagi orang yang percaya kepada-Nya, Batu ini sangat berharga. Tapi ayat delapan bicara tentang orang lain, orang yang tidak mau percaya. Bagi mereka, Batu yang sama ini malah menjadi "batu sandungan, dan karang yang membuat orang jatuh."
Kenapa bisa begitu? Bukan karena Batunya jelek atau berbahaya. Batunya tetap sama, kokoh dan baik. Masalahnya ada pada orang yang tidak mau mendengarkan Firman Allah. Mereka jalan terus dengan cara mereka sendiri, tidak mau berhenti dan percaya. Lalu, bruk, mereka tersandung. Firman itu berkata, "Mereka tersandung karena tidak taat kepada Firman."
Apa Artinya Ini?
Cerita ini seperti peringatan sekaligus undangan. Peringatannya: kalau kita menutup telinga dan hati kita terhadap Yesus, kita bisa jatuh, seperti orang yang tersandung batu karena tidak melihatnya. Bukan karena Allah ingin kita celaka, tapi karena itulah yang terjadi kalau seseorang terus-menerus menolak jalan yang benar.
Tapi ada juga kabar baik yang tersembunyi di sini. Batu yang sama bisa menjadi tempat berpijak yang kuat, atau menjadi sebab kita jatuh. Semuanya tergantung bagaimana sikap kita kepada-Nya. Apakah kita mau berhenti, memandang Yesus, dan percaya kepada-Nya? Atau kita terus berjalan sambil menutup mata?
Benang Merah
Ayat ini menyambung dengan janji Allah yang sudah lama diberikan lewat nabi-nabi. Allah pernah berkata lewat Kitab Suci, "Lihatlah, Aku meletakkan sebuah batu di Sion… siapa pun yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan." Itu janji yang indah. Yesus adalah Batu itu. Dia datang untuk menjadi dasar yang kokoh bagi semua orang yang mau percaya kepada-Nya.
Dan meskipun banyak orang menolak Dia, bahkan menyakiti-Nya di kayu salib, Allah tetap memilih Dia sebagai Batu yang paling berharga. Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Dia menanggung dosa kita supaya kita bisa hidup, seperti domba yang tersesat lalu kembali kepada Gembalanya.
Untukmu
Bagaimana denganmu? Setiap hari kamu bisa memilih. Kamu bisa berjalan sambil menutup hati, sibuk dengan keinginanmu sendiri, dan akhirnya tersandung. Atau kamu bisa berhenti sebentar, memandang Yesus, dan berkata, "Aku percaya kepada-Mu."
Percaya kepada Yesus itu bukan hanya kata-kata. Itu berarti kamu mendengarkan Dia ketika Dia bicara lewat Firman-Nya, walau kadang itu sulit, misalnya saat kamu harus jujur padahal takut dimarahi, atau saat kamu harus sabar menunggu giliran. Setiap kali kamu memilih taat kepada-Nya, kamu sedang berdiri di atas Batu yang kokoh, bukan tersandung karenanya.
Ngobrol Bareng
Pernahkah kamu tersandung sesuatu karena tidak melihatnya baik-baik? Apa yang terjadi?
Apa artinya percaya kepada Yesus dalam hal-hal kecil sehari-harimu, seperti di rumah atau di sekolah?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Batu yang kokoh dan bisa dipercaya. Tolong aku supaya tidak menutup hati, tapi mau mendengarkan Firman-Mu setiap hari. Jagalah langkahku supaya aku berdiri teguh di atas-Mu, dan bukan tersandung jatuh. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang 1 PETRUS 2:8
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 PETRUS 2:8?
Apa yang dikatakan 1 PETRUS 2:8?
Apa yang 1 PETRUS 2:8 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 1 PETRUS 2:8?
Mengapa 1 PETRUS 2:8 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Ia tidak berbuat dosa, dan tidak ada tipu daya di dalam mulut-Nya." Petrus menulis ini kepada orang-orang yang diperlakukan tidak adil, dan Ia menunjuk pada mulut Yesus. Karena di situlah kita biasanya jatuh lebih dulu: sedikit membelokkan cerita, sedikit membela diri dengan setengah kebenaran. Yesus disakiti tanpa alasan, dan bibir-Nya tetap bersih. Bagaimana dengan bibirmu hari ini?
Petrus menulis ini di zaman kekaisaran yang kejam, tapi ia tetap berkata bahwa para penguasa diutus "untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan memuji orang-orang yang berbuat baik." Ia tidak menutup mata pada ketidakadilan. Ia hanya menolak membiarkan hatimu ikut rusak karenanya. Kebaikan apa yang bisa kaulakukan hari ini, walau tidak ada yang memujinya?
Jadi, batu itu sangat berharga bagi kamu yang percaya." Satu batu, dua penilaian. Para tukang bangunan itu ahli, mereka mengukur lalu memutuskan: tidak berguna, buang saja. Tetapi Allah menjadikannya batu penjuru, patokan bagi seluruh bangunan. Jadi pertanyaannya bukan apakah Kristus berharga, melainkan apakah kamu masih menimbang Dia dengan ukuranmu sendiri.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak