1 TESALONIKA 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Tesalonika, sekelompok orang yang baru percaya kepada Yesus. Ia senang karena mereka sudah belajar hidup dengan cara yang menyenangkan hati Allah, tetapi ia memintanya, "lakukanlah itu lebih lagi." Artinya, jangan berhenti, teruslah bertumbuh.
Paulus berbicara tentang kekudusan, yaitu hidup yang dikhususkan untuk Allah, berbeda dari cara hidup orang yang tidak mengenal-Nya. Ia menyebut soal menjaga tubuh dengan hormat, tidak dikuasai oleh nafsu, dan tidak menipu atau menyakiti saudara seiman. Ini bukan aturan yang dibuat Paulus sendiri, katanya, tetapi kehendak Allah sendiri, dan siapa yang menolaknya sebenarnya menolak Allah yang telah memberikan Roh Kudus.
Setelah itu Paulus menyinggung soal kasih persaudaraan. Uniknya, ia berkata jemaat Tesalonika sebenarnya tidak perlu diajari soal ini, sebab Allah sendiri sudah mengajar mereka untuk saling mengasihi, dan mereka sudah melakukannya. Paulus hanya mendorong mereka untuk melakukannya "lebih lagi", sambil hidup tenang, bekerja dengan tangan sendiri, dan tidak bergantung pada orang lain.
Bagian terakhir pasal ini berbicara tentang kematian. Rupanya ada orang-orang di jemaat itu yang meninggal, dan yang lain sedih, takut mereka kehilangan orang itu untuk selamanya. Paulus menjawab dengan penuh harapan, bahwa karena Yesus sudah mati dan bangkit, maka orang percaya yang sudah meninggal pun akan dibangkitkan Allah bersama Yesus. Ia menggambarkan hari itu dengan sangat hidup, Tuhan sendiri akan turun dari surga dengan seruan, suara malaikat, dan bunyi trompet. Orang mati dalam Kristus akan bangkit lebih dulu, lalu orang yang masih hidup akan diangkat bersama mereka untuk bertemu Tuhan. Setelah itu, kata Paulus, "kita akan selalu bersama Tuhan."
What Does This Mean?
Paulus mau supaya jemaat Tesalonika tahu bahwa hidup mereka sehari-hari itu penting bagi Allah, bukan hanya soal apa yang mereka percaya, tetapi juga bagaimana mereka menjaga tubuh, berkata jujur, bekerja, dan mengasihi. Kekudusan bukan berarti menjadi kaku atau takut, tetapi hidup dengan hormat karena kita milik Allah.
Yang paling menarik dari pasal ini adalah caranya menghadapi kesedihan. Paulus tidak berkata, "jangan sedih." Ia justru menerima bahwa kematian itu menyakitkan. Tetapi ia tidak mau orang percaya berduka "seperti orang yang tidak memiliki pengharapan." Ada bedanya antara sedih dan sedih tanpa harapan. Orang percaya boleh menangis, tetapi tidak perlu putus asa, karena Allah punya rencana untuk membangkitkan yang mati.
The Common Thread
Semua ini berpusat pada satu hal yang sudah terjadi, yaitu Yesus mati dan bangkit. Paulus tidak menebak-nebak soal kehidupan sesudah kematian, ia berpegang pada apa yang sudah nyata terjadi pada Yesus. Karena Yesus bangkit, maka orang yang percaya kepada-Nya juga akan dibangkitkan. Ini adalah janji Allah yang besar, bahwa kematian bukan kata terakhir.
Pasal ini juga menunjukkan bahwa hidup kudus dan pengharapan akan kebangkitan itu berhubungan erat. Karena kita tahu bahwa kita akan "selalu bersama Tuhan," maka cara kita hidup sekarang punya arti. Kita tidak hidup asal-asalan sambil menunggu, tetapi hidup sebagai orang yang sudah tahu ke mana arah hidup ini menuju.
For You
Mungkin kamu pernah kehilangan seseorang yang kamu sayangi, kakek, nenek, atau mungkin teman. Rasa sedih itu nyata dan boleh kamu rasakan, Paulus sendiri tidak menyuruh orang untuk berpura-pura tegar. Tetapi kamu boleh berpegang pada janji bahwa Allah tidak melupakan orang yang percaya kepada Yesus, bahkan sesudah mereka meninggal.
Soal hidup sehari-hari, coba pikirkan, apakah caramu memperlakukan tubuhmu, kata-katamu, dan pertemananmu menunjukkan bahwa kamu milik Allah? Tidak perlu sempurna, tetapi Paulus mengajak untuk terus bertumbuh, "lakukanlah itu lebih lagi." Dan ingat, kasih kepada sesama itu bukan sekadar aturan, itu sesuatu yang Allah sendiri sudah tanamkan di hatimu.
Talk About It
Menurutmu, kenapa Paulus mengatakan orang percaya boleh sedih saat ada yang meninggal, tetapi tidak boleh sedih "seperti orang yang tidak memiliki pengharapan"? Apa bedanya?
Ada bagian dalam pasal ini yang berkata kita harus hidup kudus dan saling mengasihi "lebih lagi". Menurutmu, dalam hal apa kamu bisa bertumbuh lebih lagi minggu ini?
Praying Together
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mati dan bangkit, supaya kami punya harapan yang kuat. Tolong kami hidup dengan hormat terhadap tubuh kami, jujur kepada teman-teman, dan mengasihi mereka lebih lagi setiap hari. Saat kami sedih karena kehilangan orang yang kami kasihi, ingatkan kami bahwa Engkau tidak melupakan mereka, dan bahwa suatu hari kami akan selalu bersama-Mu. Amin.
Pertanyaan tentang 1 TESALONIKA 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 TESALONIKA 4?
Apa yang dikatakan 1 TESALONIKA 4?
Apa yang 1 TESALONIKA 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 1 TESALONIKA 4?
Mengapa 1 TESALONIKA 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Perhatikan dua kata kecil yang gampang terlewat: "bersama mereka." Jemaat di Tesalonika takut orang-orang yang sudah mereka kuburkan akan tertinggal. Paulus menjawab: kalian akan diangkat bersama mereka. Dan puncaknya bukan awan atau angkasa, melainkan ini, "kita akan bersama dengan Tuhan selamanya." Perpisahan di tepi kubur itu nyata, tapi bukan kata terakhir.
Paulus tidak berkata, "Jangan menangis." Ia berkata, "supaya kamu tidak berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak memiliki pengharapan." Dan ia menyebut kematian sebagai "tidur". Ada perbedaan antara air mata yang buntu dan air mata yang menatap ke depan. Dukamu boleh tetap ada. Hanya saja, kini ia tidak sendirian. Di dalamnya ada janji bahwa perpisahan ini tidak kekal.
Jemaat di Tesalonika takut orang yang mereka kasihi sudah ketinggalan. Paulus menjawab: "kita yang hidup, yang tetap tinggal sampai kedatangan Tuhan, sama sekali tidak akan mendahului mereka yang sudah meninggal." Kematian tidak membuat siapa pun terlambat. Nama yang kamu tangisi itu tetap ada dalam barisan yang menyambut Tuhan.
Berusahalah untuk hidup tenang, mengurus urusanmu sendiri, dan bekerja dengan tanganmu sendiri." Aneh, bukan? Kita diminta berjuang keras justru untuk sesuatu yang tidak terlihat orang. Paulus tidak menyuruh jemaat mengerjakan hal besar, tapi setia pada yang kecil. Pekerjaanmu hari ini yang tak dipuji siapa pun, itu pun ibadah.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak