Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

2 RAJA-RAJA 15

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

Penjelasan

2 Raja-raja 15 membawa kita melalui banyak raja dalam waktu singkat. Di Yehuda, Azarya (juga disebut Uzia) menjadi raja saat berusia enam belas tahun dan memerintah selama 52 tahun. Ia melakukan yang benar di mata Tuhan, seperti ayahnya Amazia. Tetapi ada satu hal yang tidak ia singkirkan, yaitu bukit-bukit pengurbanan, tempat orang masih mempersembahkan kurban di luar Bait Tuhan. Karena ini, Tuhan mengirim tulah kepadanya, dan Azarya menderita kusta sampai ia meninggal. Ia harus tinggal terpisah, sementara anaknya Yotam yang memerintah rakyat.

Di Israel, keadaannya jauh lebih kacau. Zakharia menjadi raja hanya enam bulan sebelum dibunuh oleh Salum. Salum sendiri hanya memerintah sebulan sebelum dibunuh oleh Menahem. Menahem memerintah sepuluh tahun, tetapi caranya kejam, bahkan terhadap penduduk yang tidak membuka kota baginya. Ia juga harus membayar upeti besar kepada raja Asyur supaya kerajaannya tetap aman. Setelah Menahem, anaknya Pekahya memerintah, lalu dibunuh oleh Pekah. Pada zaman Pekah, Asyur mulai merebut wilayah-wilayah Israel dan membawa penduduknya ke pembuangan. Di akhir pasal, kita kembali ke Yehuda, di mana Yotam menjadi raja dan melakukan yang benar, meskipun seperti ayahnya, ia pun tidak menyingkirkan bukit-bukit pengurbanan itu.

Apa Artinya Ini?

Pasal ini terasa seperti daftar nama yang berganti-ganti cepat, tetapi di baliknya ada pola yang menyedihkan. Hampir setiap raja Israel disebut melakukan "apa yang jahat di mata Tuhan" dan "tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam." Dosa itu diwariskan, seperti kebiasaan buruk yang terus-menerus dilakukan turun-temurun tanpa ada yang berani menghentikannya. Dan karena raja-raja itu tidak setia, kerajaan mereka pun mulai hancur dari dalam. Pembunuhan demi pembunuhan terjadi di antara mereka sendiri, dan dari luar, Asyur mulai menekan dan merebut wilayah mereka.

Menariknya, bahkan raja-raja Yehuda yang disebut baik, seperti Azarya dan Yotam, tetap membiarkan bukit-bukit pengurbanan itu berdiri. Mereka melakukan banyak hal benar, tetapi tidak semuanya. Ini mengajarkan kita bahwa menjadi orang baik di mata Tuhan bukan berarti sempurna. Bahkan Azarya, yang setia, harus menanggung akibat dari satu ketidaktaatan yang dibiarkannya terus-menerus. Teks ini jujur tentang hal itu, tidak menutupinya.

Benang Merah

Di tengah kekacauan ini, ada satu ayat yang mengingatkan kita bahwa Tuhan tetap berbicara dan menepati janji-Nya. Di ayat 12 disebutkan firman Tuhan kepada Yehu, bahwa keturunannya akan duduk di takhta Israel sampai generasi keempat, dan memang itu terjadi persis seperti itu. Di tengah para raja yang saling membunuh dan berkhianat, firman Tuhan tetap berdiri teguh dan genap, sampai hal sekecil urutan generasi pun.

Ini penting untuk kita ingat. Dunia bisa terasa seperti pasal ini, penuh kekacauan, orang-orang yang tidak setia, kekuasaan yang direbut dengan paksa. Tetapi di tengah semua itu, Tuhan tidak pernah berhenti menepati perkataan-Nya. Jauh di kemudian hari, dari keturunan Daud yang goyah ini, Tuhan akan mengirim satu Raja yang benar-benar setia, yang tidak pernah membiarkan satu pun ketidaktaatan tersisa, yaitu Yesus Kristus. Dia adalah Raja yang dijanjikan, yang tidak gagal seperti raja-raja dalam pasal ini.

Untukmu

Mungkin kamu pernah merasa seperti hidupmu penuh kebiasaan buruk kecil yang tidak kamu singkirkan, seperti bukit-bukit pengurbanan yang dibiarkan berdiri. Bukan dosa besar, tetapi sesuatu yang terus kamu biarkan karena rasanya tidak terlalu penting. Pasal ini mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri tentang hal-hal kecil itu. Apakah ada kebiasaan dalam hidupmu yang kamu tahu tidak baik, tetapi kamu biarkan karena malas membereskannya?

Kamu juga boleh belajar dari kesetiaan Tuhan. Walau orang-orang di sekitarmu kadang tidak bisa dipercaya, Tuhan selalu menepati perkataan-Nya. Itu sebabnya kamu bisa mempercayai-Nya, bukan karena manusia di sekitarmu sempurna, tetapi karena Tuhanlah yang sungguh setia.

Yuk, Diskusikan

Mengapa menurutmu Azarya dan Yotam dianggap baik di mata Tuhan, padahal mereka membiarkan bukit-bukit pengurbanan tetap berdiri? Apakah ini berarti menjadi orang baik itu bukan soal sempurna?

Di tengah semua kekacauan di Israel, Tuhan tetap menepati janji-Nya kepada Yehu. Menurutmu, apa yang bisa kita pelajari dari ini tentang bagaimana Tuhan bekerja, bahkan ketika dunia di sekitar kita terasa kacau?

Berdoa Bersama

Tuhan, kami bersyukur bahwa Engkau tidak pernah berubah, walau dunia di sekitar kami kadang terasa goyah dan tidak bisa dipercaya. Tolong kami untuk jujur tentang kebiasaan-kebiasaan kecil yang masih kami biarkan, yang sebenarnya tidak berkenan di hati-Mu. Terima kasih karena Engkau mengirim Yesus, Raja yang setia, yang tidak pernah gagal seperti raja-raja yang kami baca hari ini. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang 2 RAJA-RAJA 15

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah 2 RAJA-RAJA 15?
Di Israel, keadaannya jauh lebih kacau. Zakharia menjadi raja hanya enam bulan sebelum dibunuh oleh Salum. Salum sendiri hanya memerintah sebulan sebelum dibunuh oleh Menahem. Menahem memerintah sepuluh tahun, tetapi caranya kejam, bahkan terhadap penduduk yang tidak membuka kota baginya.
Apa yang dikatakan 2 RAJA-RAJA 15?
Menariknya, bahkan raja-raja Yehuda yang disebut baik, seperti Azarya dan Yotam, tetap membiarkan bukit-bukit pengurbanan itu berdiri. Mereka melakukan banyak hal benar, tetapi tidak semuanya. Ini mengajarkan kita bahwa menjadi orang baik di mata Tuhan bukan berarti sempurna. Bahkan Azarya, yang setia, harus menanggung akibat dari satu ketidaktaatan yang dibiarkannya terus-menerus.
Apa yang 2 RAJA-RAJA 15 ajarkan tentang Tuhan?
Ini penting untuk kita ingat. Dunia bisa terasa seperti pasal ini, penuh kekacauan, orang-orang yang tidak setia, kekuasaan yang direbut dengan paksa. Tetapi di tengah semua itu, Tuhan tidak pernah berhenti menepati perkataan-Nya.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 2 RAJA-RAJA 15?
Kamu juga boleh belajar dari kesetiaan Tuhan. Walau orang-orang di sekitarmu kadang tidak bisa dipercaya, Tuhan selalu menepati perkataan-Nya. Itu sebabnya kamu bisa mempercayai-Nya, bukan karena manusia di sekitarmu sempurna, tetapi karena Tuhanlah yang sungguh setia.
Mengapa 2 RAJA-RAJA 15 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Di tengah semua kekacauan di Israel, Tuhan tetap menepati janji-Nya kepada Yehu. Menurutmu, apa yang bisa kita pelajari dari ini tentang bagaimana Tuhan bekerja, bahkan ketika dunia di sekitar kita terasa kacau?

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 38

Ahas, anaknya, menjadi raja menggantikan dia." Satu kalimat, dan arah sebuah kerajaan berbelok. Yotam hidup benar di mata TUHAN, tetapi bukit-bukit pengurbanan dibiarkannya tetap berdiri. Yang kamu toleransi hari ini bisa menjadi tempat ibadah anakmu besok. Apa yang sedang kamu biarkan setengah selesai di rumahmu?

Wawasan Editorial pada ayat 37

Yotam raja yang baik, hidupnya benar di mata TUHAN. Namun justru di masa pemerintahannya tertulis, "Pada masa itu, TUHAN mulai mengirim Rezin, raja Aram, dan Pekah, anak Remalya, untuk melawan Yehuda." Ada awan yang mulai berkumpul walau langit masih terlihat cerah. Kesetiaanmu tidak selalu membuat badai batal datang. Tetapi perhatikan siapa yang memegang kendali atas badai itu.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak