DANIEL 5
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)
Penjelasan
Raja Belsyazar mengadakan pesta besar untuk seribu pembesarnya. Di tengah pesta itu, ia memerintahkan sesuatu yang sangat lancang. Ia menyuruh orang mengambil perkakas emas dan perak yang dulu dirampas dari Bait Suci Allah di Yerusalem oleh Nebukadnezar, ayahnya. Benda-benda suci itu dipakai untuk minum anggur sambil memuji ilah-ilah dari emas, perak, tembaga, besi, kayu, dan batu, benda-benda mati yang dibuat manusia sendiri.
Di tengah pesta yang riuh itu, tiba-tiba muncul jari-jari tangan manusia menulis di dinding istana. Raja ketakutan setengah mati. Para ahli mantra dan orang bijaksana dipanggil, tetapi tak satu pun bisa membaca tulisan itu. Akhirnya ratu mengingatkan tentang Daniel, orang buangan dari Yehuda yang dulu dikenal penuh hikmat pada zaman Nebukadnezar.
Daniel dipanggil. Ia menolak semua hadiah yang ditawarkan raja, lalu berbicara jujur dan berani. Ia mengingatkan Belsyazar bahwa Nebukadnezar dulu sombong, direndahkan Allah, lalu akhirnya mengakui bahwa Allah Yang Mahatinggi berkuasa atas segala kerajaan. Tetapi Belsyazar tidak belajar dari sejarah ayahnya. Ia malah meninggikan diri, meremehkan Allah semesta langit, dan memuji berhala yang tidak bisa melihat, mendengar, atau mengetahui apa pun.
Lalu Daniel membacakan tulisan itu: Mene, Mene, Tekel, Ufarsin. Artinya, hari-hari kerajaan Belsyazar sudah dihitung dan sudah selesai, ia ditimbang dan didapati terlalu ringan, dan kerajaannya akan dipecah serta diberikan kepada orang Media dan Persia. Malam itu juga Belsyazar dibunuh, dan Darius orang Media mengambil alih kerajaan itu.
Apa Artinya Ini?
Cerita ini bukan sekadar tentang tulisan ajaib di dinding. Ini tentang seorang raja yang tahu kebenaran, tapi memilih mengabaikannya. Belsyazar tahu kisah ayahnya. Ia tahu bahwa Allah pernah merendahkan Nebukadnezar karena kesombongan. Tapi pengetahuan itu tidak membuatnya rendah hati. Ia tetap memilih memuji berhala yang dibuat tangan manusia sendiri, dan meremehkan Allah yang sebenarnya menggenggam napasnya.
Di sinilah letak peringatan yang keras namun jujur dari teks ini. Mengetahui yang benar saja tidak cukup. Allah tidak hanya menilai apa yang kita tahu, tapi bagaimana hati kita meresponsnya. Belsyazar ditimbang, dan didapati terlalu ringan, bukan karena ia bodoh, melainkan karena hatinya kosong dari rasa hormat kepada Allah.
Benang Merah
Daniel tidak datang karena mengejar pakaian ungu atau kedudukan tinggi. Ia datang untuk berkata benar, walau itu berarti mengumumkan kabar buruk bagi raja yang berkuasa penuh atas hidupnya. Keberanian semacam ini mengingatkan kita bahwa sepanjang Alkitab, Allah selalu punya orang yang mau berbicara jujur meski berisiko, dari para nabi hingga akhirnya Yesus Kristus sendiri, yang berani berkata benar di hadapan penguasa-penguasa zaman-Nya, bahkan ketika itu membawa-Nya ke salib.
Cerita ini juga menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan manusia datang dan pergi, tapi pemerintahan Allah tidak pernah goyah. Kerajaan Babel yang tampak begitu kuat dan kaya runtuh dalam satu malam. Allah yang mengatur jalannya sejarah itulah yang kelak mengutus Yesus Kristus, Raja yang kerajaan-Nya tidak akan pernah dihitung dan diakhiri seperti kerajaan Belsyazar.
Untukmu
Mungkin kamu tidak pernah memegang perkakas emas dari Bait Suci, tapi setiap hari kamu punya kesempatan untuk menghormati Allah atau mengabaikan-Nya. Kadang itu terjadi dalam hal kecil, seperti bagaimana kamu bicara tentang Tuhan di depan teman, atau apakah kamu jujur ketika tidak ada yang melihat. Belsyazar tahu yang benar tapi memilih jalannya sendiri. Pertanyaannya untukmu adalah, ketika kamu tahu sesuatu itu benar, apakah kamu berani hidup sesuai itu, walau tidak ada yang memaksa?
Berani seperti Daniel juga berarti kadang kamu harus berkata jujur meski itu tidak nyaman, kepada teman, kepada diri sendiri, bahkan kepada orang yang lebih berkuasa darimu.
Mari Bicarakan
Mengapa menurutmu Belsyazar tidak belajar dari kisah ayahnya, padahal ia sudah tahu ceritanya?
Pernahkah kamu tahu sesuatu itu benar, tapi sulit untuk melakukannya? Apa yang membuatnya sulit?
Mari Berdoa
Tuhan, kami sering tahu yang benar, tapi hati kami gampang sombong seperti Belsyazar. Ajar kami rendah hati di hadapan-Mu, dan beri kami keberanian seperti Daniel untuk berkata jujur. Terima kasih karena kerajaan-Mu tidak pernah goyah, dan karena kami boleh percaya kepada Yesus Kristus, Raja yang kekal. Amin.
Pertanyaan tentang DANIEL 5
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah DANIEL 5?
Apa yang dikatakan DANIEL 5?
Apa yang DANIEL 5 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari DANIEL 5?
Mengapa DANIEL 5 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Namun engkau, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan hatimu, meskipun engkau mengetahui semua ini."
Belsyazar tahu cerita kakeknya. Tahu bagaimana orang besar bisa direndahkan sampai makan rumput. Tapi cerita itu cuma jadi kisah keluarga, bukan cermin.
Tahu bukan berarti berubah. Apa yang kamu sudah tahu tentang Tuhan, tapi belum kamu izinkan menyentuh hatimu?
Raja Belsyazar mengadakan perjamuan besar untuk seribu orang pembesarnya, dan dia minum anggur di hadapan seribu orang itu." Di luar tembok, pasukan musuh sudah mendekat. Di dalam, musik dan anggur. Pesta bisa jadi cara paling sopan untuk tidak menghadapi kenyataan. Apa yang sedang kamu ributkan supaya tidak perlu mendengar suara yang mengetuk pelan di hatimu?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak