Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

DANIEL 6

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

Penjelasan

Daniel bekerja untuk Raja Darius di negeri Babel. Daniel begitu jujur dan pandai, sampai raja mau mengangkatnya menjadi pemimpin atas seluruh kerajaan. Tapi ada pejabat-pejabat lain yang iri. Mereka mencari-cari kesalahan Daniel. Mereka mencari, dan mencari, tapi tidak menemukan apa-apa. Daniel tidak pernah curang, tidak pernah malas, tidak pernah berbohong.

Akhirnya mereka punya ide jahat. "Kita hanya bisa menjatuhkan Daniel lewat hukum Allahnya," kata mereka. Mereka pergi menghadap raja dan berkata, "Ya Raja, buatlah peraturan: selama tiga puluh hari, siapa yang berdoa kepada siapa pun selain engkau, akan dilempar ke dalam liang singa!" Raja Darius, tanpa curiga, menandatangani surat itu.

Apa yang dilakukan Daniel setelah mendengar peraturan itu? Ia pulang ke rumah, membuka jendela kamarnya yang menghadap ke Yerusalem, berlutut, dan berdoa kepada Allahnya, tiga kali sehari, seperti biasa. Ia tahu apa risikonya. Tapi ia tetap berdoa.

Para musuh Daniel mengintai dan melihatnya berdoa. Mereka segera lari kepada raja. Raja menjadi sangat sedih mendengar nama Daniel disebut. Ia berusaha sepanjang hari mencari cara menyelamatkan Daniel, tapi hukum Media dan Persia tidak bisa diubah. Akhirnya Daniel dibawa dan dilemparkan ke liang singa. Mulut liang ditutup dengan batu besar, dicap dengan meterai raja sendiri.

Malam itu raja tidak bisa tidur. Ia berpuasa, tidak mau dihibur siapa pun. Begitu fajar menyingsing, ia berlari ke liang singa. Dengan suara sedih ia berseru, "Daniel, apakah Allahmu sanggup melepaskanmu dari singa-singa itu?"

Dan dari dalam liang yang gelap, terdengar suara Daniel. "Ya Raja, hiduplah selama-lamanya! Allahku mengirim malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa itu. Mereka tidak menyakiti aku."

Raja sangat bergembira. Daniel ditarik keluar, dan tidak ada luka sedikit pun padanya.

Apa Artinya Ini?

Daniel bisa saja berhenti berdoa selama tiga puluh hari saja, lalu berdoa lagi setelahnya. Tidak ada yang akan tahu. Tapi Daniel tidak melakukan itu. Ia tetap setia kepada Allah, walaupun itu berarti bahaya besar. Itulah yang membuat cerita ini begitu kuat. Daniel tidak berdoa supaya diselamatkan dari singa. Ia berdoa karena ia mengenal dan mengasihi Allahnya, apa pun yang terjadi sesudahnya.

Allah tidak menjauhkan Daniel dari liang singa. Allah menyertai Daniel di dalam liang singa itu. Itu berbeda. Kadang Tuhan tidak mengangkat kita dari situasi sulit, tapi Ia menyertai kita di tengahnya.

Benang Merah

Daniel dijatuhkan ke dalam liang yang gelap karena kesetiaannya, lalu ditarik keluar hidup-hidup pada pagi hari. Bertahun-tahun kemudian, Yesus Kristus juga dijatuhkan, bahkan dibunuh, dan dikuburkan dalam kegelapan. Namun pada pagi hari ketiga, Ia bangkit hidup kembali. Allah yang mengatupkan mulut singa-singa demi Daniel, adalah Allah yang sama yang membangkitkan Yesus dari kubur. Dia adalah Allah yang hidup, selama-lamanya, seperti tulisan Raja Darius sendiri.

Untukmu

Mungkin kamu tidak akan dilempar ke liang singa. Tapi mungkin ada temanmu yang mengejekmu karena kamu berdoa sebelum makan, atau karena kamu bercerita tentang Yesus. Seperti Daniel, kamu boleh tetap berdoa, tetap setia, walaupun ada yang menertawakanmu. Allah yang menyertai Daniel di liang singa, juga menyertaimu.

Mari Bicarakan

Apa yang membuatmu takut untuk berdoa atau bercerita tentang Yesus di depan orang lain?

Kalau kamu jadi Daniel, apakah kamu akan tetap berdoa dengan jendela terbuka, atau bersembunyi dulu? Kenapa?

Berdoa Bersama

Tuhan, terima kasih karena Engkau menyertai Daniel di dalam liang singa yang gelap. Tolong aku supaya tetap berani berdoa dan mengasihi-Mu, walaupun ada yang mengejek atau menakut-nakutiku. Aku percaya, Engkau adalah Allah yang hidup, dan Engkau menyertaiku setiap hari. Dalam nama Yesus, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang DANIEL 6

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah DANIEL 6?
Daniel bekerja untuk Raja Darius di negeri Babel. Daniel begitu jujur dan pandai, sampai raja mau mengangkatnya menjadi pemimpin atas seluruh kerajaan. Tapi ada pejabat-pejabat lain yang iri. Mereka mencari-cari kesalahan Daniel. Mereka mencari, dan mencari, tapi tidak menemukan apa-apa.
Apa yang dikatakan DANIEL 6?
Apa yang dilakukan Daniel setelah mendengar peraturan itu? Ia pulang ke rumah, membuka jendela kamarnya yang menghadap ke Yerusalem, berlutut, dan berdoa kepada Allahnya, tiga kali sehari, seperti biasa. Ia tahu apa risikonya. Tapi ia tetap berdoa.
Apa yang DANIEL 6 ajarkan tentang Tuhan?
Malam itu raja tidak bisa tidur. Ia berpuasa, tidak mau dihibur siapa pun. Begitu fajar menyingsing, ia berlari ke liang singa. Dengan suara sedih ia berseru, "Daniel, apakah Allahmu sanggup melepaskanmu dari singa-singa itu?"
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari DANIEL 6?
Daniel bisa saja berhenti berdoa selama tiga puluh hari saja, lalu berdoa lagi setelahnya. Tidak ada yang akan tahu. Tapi Daniel tidak melakukan itu. Ia tetap setia kepada Allah, walaupun itu berarti bahaya besar. Itulah yang membuat cerita ini begitu kuat. Daniel tidak berdoa supaya diselamatkan dari singa.
Mengapa DANIEL 6 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Daniel dijatuhkan ke dalam liang yang gelap karena kesetiaannya, lalu ditarik keluar hidup-hidup pada pagi hari. Bertahun-tahun kemudian, Yesus Kristus juga dijatuhkan, bahkan dibunuh, dan dikuburkan dalam kegelapan. Namun pada pagi hari ketiga, Ia bangkit hidup kembali. Allah yang mengatupkan mulut singa-singa demi Daniel, adalah Allah yang sama yang membangkitkan Yesus dari kubur.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 2

Perhatikan tugas Daniel: mengurus laporan para wakil raja "supaya raja tidak dirugikan." Bukan penglihatan, bukan mukjizat. Hanya memastikan tidak ada kebocoran anggaran. Seorang buangan, sudah tua, setia di pekerjaan yang membosankan. Integritasnya terbentuk di meja kerja, jauh sebelum diuji di gua singa. Bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini?

Wawasan Editorial pada ayat 18

Raja Darius punya segalanya: istana, musik, kuasa. Malam itu semuanya terasa kosong. "Lalu, raja pergi ke istananya dan berpuasa semalaman. Tidak ada hiburan yang dibawa kepadanya, dan ia tidak dapat tidur." Sementara itu Daniel, di gua singa, dijaga Allah. Kadang yang kehilangan tidur bukan yang dianiaya, melainkan yang berkompromi. Bagaimana tidurmu malam ini?

Wawasan Editorial pada ayat 23

Raja yang semalaman tak bisa tidur berlari ke gua itu. Daniel diangkat keluar, dan "tidak ada luka apa pun yang didapati padanya, karena ia percaya kepada Allahnya." Perhatikan urutannya: percayanya terjadi jauh sebelum pagi itu, saat jendelanya masih terbuka dan doanya membahayakan nyawanya. Imanmu mungkin belum melihat paginya. Tetap berlutut.

Wawasan Editorial pada ayat 9

Maka, Raja Darius menandatangani surat perintah dan larangan itu." Satu tanda tangan, ditulis sambil merasa terhormat karena disebut sebagai satu-satunya tujuan doa. Baru malam nanti ia tidak bisa tidur, sadar bahwa pena itu menjatuhkan sahabatnya sendiri. Pujian yang menyenangkan telinga sering membuat kita menyetujui hal yang tidak kita pikirkan matang. Apa yang sedang kamu setujui hari ini hanya karena itu membuatmu merasa dihargai?

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak