Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

ULANGAN 23

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

The Explanation

Bab ini berisi kumpulan aturan yang diberikan Musa kepada bangsa Israel sebelum mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Sebagian aturan ini terasa aneh, bahkan berat, kalau kita baca sekarang. Ada aturan tentang siapa yang boleh dan tidak boleh masuk dalam "jemaat TUHAN", yaitu perkumpulan umat Allah yang beribadah bersama. Orang dengan tubuh terluka tertentu, anak yang lahir di luar pernikahan, dan orang Amon serta Moab disebut tidak bisa masuk. Alasannya dijelaskan: bangsa Amon dan Moab dulu tidak menyambut Israel dengan roti dan air saat mereka keluar dari Mesir, bahkan mereka membayar Bileam untuk mengutuk Israel. Tapi orang Edom dan Mesir tidak boleh dibenci, karena mereka saudara dan tempat Israel pernah tinggal sebagai orang asing.

Di tengah-tengah aturan yang keras itu, muncul aturan lain yang justru menunjukkan kebaikan hati. Budak yang melarikan diri tidak boleh dikembalikan kepada tuannya, melainkan diperlakukan baik. Orang yang lewat ladang atau kebun anggur tetangganya boleh makan secukupnya kalau lapar, asal tidak membawa pulang hasil panen orang lain. Orang Israel tidak boleh membungakan uang kepada saudaranya sendiri. Ada juga aturan tentang kebersihan perkemahan saat berperang, dan tentang pentingnya menepati nazar, yaitu janji khusus yang diucapkan kepada Tuhan.

What Does This Mean?

Semua aturan ini punya satu tujuan: menjaga umat Allah tetap kudus, artinya khusus dan bersih, karena Tuhan sendiri berjalan di tengah perkemahan mereka. Ayat 14 mengatakan Tuhan tidak ingin melihat sesuatu yang kotor di antara umat-Nya, sampai Dia "berbalik" dari mereka. Itu sebabnya ada aturan tentang tempat buang air, tentang siapa yang boleh ikut ibadah, tentang kejujuran dalam janji.

Tapi jujur saja, beberapa aturan ini sulit kita pahami. Mengapa anak yang lahir di luar pernikahan harus menanggung akibat sampai sepuluh keturunan, padahal dia sendiri tidak bersalah apa-apa? Teks ini tidak menjelaskannya, dan kita tidak perlu berpura-pura punya jawaban mudah. Yang menarik, di tengah aturan yang keras itu, Musa juga mengajarkan belas kasih yang nyata, seperti melindungi budak yang melarikan diri dan membiarkan orang lapar makan dari ladang tetangga. Allah yang memberi aturan ini bukan Allah yang hanya suka membatasi, tapi juga Allah yang peduli pada orang kecil dan lemah.

The Common Thread

Jauh di kemudian hari, Tuhan Yesus justru menyambut orang-orang yang menurut aturan lama ini sulit masuk dalam jemaat. Dia berbicara dengan orang Samaria, menyembuhkan orang asing, dan menerima anak-anak yang dianggap tidak penting oleh orang dewasa. Nabi Yesaya bahkan pernah bernubuat bahwa suatu hari orang yang dulunya disisihkan akan punya tempat di rumah Tuhan. Deuteronomium 23 menunjukkan bagaimana umat Allah dulu berjuang menjaga kekudusan, tapi dalam Yesus Kristus kita melihat bahwa jalan masuk kepada Allah akhirnya dibuka lebih lebar daripada yang pernah dibayangkan orang Israel waktu itu. Itu bukan berarti kekudusan tidak penting lagi, tapi berarti kekudusan sejati datang dari hati yang diubah oleh Allah, bukan hanya dari garis keturunan atau keadaan tubuh seseorang.

For You

Kamu mungkin tidak akan pernah menghadapi aturan tentang perkemahan atau nazar seperti orang Israel dulu. Tapi ada satu hal yang tetap berlaku: Allah peduli pada kejujuran dan pada orang yang lemah. Kalau kamu berjanji sesuatu, tepati, jangan menunda-nunda seperti yang dikatakan ayat 21 sampai 23. Kalau ada teman yang diperlakukan tidak adil, atau disisihkan karena keadaannya, ingatlah bagaimana Tuhan dalam bab ini juga memikirkan budak yang lari dan orang yang lapar. Allah tidak pernah lupa pada orang yang dianggap kecil.

Talk About It

Menurutmu, kenapa Allah membuat aturan yang kelihatannya tidak adil bagi anak yang lahir di luar pernikahan? Apa kamu merasa ada bagian cerita yang belum kita tahu?

Ceritakan satu hal yang pernah kamu janjikan. Apakah mudah atau sulit untuk menepatinya, dan apa yang membantumu tetap jujur?

Praying Together

Tuhan, Engkau menjaga umat-Mu dengan kekudusan, tapi Engkau juga peduli pada orang yang lemah dan tersisih. Ajari kami menepati kata-kata kami, dan tolong kami melihat orang lain seperti Engkau melihat mereka, dengan kasih yang tidak berubah. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang ULANGAN 23

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah ULANGAN 23?
Bab ini berisi kumpulan aturan yang diberikan Musa kepada bangsa Israel sebelum mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Sebagian aturan ini terasa aneh, bahkan berat, kalau kita baca sekarang. Ada aturan tentang siapa yang boleh dan tidak boleh masuk dalam "jemaat TUHAN", yaitu perkumpulan umat Allah yang beribadah bersama.
Apa yang dikatakan ULANGAN 23?
Di tengah-tengah aturan yang keras itu, muncul aturan lain yang justru menunjukkan kebaikan hati. Budak yang melarikan diri tidak boleh dikembalikan kepada tuannya, melainkan diperlakukan baik. Orang yang lewat ladang atau kebun anggur tetangganya boleh makan secukupnya kalau lapar, asal tidak membawa pulang hasil panen orang lain.
Apa yang ULANGAN 23 ajarkan tentang Tuhan?
Semua aturan ini punya satu tujuan: menjaga umat Allah tetap kudus, artinya khusus dan bersih, karena Tuhan sendiri berjalan di tengah perkemahan mereka. Ayat 14 mengatakan Tuhan tidak ingin melihat sesuatu yang kotor di antara umat-Nya, sampai Dia "berbalik" dari mereka.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari ULANGAN 23?
Tapi jujur saja, beberapa aturan ini sulit kita pahami. Mengapa anak yang lahir di luar pernikahan harus menanggung akibat sampai sepuluh keturunan, padahal dia sendiri tidak bersalah apa-apa? Teks ini tidak menjelaskannya, dan kita tidak perlu berpura-pura punya jawaban mudah.
Mengapa ULANGAN 23 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Jauh di kemudian hari, Tuhan Yesus justru menyambut orang-orang yang menurut aturan lama ini sulit masuk dalam jemaat. Dia berbicara dengan orang Samaria, menyembuhkan orang asing, dan menerima anak-anak yang dianggap tidak penting oleh orang dewasa. Nabi Yesaya bahkan pernah bernubuat bahwa suatu hari orang yang dulunya disisihkan akan punya tempat di rumah Tuhan.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak