PENGKHOTBAH 11
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)
Penjelasan
Bayangkan ada seorang petani tua. Ia berdiri di tepi sungai, dan di tangannya ada roti. Lalu ia melakukan sesuatu yang aneh. Ia melemparkan roti itu ke atas air! Bukankah itu membuang-buang roti? Tapi petani itu tersenyum. Ia tahu sesuatu yang tidak kita tahu. Suatu hari nanti, roti itu akan kembali kepadanya, mungkin lewat kapal dagang yang membawa untung, mungkin lewat cara lain. Ia percaya, walau ia tidak bisa melihatnya sekarang.
Petani itu juga punya kebiasaan lain. Ia membagikan hasil ladangnya kepada tujuh orang, bahkan delapan orang. Padahal ia tidak tahu kesusahan apa yang mungkin datang besok. Tapi justru karena ia tidak tahu, ia memilih untuk murah hati sekarang.
Lalu datanglah awan hitam di langit. Awan itu penuh hujan, dan ketika sudah penuh, ia pasti akan menumpahkan hujannya ke bumi. Petani itu tidak bisa mengatur awan. Ada juga pohon besar di dekat rumahnya. Entah pohon itu akan tumbang ke selatan atau ke utara, di situlah ia akan tetap berada. Petani tidak bisa mengubahnya.
Si petani tahu, kalau ia hanya duduk mengamati arah angin, ia tidak akan pernah menabur benih. Kalau ia hanya memandangi awan, menunggu cuaca sempurna, ia tidak akan pernah menuai hasil panen. Ia tidak tahu bagaimana angin bertiup, sama seperti ia tidak tahu bagaimana tulang-tulang bayi terbentuk dalam perut ibunya. Itu rahasia Allah. Karena itu, pagi-pagi ia menabur benihnya, dan sampai sore ia terus bekerja, tidak menahan tangannya. Ia tidak tahu benih mana yang akan tumbuh baik, tapi ia tetap menabur keduanya.
Apa Artinya Ini?
Cerita petani ini mengajarkan sesuatu yang penting: ada banyak hal di dunia yang tidak bisa kita atur atau ketahui sebelumnya. Kita tidak tahu kapan hujan turun, ke mana pohon akan tumbang, atau benih mana yang akan tumbuh subur. Tapi itu bukan alasan untuk diam saja dan takut. Justru karena kita tidak tahu masa depan, kita dipanggil untuk tetap bekerja, tetap murah hati, dan tetap percaya.
Pengkhotbah juga berkata, cahaya matahari itu manis dan indah untuk dilihat. Hidup ini, dengan segala hari cerahnya, adalah pemberian yang boleh dinikmati. Tapi dia juga jujur, akan ada hari-hari gelap juga. Itulah hidup yang sesungguhnya, ada terang, ada gelap, dan kita tidak selalu bisa menebaknya.
Benang Merah
Allah yang mengatur angin, awan, dan pertumbuhan bayi dalam kandungan, adalah Allah yang sama yang kita kenal lewat Tuhan Yesus. Yesus pernah menenangkan angin dan ombak hanya dengan kata-kata-Nya. Dia yang tahu segala rahasia yang tersembunyi dari kita, Dialah yang mengundang kita untuk percaya kepada-Nya, bahkan ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Seperti petani yang menabur benih walau tidak tahu hasilnya, kita boleh hidup percaya kepada Allah, karena Dialah yang memegang segala sesuatu di tangan-Nya.
Untukmu
Mungkin kamu juga pernah takut melakukan sesuatu yang baik, karena kamu tidak tahu hasilnya nanti. Mungkin kamu ingin berbagi mainan, tapi takut temanmu tidak membalas kebaikanmu. Atau kamu ingin berdoa untuk seseorang, tapi tidak yakin doamu akan dijawab. Pengkhotbah mengajak kita, taburlah saja kebaikanmu, bagikan apa yang kamu punya, lakukan yang benar, walau kamu tidak tahu apa yang akan terjadi sesudahnya. Allah yang mengatur hujan dan angin, Dia juga yang akan mengurus hasilnya.
Mari Bicarakan
Apa yang membuatmu takut melakukan hal baik karena kamu tidak tahu hasilnya nanti?
Ceritakan satu kebaikan kecil yang bisa kamu lakukan hari ini, meskipun kamu tidak tahu apa yang akan terjadi sesudahnya.
Mari Berdoa
Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu yang tersembunyi bagi kami, angin, awan, dan hari esok. Ajari kami untuk tetap berbuat baik dan membagikan apa yang kami punya, walau kami tidak tahu hasilnya. Terima kasih untuk terang matahari dan hidup yang Engkau beri. Kami percaya kepada-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang PENGKHOTBAH 11
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah PENGKHOTBAH 11?
Apa yang dikatakan PENGKHOTBAH 11?
Apa yang PENGKHOTBAH 11 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari PENGKHOTBAH 11?
Mengapa PENGKHOTBAH 11 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Karena itu, singkirkanlah kesusahan dari hatimu, dan jauhkanlah kejahatan dari tubuhmu." Pengkhotbah tidak menyuruhmu berpura-pura semuanya baik. Dia menyuruhmu berhenti memeluk kecemasan yang diam-diam kaupikir sebagai bentuk tanggung jawab. Hari-harimu lewat seperti uap. Apa yang masih kaugenggam hari ini, padahal Tuhan sudah lama memintamu melepaskannya?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak