Untuk remaja usia 13 tahun ke atas

PENGKHOTBAH 11

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)

Alkitab

Penjelasan

Pengkhotbah pasal 11 ini ditulis oleh seseorang yang sudah mencoba segalanya dalam hidup, kekayaan, kesenangan, kerja keras, kebijaksanaan, dan dia menyimpulkan bahwa banyak hal dalam hidup ternyata tidak bisa dikontrol. Di pasal ini dia memberi nasihat praktis tentang bagaimana hidup dengan kenyataan itu.

Dia mulai dengan gambaran aneh: lemparkan rotimu ke atas air, dan suatu hari kamu akan mendapatkannya kembali. Ini kemungkinan bicara tentang perdagangan lewat laut pada zaman itu, sesuatu yang berisiko, hasilnya tidak pasti, tapi tetap dilakukan. Lalu dia bicara soal berbagi dengan tujuh bahkan delapan orang, karena kamu tidak tahu kemalangan apa yang akan datang. Dia melanjutkan dengan gambaran alam: awan yang penuh hujan akan mencurahkan hujannya, pohon yang tumbang akan tetap di tempat ia jatuh. Artinya, ada hal-hal di dunia ini yang berjalan menurut hukumnya sendiri, bukan menurut rencana kita.

Ayat 4 memberi peringatan tajam: orang yang terus mengamati angin tidak akan menabur, orang yang terus memandangi awan tidak akan menuai. Maksudnya, kalau kamu menunggu sampai semua kondisi sempurna dan pasti sebelum bertindak, kamu tidak akan pernah bertindak sama sekali. Ayat 5 menegaskan ini dengan dua misteri besar: kita tidak tahu bagaimana jalannya angin, dan kita tidak tahu bagaimana tulang-tulang terbentuk dalam kandungan seorang perempuan hamil. Dua hal yang sangat dekat dengan hidup manusia, tapi sepenuhnya di luar kendali dan pengertian kita. Begitu juga, kata penulis, kita tidak mengerti pekerjaan Allah yang menjadikan segala sesuatu.

Dari situ muncul nasihat praktis di ayat 6: taburlah benihmu pagi hari, dan jangan berhenti sampai sore, sebab kamu tidak tahu mana yang akan berhasil. Lalu penulis beralih ke sukacita. Terang itu manis, melihat matahari itu menyenangkan. Siapa yang diberi umur panjang, biarlah dia bersukacita, tapi juga mengingat bahwa akan ada hari-hari gelap. Dan di ayat 9 dan 10, dia bicara langsung kepada orang muda: bersukacitalah dalam masa mudamu, ikuti jalan hatimu, tapi ketahuilah bahwa untuk semuanya itu Allah akan membawamu ke pengadilan.

Apa Artinya Ini?

Pengkhotbah tidak sedang menulis daftar aturan rohani yang rapi. Dia sedang jujur tentang sesuatu yang kamu sendiri mungkin sudah rasakan: hidup penuh ketidakpastian, dan kamu tidak bisa menunggu sampai semuanya jelas baru mulai bergerak. Kalau kamu menunggu sampai kamu yakin seratus persen bahwa jurusan kuliahmu benar, bahwa hubunganmu akan berhasil, bahwa imanmu tidak akan goyah lagi, kamu akan menunggu selamanya. Penulis tidak menyuruhmu nekat tanpa pikir, tapi dia menyuruhmu bertindak di tengah ketidaktahuan, karena menunggu kepastian penuh itu sendiri adalah ilusi.

Lalu ada hal kedua yang menarik, bahkan agak mengejutkan: nasihat untuk bersukacita, untuk menikmati masa muda, mengikuti jalan hati dan pandangan mata, langsung diikuti dengan peringatan tentang pengadilan Allah. Ini bukan kontradiksi. Penulis sedang mengatakan bahwa kebebasan dan tanggung jawab berjalan berdampingan. Kamu boleh, bahkan dipanggil untuk menikmati hidup, bukan hidup dengan rasa bersalah terus menerus. Tapi kebebasan itu bukan tanpa arah, karena hidupmu dilihat oleh Allah.

Benang Merah

Seluruh pasal ini bergantung pada satu kenyataan: kita tidak tahu pekerjaan Allah, tapi Dia tahu. Pengkhotbah tidak memberi jawaban penuh tentang siapa Allah itu dan bagaimana Dia bekerja, karena kitab ini ditulis sebelum kita mengenal Yesus Kristus. Tapi apa yang dirindukan penulis, hidup yang punya arah di tengah ketidakpastian, pengadilan yang adil, sukacita yang tidak sia-sia, semuanya menemukan jawabannya di dalam Kristus. Yesus adalah Allah yang tidak hanya mengamati angin dan awan dari jauh, tapi turun masuk ke dalam ketidakpastian hidup manusia, bahkan sampai mati di kayu salib tanpa tahu persis bagaimana semuanya akan berakhir, sampai Dia bangkit. Pengadilan yang disebutkan di ayat 9 bukan ancaman kosong, tapi di dalam Kristus pengadilan itu sudah ditanggung bagi orang yang percaya kepada-Nya. Itu sebabnya kamu bisa menabur benih di pagi hari tanpa tahu hasilnya, bukan karena kamu nekat, tapi karena kamu percaya pada Allah yang memegang hasil akhirnya.

Untukmu

Kamu hidup di masa di mana rasanya setiap keputusan harus sempurna sebelum diambil, jurusan yang tepat, hubungan yang aman, masa depan yang terjamin. Pasal ini berkata jujur: kamu tidak akan pernah punya kepastian penuh sebelum bertindak. Itu bukan berarti kamu boleh ceroboh, tapi berarti kamu harus berhenti menunggu rasa aman yang sempurna sebelum melangkah dalam iman, dalam relasi, dalam pilihan hidup. Taburlah benihmu, pagi dan sore, meski kamu tidak tahu mana yang berhasil. Dan sukacita masa mudamu bukan sesuatu yang harus kamu tunda sampai hidupmu "beres" dulu. Nikmati hidup sekarang, dengan sadar bahwa Allah melihat jalanmu, bukan untuk menakut-nakutimu, tapi karena Dia peduli ke mana hatimu pergi.

Mari Bicarakan

Bagian mana dalam hidupmu sekarang yang membuatmu menunggu kepastian penuh sebelum bertindak, dan apa yang sebenarnya kamu takutkan?

Pengkhotbah berkata kamu boleh mengikuti jalan hati dan pandangan matamu, tapi ingat ada pengadilan Allah. Bagaimana kamu memahami kebebasan dan tanggung jawab itu berjalan bersama dalam hidupmu sekarang?

Berdoa Bersama

Tuhan, Engkau tahu betapa seringnya aku ingin menunggu sampai semuanya pasti sebelum aku berani melangkah. Ajar aku untuk menabur meski aku tidak tahu hasilnya, dan percaya bahwa Engkau memegang apa yang tidak bisa kupahami. Terima kasih karena dalam Kristus aku tidak perlu takut pada pengadilan-Mu, tapi boleh hidup dengan sukacita yang nyata. Pimpin hatiku, ya Tuhan, di masa mudaku ini. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang PENGKHOTBAH 11

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah PENGKHOTBAH 11?
Pengkhotbah pasal 11 ini ditulis oleh seseorang yang sudah mencoba segalanya dalam hidup, kekayaan, kesenangan, kerja keras, kebijaksanaan, dan dia menyimpulkan bahwa banyak hal dalam hidup ternyata tidak bisa dikontrol. Di pasal ini dia memberi nasihat praktis tentang bagaimana hidup dengan kenyataan itu.
Apa yang dikatakan PENGKHOTBAH 11?
Ayat 4 memberi peringatan tajam: orang yang terus mengamati angin tidak akan menabur, orang yang terus memandangi awan tidak akan menuai. Maksudnya, kalau kamu menunggu sampai semua kondisi sempurna dan pasti sebelum bertindak, kamu tidak akan pernah bertindak sama sekali.
Apa yang PENGKHOTBAH 11 ajarkan tentang Tuhan?
Pengkhotbah tidak sedang menulis daftar aturan rohani yang rapi. Dia sedang jujur tentang sesuatu yang kamu sendiri mungkin sudah rasakan: hidup penuh ketidakpastian, dan kamu tidak bisa menunggu sampai semuanya jelas baru mulai bergerak. Kalau kamu menunggu sampai kamu yakin seratus persen bahwa jurusan kuliahmu benar, bahwa hubunganmu akan berhasil, bahwa imanmu tidak akan goyah lagi, kamu akan menunggu selamanya.
Apa yang dapat dipelajari remaja dari PENGKHOTBAH 11?
Seluruh pasal ini bergantung pada satu kenyataan: kita tidak tahu pekerjaan Allah, tapi Dia tahu. Pengkhotbah tidak memberi jawaban penuh tentang siapa Allah itu dan bagaimana Dia bekerja, karena kitab ini ditulis sebelum kita mengenal Yesus Kristus.
Mengapa PENGKHOTBAH 11 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Pengkhotbah berkata kamu boleh mengikuti jalan hati dan pandangan matamu, tapi ingat ada pengadilan Allah. Bagaimana kamu memahami kebebasan dan tanggung jawab itu berjalan bersama dalam hidupmu sekarang?

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 10

Karena itu, singkirkanlah kesusahan dari hatimu, dan jauhkanlah kejahatan dari tubuhmu." Pengkhotbah tidak menyuruhmu berpura-pura semuanya baik. Dia menyuruhmu berhenti memeluk kecemasan yang diam-diam kaupikir sebagai bentuk tanggung jawab. Hari-harimu lewat seperti uap. Apa yang masih kaugenggam hari ini, padahal Tuhan sudah lama memintamu melepaskannya?

Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?

Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).

Buka di alat Alkitab Anak