PENGKHOTBAH 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Pengkhotbah, orang yang menulis kitab ini, sedang mengamati kehidupan di bawah matahari, maksudnya kehidupan di dunia ini yang bisa dilihat semua orang. Ia melihat sesuatu yang membuatnya sedih sekali: orang-orang yang ditindas, yang diperlakukan tidak adil, menangis, dan tidak ada seorang pun yang menghibur mereka. Yang berkuasa malah menambah beratnya. Pengkhotbah begitu sedih sampai ia berkata, lebih baik sudah mati, atau bahkan lebih baik tidak pernah dilahirkan, daripada melihat semua kejahatan itu. Ini kata-kata yang berat, tetapi itulah yang benar-benar ia rasakan.
Lalu ia melihat hal lain: orang bekerja keras, bukan karena cinta pekerjaan, tetapi karena cemburu pada tetangganya. Ia juga melihat orang yang bekerja sendirian tanpa keluarga, mengumpulkan kekayaan terus-menerus, tetapi tidak pernah puas dan tidak tahu untuk siapa semua itu. Sia-sia, katanya, seperti berusaha menangkap angin.
Untunglah, Pengkhotbah tidak berhenti di kesedihan itu. Ia memberi gambaran yang hangat: dua orang lebih baik daripada satu. Kalau salah satu jatuh, yang lain bisa menariknya berdiri. Kalau dua orang tidur berdekatan di malam yang dingin, mereka saling menghangatkan. Bahkan tali yang dijalin dari tiga helai jauh lebih kuat daripada satu helai saja, tidak mudah putus.
Di bagian akhir, ia bercerita tentang seorang raja muda yang miskin tetapi berhikmat, dibandingkan dengan raja tua yang bodoh dan tidak mau lagi mendengar nasihat. Orang-orang mengikuti raja muda itu dengan penuh semangat. Tetapi Pengkhotbah menutup dengan kejujuran yang mengejutkan: bahkan kesetiaan rakyat itu pun tidak akan bertahan selamanya. Itu juga sia-sia.
Apa Artinya Ini?
Pengkhotbah menulis dengan sangat jujur. Ia tidak berpura-pura semuanya baik-baik saja. Ia benar-benar melihat ketidakadilan di dunia dan merasa sedih karenanya, bahkan sampai bertanya apakah hidup ini ada gunanya. Ini penting untuk kita ketahui: Allah tidak marah kalau kita jujur tentang kesedihan atau kebingungan kita. Bahkan di dalam Kitab Suci ada tempat untuk pertanyaan yang berat, yang belum langsung mendapat jawaban mudah.
Tetapi di tengah semua kesedihan itu, Pengkhotbah menemukan satu hal yang benar-benar berharga: kebersamaan. Manusia tidak dibuat untuk sendirian. Kita membutuhkan orang lain untuk mengangkat kita saat jatuh, untuk menghangatkan kita, untuk menguatkan kita seperti tali yang dijalin bersama. Itu bukan nasihat manis yang dangkal, itu kebenaran yang dalam tentang bagaimana Allah merancang hidup manusia.
Benang Merah
Di sepanjang Alkitab, Allah selalu bekerja lewat kebersamaan, bukan lewat manusia yang sendirian. Ia membuat perjanjian, yaitu ikatan setia antara diri-Nya dan umat-Nya, bukan hanya dengan satu orang tetapi dengan seluruh bangsa yang harus saling menjaga. Dan ketika Allah sendiri datang ke dunia dalam diri Yesus Kristus, Ia tidak datang untuk hidup sendirian. Yesus memanggil para murid, hidup bersama mereka, makan bersama mereka. Ia juga tahu rasanya menangis melihat ketidakadilan, dan Ia juga pernah merasa sendirian, misalnya saat murid-murid-Nya tertidur ketika Ia paling membutuhkan mereka. Tetapi Yesus tidak meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji menyertai umat-Nya, dan Ia membentuk gereja, yaitu kumpulan orang percaya yang saling menopang seperti tali yang dijalin tiga.
Untukmu
Pernahkah kamu melihat sesuatu yang tidak adil dan merasa tidak ada yang bisa kamu lakukan? Perasaan seperti itu tidak salah, dan kamu tidak perlu menyembunyikannya dari Allah. Tetapi Pengkhotbah juga mengajarkan sesuatu yang bisa kamu lakukan sekarang juga: jangan biarkan temanmu sendirian saat ia jatuh, entah jatuh secara fisik, atau jatuh karena sedih, dikecewakan, atau merasa tidak berharga. Jadilah orang yang menghangatkan, yang menguatkan. Kamu tidak harus menyelesaikan semua masalah di dunia, tetapi kamu bisa menjadi salah satu helai dalam tali yang menguatkan orang lain.
Diskusikan
Menurutmu, mengapa Pengkhotbah begitu sedih sampai berkata lebih baik tidak dilahirkan? Apakah kamu pernah merasa sedih semarah itu?
Ceritakan satu saat ketika seorang teman "mengangkatmu" waktu kamu jatuh, entah secara fisik atau secara hati.
Berdoa Bersama
Tuhan, kami tahu dunia ini kadang tidak adil, dan itu membuat hati kami sedih. Terima kasih karena kami boleh jujur kepada-Mu tentang perasaan itu. Ajari kami untuk tidak membiarkan teman kami sendirian, tetapi menjadi orang yang menghangatkan dan menguatkan mereka, seperti Engkau selalu menyertai kami melalui Yesus Kristus. Amin.
Pertanyaan tentang PENGKHOTBAH 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah PENGKHOTBAH 4?
Apa yang dikatakan PENGKHOTBAH 4?
Apa yang PENGKHOTBAH 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari PENGKHOTBAH 4?
Mengapa PENGKHOTBAH 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Meskipun seseorang dapat dikalahkan oleh yang lain, dua orang dapat bertahan menghadapinya. Tali tiga lembar tidak mudah diputuskan." Perhatikan, ayat ini tidak menjanjikan serangan itu hilang. Yang berubah bukan bahayanya, melainkan siapa yang berdiri di sampingmu. Siapa yang kamu izinkan cukup dekat untuk menahanmu saat kamu goyah?
Lagi pula, jika dua orang tidur bersama, mereka akan merasa hangat. Akan tetapi, bagaimana seorang saja dapat merasa hangat?" Ini gambaran malam di padang gurun yang dingin, dua musafir berbagi jubah. Kehangatan itu bukan dihasilkan sendiri, melainkan diterima dari tubuh orang lain. Siapa yang boleh cukup dekat untuk menghangatkanmu malam ini?
Ayat ini lahir tepat sesudah Pengkhotbah melihat air mata orang tertindas, dan yang paling menyakitkan: tidak ada yang menghibur mereka. Lalu keluarlah kalimat itu, "Maka, aku memuji orang-orang mati yang telah lama mati, lebih daripada orang-orang hidup yang masih hidup." Alkitab tidak menyensor kepahitan sejujur itu. Pertanyaannya untukmu hari ini: apakah ada orang di dekatmu yang menangis tanpa penghibur, dan kamu bisa jadi jawabannya?
Lebih baik segenggam dengan ketenangan daripada dua genggam dengan jerih payah dan usaha mengejar angin." Perhatikan: bukan tangan kosong yang dipuji, melainkan tangan yang berhenti mengepal. Dua genggam itu memang lebih banyak, tetapi tak ada ruang tersisa untuk memeluk siapa pun. Berapa banyak yang kamu kejar hanya karena tetanggamu punya?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak