Untuk anak usia 3 hingga 6 tahun

PENGKHOTBAH 4

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)

Alkitab

Penjelasan

Ia bekerja keras sekali, dari pagi sampai malam. Tangannya penuh keringat, kakinya lelah. Tapi hatinya sedih. "Untuk siapa aku bekerja begini?" katanya pelan, sambil menghela napas. Tidak ada yang mendengarnya. Tidak ada yang menjawab.

Suatu hari, ia berjalan di jalan berbatu-batu. Kakinya tersandung sebuah batu besar. Ia jatuh! Bruk, ke tanah. Sakit sekali rasanya. Ia mencoba berdiri sendiri. Tidak bisa. Ia mencoba lagi. Tetap tidak bisa. Tidak ada tangan yang menariknya. Ia menangis, sendirian, di tanah yang dingin.

Apa Artinya Ini?

Sekarang, dengarkan ini. Ada dua orang lain, berjalan di jalan yang sama. Mereka berjalan bersama, sambil bercerita, sambil tertawa. Yang satu tersandung juga, jatuh, sama seperti tadi. Tapi kali ini, temannya ada di sana! Temannya cepat memegang tangannya. "Ayo, berdiri," katanya sambil tersenyum. Ia menarik temannya, sampai bisa berdiri lagi. Mereka berjalan lagi, bersama-sama. Mereka merasa senang, seperti dipeluk.

Malam pun tiba, dingin sekali. Kalau tidur sendiri, badan tetap menggigil, sepanjang malam. Tapi kalau tidur berdua, dekat-dekat, badan jadi hangat. Hangat sekali, seperti selimut tebal yang lembut.

Kitab ini juga bilang begini, ada tali, dijalin dari tiga utas benang. Tali seperti itu kuat sekali, susah diputuskan. Satu benang saja, gampang putus. Tapi tiga benang, dijalin jadi satu, kuat sekali.

Benang Merah

Kalau kita jatuh, Yesus menolong kita berdiri. Kalau kita takut, dan sendirian di tempat gelap, Yesus ada dekat sekali, memegang tangan kita erat-erat.

Kalau kita bersama Yesus, dan bersama teman, kita menjadi kuat, seperti tali yang dijalin tiga itu. Tidak mudah putus, tidak mudah jatuh.

Untuk Kamu

Kalau kamu yang jatuh, ada Yesus untuk menolongmu. Ada juga teman, ada juga keluarga, untuk menolongmu berdiri lagi. Kamu juga bisa berdoa, minta tolong kepada Yesus. Kamu tidak pernah benar-benar sendirian.

Mari Bicarakan

Mari Berdoa

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang PENGKHOTBAH 4

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah PENGKHOTBAH 4?
Ia bekerja keras sekali, dari pagi sampai malam. Tangannya penuh keringat, kakinya lelah. Tapi hatinya sedih. "Untuk siapa aku bekerja begini?" katanya pelan, sambil menghela napas. Tidak ada yang mendengarnya. Tidak ada yang menjawab.
Apa yang dikatakan PENGKHOTBAH 4?
Suatu hari, ia berjalan di jalan berbatu-batu. Kakinya tersandung sebuah batu besar. Ia jatuh! Bruk, ke tanah. Sakit sekali rasanya. Ia mencoba berdiri sendiri. Tidak bisa. Ia mencoba lagi. Tetap tidak bisa. Tidak ada tangan yang menariknya. Ia menangis, sendirian, di tanah yang dingin.
Apa yang PENGKHOTBAH 4 ajarkan tentang Tuhan?
Sekarang, dengarkan ini. Ada dua orang lain, berjalan di jalan yang sama. Mereka berjalan bersama, sambil bercerita, sambil tertawa. Yang satu tersandung juga, jatuh, sama seperti tadi. Tapi kali ini, temannya ada di sana! Temannya cepat memegang tangannya. "Ayo, berdiri," katanya sambil tersenyum.
Apa yang dapat dipelajari balita dari PENGKHOTBAH 4?
Malam pun tiba, dingin sekali. Kalau tidur sendiri, badan tetap menggigil, sepanjang malam. Tapi kalau tidur berdua, dekat-dekat, badan jadi hangat. Hangat sekali, seperti selimut tebal yang lembut.
Mengapa PENGKHOTBAH 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Kitab ini juga bilang begini, ada tali, dijalin dari tiga utas benang. Tali seperti itu kuat sekali, susah diputuskan. Satu benang saja, gampang putus. Tapi tiga benang, dijalin jadi satu, kuat sekali.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 12

Meskipun seseorang dapat dikalahkan oleh yang lain, dua orang dapat bertahan menghadapinya. Tali tiga lembar tidak mudah diputuskan." Perhatikan, ayat ini tidak menjanjikan serangan itu hilang. Yang berubah bukan bahayanya, melainkan siapa yang berdiri di sampingmu. Siapa yang kamu izinkan cukup dekat untuk menahanmu saat kamu goyah?

Wawasan Editorial pada ayat 11

Lagi pula, jika dua orang tidur bersama, mereka akan merasa hangat. Akan tetapi, bagaimana seorang saja dapat merasa hangat?" Ini gambaran malam di padang gurun yang dingin, dua musafir berbagi jubah. Kehangatan itu bukan dihasilkan sendiri, melainkan diterima dari tubuh orang lain. Siapa yang boleh cukup dekat untuk menghangatkanmu malam ini?

Wawasan Editorial pada ayat 2

Ayat ini lahir tepat sesudah Pengkhotbah melihat air mata orang tertindas, dan yang paling menyakitkan: tidak ada yang menghibur mereka. Lalu keluarlah kalimat itu, "Maka, aku memuji orang-orang mati yang telah lama mati, lebih daripada orang-orang hidup yang masih hidup." Alkitab tidak menyensor kepahitan sejujur itu. Pertanyaannya untukmu hari ini: apakah ada orang di dekatmu yang menangis tanpa penghibur, dan kamu bisa jadi jawabannya?

Wawasan Editorial pada ayat 6

Lebih baik segenggam dengan ketenangan daripada dua genggam dengan jerih payah dan usaha mengejar angin." Perhatikan: bukan tangan kosong yang dipuji, melainkan tangan yang berhenti mengepal. Dua genggam itu memang lebih banyak, tetapi tak ada ruang tersisa untuk memeluk siapa pun. Berapa banyak yang kamu kejar hanya karena tetanggamu punya?

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis khusus untuk dibacakan kepada anak usia 3 hingga 6 tahun. Gunakan sebagai titik awal untuk berbincang dengan anak Anda, bukan sebagai satu-satunya sumber. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network