PENGKHOTBAH 7
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Pengkhotbah 7 berisi kumpulan kata-kata bijak yang kelihatannya aneh kalau dibaca sepintas. Penulisnya, yang menyebut dirinya "Pengkhotbah," berkata bahwa nama baik lebih berharga daripada minyak wangi yang mahal, dan bahwa hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran. Dia bahkan berkata lebih baik pergi ke rumah duka daripada ke rumah pesta, dan bahwa kesedihan lebih baik daripada tawa. Kedengarannya aneh bukan? Tapi maksudnya bukan bahwa kita harus selalu sedih. Pengkhotbah ingin mengatakan bahwa di tempat duka, orang diingatkan bahwa hidup ini singkat dan suatu hari akan berakhir. Itu membuat hati jadi lebih jujur dan lebih bijaksana, dibanding di pesta yang penuh tawa tapi gampang membuat kita lupa apa yang sungguh penting.
Lalu Pengkhotbah bicara tentang hikmat, yaitu kebijaksanaan untuk hidup dengan benar di hadapan Allah. Dia bilang lebih baik mendengar teguran orang bijak daripada nyanyian orang bodoh, dan bahwa kesabaran lebih baik daripada kesombongan. Dia juga jujur mengakui bahwa hidup ini penuh hal yang tidak bisa dijelaskan. Dia pernah melihat orang benar yang binasa, dan orang jahat yang malah panjang umur. Dia tidak berpura-pura mengerti semuanya. Di bagian akhir pasal ini, dia bahkan mengaku bahwa setelah semua pencarian dan penyelidikannya, hikmat sejati sulit ditemukan, dan tidak ada manusia yang benar-benar tanpa dosa.
What Does This Mean?
Pengkhotbah menulis pasal ini karena dia sudah mengamati hidup dengan sangat teliti, dan dia jujur soal apa yang dia temukan: hidup ini penuh misteri. Kadang orang baik mengalami hal buruk, kadang orang jahat tampak baik-baik saja. Dia tidak menyembunyikan itu atau membuat jawaban gampangan. Justru karena hidup penuh misteri seperti itu, dia mengajak kita untuk mencari hikmat, bukan hikmat yang membuat kita sombong, tapi hikmat yang membuat kita jujur tentang diri sendiri dan tentang Allah.
Ada satu ayat penting: "Pandanglah pekerjaan Allah! Sebab, siapa yang sanggup meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?" Ini bukan berarti Allah sembarangan membuat hidup jadi rumit. Ini berarti ada hal-hal dalam hidup yang di luar kendali kita, dan kita tidak selalu bisa memperbaikinya sendiri. Pengkhotbah juga mengingatkan bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, dan itu bisa membuat kita rendah hati di hadapan Allah. Yang bisa kita lakukan adalah bergembira ketika hari baik datang, dan tetap percaya kepada Allah ketika hari sulit datang, karena Ia tetap memegang keduanya.
The Common Thread
Pengkhotbah menulis bahwa "tidak ada manusia yang benar di atas bumi ini, yang berbuat baik, dan tidak pernah berdosa." Ini adalah kejujuran yang berat tapi penting. Semua orang, betapapun bijaknya, tetap jatuh dalam dosa. Alkitab yang kita punya bercerita panjang tentang manusia yang terus mencoba menjadi baik dengan usahanya sendiri, dan terus gagal. Itulah sebabnya kita membutuhkan seseorang yang benar-benar benar, yang tidak pernah berdosa. Yesus Kristus adalah orang itu. Dia bukan hanya bijaksana, Dia adalah hikmat itu sendiri yang datang sebagai manusia. Ketika Pengkhotbah mengaku bahwa hikmat sejati sulit ditemukan, kita boleh mengingat bahwa Allah kemudian mengirim hikmat-Nya sendiri dalam wujud Yesus, supaya kita tidak perlu mencari sendirian di kegelapan.
For You
Mungkin kamu pernah merasa hidup ini tidak adil, misalnya ketika kamu sudah berusaha jujur tapi malah dituduh, atau melihat orang yang curang justru senang-senang saja. Pengkhotbah tidak menyuruhmu berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Dia mengajarkan sesuatu yang lebih dalam: hiduplah dengan hikmat, artinya jangan cepat marah, jangan sombong ketika semua berjalan lancar, dan jangan putus asa ketika semua terasa berat. Ingat juga bahwa kamu sendiri bukan orang yang sempurna, jadi jangan terlalu keras menghakimi kesalahan orang lain. Pengkhotbah bahkan menulis bahwa hatimu sendiri tahu betapa sering kamu juga berkata buruk tentang orang lain, jadi jangan mudah tersinggung ketika ada yang membicarakanmu. Yang paling penting, taruhlah rasa takut dan hormatmu kepada Allah di atas segalanya, karena Dialah yang tahu jalan keluar dari semua yang membingungkan dalam hidup ini.
Talk About It
Menurutmu, mengapa Pengkhotbah berkata bahwa pergi ke rumah duka bisa lebih baik daripada pergi ke pesta? Apakah kamu pernah belajar sesuatu yang penting justru dari saat sedih?
Pengkhotbah jujur mengatakan bahwa dia tidak menemukan semua jawaban tentang hidup. Apakah ada pertanyaan tentang Allah atau hidup yang sampai sekarang belum kamu mengerti jawabannya?
Praying Together
Tuhan Allah, terima kasih karena Engkau tetap memegang hidup kami, baik pada hari yang baik maupun hari yang sulit. Ajari kami untuk mencari hikmat-Mu, jujur tentang kesalahan kami sendiri, dan tidak cepat marah atau sombong. Terima kasih karena Engkau mengirim Yesus, hikmat-Mu sendiri, supaya kami tidak sendirian mencari jalan. Amin.
Pertanyaan tentang PENGKHOTBAH 7
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah PENGKHOTBAH 7?
Apa yang dikatakan PENGKHOTBAH 7?
Apa yang PENGKHOTBAH 7 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari PENGKHOTBAH 7?
Mengapa PENGKHOTBAH 7 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Sebab, tidak ada orang benar di bumi yang melakukan kebaikan dan tidak pernah berbuat dosa."
Perhatikan apa yang menyusul ayat ini: jangan terlalu memasukkan ke hati setiap perkataan orang, sebab hatimu tahu kamu pun pernah mengutuk orang lain. Jadi kalimat ini bukan untuk melumpuhkanmu, tetapi untuk melunakkanmu. Sulit menuntut kesempurnaan dari orang lain kalau kamu jujur soal dirimu sendiri.
Nama yang baik lebih baik daripada minyak yang harum, dan hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran." Minyak wangi habis dalam sehari. Nama tinggal. Waktu bayi lahir, belum ada apa pun yang bisa dikatakan tentang dia. Saat seseorang pergi, ceritanya sudah utuh. Hari ini kamu masih menulis ceritamu. Kalimat apa yang kamu tambahkan?
Janganlah menjadi terlalu benar, dan janganlah menjadikan dirimu terlalu bijaksana. Mengapa engkau menghancurkan dirimu sendiri?" Ini bukan izin hidup asal-asalan. Ini teguran bagi kamu yang lelah mengukur diri, yang merasa harus lebih suci dari siapa pun supaya layak dikasihi. Kesalehan yang dipakai untuk membuktikan diri pelan-pelan menghabisi orangnya. Anugerah tidak pernah menuntut itu darimu.
Pada hari kemujuran, bergembiralah, tetapi pada hari kemalangan, pertimbangkanlah: Allah membuat yang satu seperti juga yang lain." Perhatikan, hari baik disuruh dinikmati, bukan dianalisis. Justru hari sulit yang disuruh direnungkan. Mungkin kamu terbalik: menikmati yang susah dengan cemas, dan melewati yang indah tanpa syukur. Hari ini milik siapa?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak