GALATIA 3
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)
Penjelasan
Rasul Paulus menulis surat ini dengan hati yang sedih dan marah. Orang-orang di Galatia dulu percaya penuh kepada Yesus Kristus. Mereka pernah melihat, seakan-akan di depan mata mereka sendiri, Yesus disalibkan untuk menyelamatkan mereka. Tapi sekarang ada orang yang membisikkan sesuatu yang lain. "Itu belum cukup," kata mereka. "Kamu juga harus menuruti semua aturan Hukum Taurat, baru Allah akan senang kepadamu."
Paulus hampir berteriak dalam suratnya. "Siapa yang telah memesona kamu seperti ini?" tanyanya. Ia bertanya satu hal penting. Apakah mereka menerima Roh Kudus karena menuruti aturan, atau karena percaya kepada Yesus? Jawabannya jelas. Mereka menerimanya karena percaya.
Lalu Paulus bercerita tentang Abraham, seorang kakek tua yang hidup jauh sebelum Hukum Taurat ada. Abraham percaya kepada janji Allah, meski janji itu kelihatannya mustahil. Dan karena ia percaya, Allah menganggapnya sebagai orang benar.
Apa Artinya Ini?
Bayangkan kamu diberi hadiah besar, lalu ada yang berkata, "Hadiah itu belum sah, kamu harus membayar dulu." Itu membuat hadiahnya tidak terasa seperti hadiah lagi, bukan? Begitu juga dengan keselamatan. Paulus mengatakan, Hukum Taurat memang baik, tapi tidak ada orang yang bisa menuruti semuanya dengan sempurna. Itu sebabnya setiap orang yang hanya mengandalkan aturan ada di bawah kutuk, seperti orang yang terjebak dan tidak bisa keluar sendiri.
Benang Merah
Di sinilah Yesus datang. Paulus menulis, Kristus menebus kita dari kutuk itu dengan menjadi kutuk bagi kita sendiri, sebab Ia digantung di kayu salib. Bayangkan seorang raja yang rela dihukum menggantikan rakyatnya yang bersalah. Itulah yang dilakukan Yesus. Karena Dia, berkat yang dijanjikan kepada Abraham sampai juga kepada kita.
Paulus memberi gambaran lain. Kalau sebuah perjanjian sudah disahkan, tidak ada yang boleh membatalkannya. Janji Allah kepada Abraham sudah disahkan jauh sebelum Hukum Taurat ada, 430 tahun sebelumnya! Jadi Hukum Taurat tidak bisa membatalkan janji itu. Hukum Taurat diberikan untuk menjaga kita, seperti pengawas yang menjaga anak kecil sampai ia cukup besar untuk pergi sendiri. Sekarang, karena iman kepada Kristus sudah datang, kita tidak lagi membutuhkan pengawas itu.
Paulus menutup dengan kata-kata indah. Semua yang percaya kepada Kristus sudah mengenakan Kristus, seperti baju baru yang dikenakan. Tidak peduli kamu orang Yahudi atau bukan, kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan, semua yang percaya menjadi satu keluarga besar, keturunan Abraham, ahli waris dari janji Allah.
Untuk Kamu
Kadang kamu mungkin berpikir, "Aku harus jadi anak baik dulu, baru Allah mau mengasihiku." Tapi itu terbalik. Allah sudah mengasihimu lebih dulu, lewat Yesus. Kamu tidak perlu memakai topeng kebaikan supaya diterima. Kamu sudah diterima karena percaya kepada-Nya. Hari ini, cobalah berdoa dengan jujur, tanpa berusaha kelihatan sempurna di hadapan Allah. Katakan saja apa yang ada di hatimu, sebab kamu sudah menjadi anak-Nya.
Yuk, Bicarakan
Mengapa Abraham disebut orang benar, padahal Hukum Taurat belum ada waktu itu?
Apa bedanya percaya kepada Yesus dengan berusaha menuruti aturan supaya disayang Allah?
Mari Berdoa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau digantung di kayu salib untuk menebus kami. Kami tidak perlu takut atau berusaha sendiri supaya Engkau sayang. Kami percaya kepada-Mu. Jadikan kami anak-anak Allah yang berani datang kepada-Mu apa adanya. Amin.
Pertanyaan tentang GALATIA 3
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah GALATIA 3?
Apa yang dikatakan GALATIA 3?
Apa yang GALATIA 3 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari GALATIA 3?
Mengapa GALATIA 3 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Orang benar akan hidup oleh iman." Perhatikan kata hidup di situ. Bukan sekali percaya lalu sisanya kamu urus sendiri dengan daftar aturan. Setiap hari, napas demi napas, kamu bergantung. Mungkin kamu lelah membuktikan diri layak di hadapan Allah. Dia tidak sedang menunggu catatan prestasimu, Dia menunggu kepercayaanmu.
Supaya berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain dalam Yesus Kristus, supaya melalui iman kita menerima Roh yang dijanjikan itu." Perhatikan kata "sampai". Berkat itu harus menempuh jalan jauh, melewati salib, sebelum tiba padamu. Dan yang tiba bukan sekadar hadiah, melainkan Roh Allah sendiri. Kamu bukan orang luar lagi.
Kristus telah menebus kita dari kutuk Hukum Taurat dengan menjadi kutuk bagi kita." Perhatikan kata menjadi. Dia tidak sekadar menanggung dari jauh, Dia masuk ke tempat terkutuk itu, digantung di kayu, telanjang, dihina. Tempat yang seharusnya kamu tempati. Jadi ketika hatimu berbisik bahwa kamu masih harus membayar, tanyakan: bagian mana yang belum Dia bayar?
Akan tetapi, Hukum Taurat tidak didasarkan pada iman, melainkan 'orang yang melakukan hal-hal itu akan hidup karenanya.'"
Hukum berkata: lakukan dulu, baru kamu hidup. Iman berkata: terimalah, dan kamu diberi hidup. Coba periksa dari mana lelahmu datang. Kalau kamu selalu merasa kurang cukup di hadapan Allah, mungkin kamu sedang hidup dari daftar tugas, bukan dari salib.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak