Abraham: Orang yang Percaya kepada Allah
Siapa Abraham dan Kapan Dia Hidup
Abraham (אַבְרָהָם) adalah anak Terah, seorang yang hidup pada zaman para bapa leluhur. Menurut Ussher, Annals of the World (1650), dia lahir 1996 SM dan wafat 1821 SM (175 tahun). Jejaknya dalam Kitab Suci luar biasa luas: 275 ayat dalam 82 bagian, mulai dari Genesis 11:26 sampai kitab 1 Peter, dengan 164 ayat di Genesis saja. Silsilah yang tercatat menyebut Terah sebagai ayahnya serta Nahor dan Haran sebagai saudaranya (Genesis 11:26-27). Data keluarga yang sama mencatat Sara sebagai istrinya sekaligus sebagai saudaranya, di samping Hagar dan Keturah; anak-anak yang disebut adalah Ismael, Ishak, Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak, dan Shuah.
Berangkat karena Firman
Adegan pertama yang teksnya terbuka bagi kita adalah keberangkatannya. "Lalu, Abram pergi seperti yang telah difirmankan TUHAN kepadanya dan Lot turut besertanya. Abram berumur 75 tahun ketika dia pergi dari Haran" (Genesis 12:4-7). Dia membawa Sarai, Lot, semua harta yang telah mereka kumpulkan, serta orang-orang yang diperolehnya di Haran, lalu tiba di tanah Kanaan dan berjalan sampai ke suatu tempat di Sikhem, di pohon tarbantin More. Teks menambahkan catatan yang tidak boleh dilewatkan: "Pada masa itu, orang Kanaan tinggal di tanah itu." Ke tanah yang sudah dihuni orang lain itulah TUHAN menampakkan diri dan berkata, "Aku akan memberikan tanah ini kepada keturunanmu." Jawaban Abram bukan perdebatan, melainkan sebuah mazbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.
Apa yang Dikatakan TUHAN tentang Dia
Dalam Genesis 18:16-19 TUHAN berbicara tentang Abraham, bukan hanya kepadanya. "Apakah Aku harus merahasiakan kepada Abraham tentang apa yang akan Aku lakukan, sedangkan Abraham pasti akan menjadi bangsa yang besar dan berkuasa, dan melaluinya seluruh bangsa di bumi akan diberkati?" Alasannya disebut terus terang: "Sebab Aku telah mengenalnya, dia akan memerintahkan kepada anak-anaknya dan seisi rumahnya sesudah dia untuk hidup sesuai jalan TUHAN dengan melakukan kebenaran dan keadilan." Janji besar dan tanggung jawab rumah tangga yang sehari-hari diikat menjadi satu di sini.
Anak pada Masa Tua
"Jadi, Sara mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham pada masa tuanya, sesuai dengan waktu yang telah difirmankan Allah kepadanya" (Genesis 21:2-5). Abraham menamai anak itu Ishak, menyunatnya ketika berumur 8 hari seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, dan teks mencatat umur sang ayah: 100 tahun ketika Ishak lahir. Dua puluh lima tahun terbentang antara umur 75 di Genesis 12:4 dan umur 100 di Genesis 21:5.
Retak dalam Rumahnya
Kitab Suci tidak memoles rumah tangga itu. Pada hari Ishak disapih, Abraham mengadakan suatu pesta besar, dan justru di situ Sara "melihat anak Hagar, perempuan Mesir yang melahirkan bagi Abraham itu, sedang mengejek" (Genesis 21:7-12). Tuntutannya keras: "Usirlah hamba itu bersama anaknya sebab anak laki-laki dari hamba itu tidak akan menjadi ahli waris bersama dengan Ishak, anakku." Reaksi sang ayah dicatat tanpa hiasan: "Hal ini sangat mendukakan dalam pandangan Abraham karena Ismael juga adalah anaknya." Dua anak dari dua perempuan di bawah satu atap, dan lukanya tidak disembunyikan. Bagian-bagian lain yang terdaftar dalam berkas ini, antara lain Genesis 12:16-18, Genesis 16:1-3, Genesis 16:5-6, Genesis 20:1-2, dan Genesis 20:9-11, tidak dikutip teksnya di sini, maka isinya tidak saya ceritakan.
Pagi-Pagi Sekali
Adegan terpanjang tentang Abraham adalah Genesis 22:3-11. "Pagi-pagi sekali, bangunlah Abraham dan memelana keledainya." Dia membelah kayu untuk kurban bakaran, mengajak dua dari pelayannya dan Ishak, lalu berangkat ke tempat yang telah difirmankan Allah kepadanya. Pada hari yang ketiga dia melihat tempat itu dari kejauhan dan berkata kepada kedua orang muda itu, "Tinggallah di sini dengan keledai ini. Aku dan anak ini akan pergi ke sana untuk beribadah dan akan kembali lagi kepadamu." Kayu diletakkan di bahu Ishak, api dan pisau ada di tangan ayahnya, dan "keduanya pergi bersama-sama." Lalu terdengar pertanyaan anak itu: "Lihat, api dan kayunya ada di sini, tetapi mana domba untuk persembahan bakarannya?" Di titik itu kutipan yang tersedia berhenti; kelanjutannya terdaftar sebagai Genesis 22:13-15 dan Genesis 22:19-20, tanpa teks di hadapan kita.
Yang Tidak Kita Ketahui
Berkas ini tidak menyebutkan ibu dari Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak, dan Shuah; hanya Ishak yang dihubungkan dengan Sara (Genesis 21:2-5) dan Ismael dengan Hagar (Genesis 21:7-12). Kapan dan bagaimana Keturah masuk dalam kisahnya tidak diterangkan di sini. Bagaimana Sara dapat tercatat sebagai istri sekaligus saudara juga tidak diuraikan. Dan sebagian besar dari 82 bagian itu, termasuk Genesis 14:12-14, Genesis 15:1-3, Genesis 17:22-24, Genesis 23:18-20, dan Genesis 25:5-8, hanya berdiri sebagai rujukan tanpa teks.
Garis ke Injil
Surat-surat kemudian membaca hidup ini lewat satu kata: percaya. "Sama seperti Abraham yang percaya kepada Allah sehingga hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Karena itu, ketahuilah bahwa orang-orang yang berimanlah yang disebut anak-anak Abraham" (Galatians 3:6-9). Lalu lebih jauh lagi: "Kitab Suci, yang telah mengetahui sebelumnya bahwa Allah akan membenarkan orang-orang bukan Yahudi karena iman, telah lebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham dengan berkata, 'Semua bangsa akan diberkati melalui kamu.' Jadi, mereka yang beriman akan diberkati bersama-sama Abraham, orang yang percaya itu." Nada yang sama terdengar dalam Romans 4:1-3, Romans 4:16, Galatians 3:14, Galatians 3:29, Hebrews 11:8, dan James 2:23. Namanya juga berdiri di Matthew 1:1-2 dan Luke 3:34, disebut dalam John 8:56-58 dan Luke 16:22-25, serta dikenang dalam Acts 3:25, Hebrews 7:4-6, dan 1 Peter 3:6.
