HABAKUK 3
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Habakuk sudah mengeluh dua kali kepada Tuhan. Ia bertanya kenapa kejahatan dibiarkan, kenapa Tuhan memakai bangsa Babel yang kejam untuk menghukum umat-Nya sendiri. Sekarang, di bab tiga, Habakuk tidak lagi bertanya. Ia berdoa. Ia berkata bahwa ia sudah mendengar kabar tentang Tuhan, dan kabar itu membuatnya takut, bukan takut yang membuat lari, tetapi takut yang membuat hormat karena Tuhan begitu besar.
Lalu Habakuk melukiskan Tuhan yang datang dengan kemuliaan yang menutupi langit, dengan cahaya seperti matahari, dengan kekuatan tersembunyi di tangan-Nya. Gunung-gunung yang sudah berdiri sejak dahulu kala berguncang saat Tuhan lewat. Bangsa-bangsa gemetar. Bahkan sungai dan laut, matahari dan bulan ikut bereaksi. Ini bukan laporan cuaca. Ini cara Habakuk menggambarkan bahwa Tuhan lebih besar daripada segala kekuatan yang ditakuti manusia, termasuk pasukan Babel yang begitu menakutkan.
Yang menarik, Tuhan datang bukan untuk menghancurkan begitu saja. Ayat 13 berkata Tuhan berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Nya, untuk menyelamatkan orang yang diurapi-Nya. Jadi kekuatan yang dahsyat itu dipakai untuk membela, bukan hanya untuk menakuti.
Tetapi kemudian sesuatu berubah. Setelah membayangkan semua kebesaran Tuhan itu, Habakuk sendiri malah gemetar. Hatinya berdegup, bibirnya bergetar, tulangnya lemas. Ia sedang menunggu hari kesesakan, saat bangsa musuh datang menyerang. Jadi meski ia sudah melihat Tuhan begitu besar, rasa takut manusia tetap nyata. Habakuk tidak berpura-pura tenang.
Lalu datang bagian yang paling terkenal dari seluruh kitab ini. Habakuk berkata, sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, ladang tidak menghasilkan apa-apa, kawanan domba dan sapi hilang dari kandang, artinya sekalipun semua sumber makanan dan kehidupan gagal total, ia tetap akan bersukacita dalam Tuhan. Ia menyebut Tuhan sebagai kekuatannya, yang membuat kakinya seperti kaki rusa, kuat dan lincah di tempat yang tinggi dan berbahaya.
What Does This Mean?
Habakuk mengajarkan sesuatu yang jarang berani dikatakan orang, yaitu bahwa sukacita di dalam Tuhan tidak sama dengan keadaan yang enak. Ia tidak menutup matanya terhadap ketakutan yang nyata. Ia tetap gemetar. Tetapi ketakutan itu tidak menjadi kata terakhir. Kata terakhirnya adalah percaya, bahkan ketika semua yang bisa dilihat dan dipegang hilang.
Ini bukan tentang berpura-pura senang. Habakuk jujur soal rasa takutnya. Justru karena ia jujur, sukacitanya di ayat 18 menjadi kuat, bukan kosong. Ia tidak bersukacita karena keadaannya baik, tetapi karena Tuhan-nya baik dan besar, seperti yang baru saja ia lihat dalam doanya.
The Common Thread
Sepanjang Kitab Suci, Tuhan sering digambarkan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan umat-Nya, seperti saat Ia membawa Israel keluar dari Mesir. Habakuk mengingat cerita-cerita lama itu ketika ia melukiskan Tuhan yang membagi bumi dengan sungai-sungai dan berjalan demi keselamatan umat-Nya. Ia percaya Tuhan yang sama, yang dulu menyelamatkan, akan bertindak lagi.
Yang menarik, keselamatan yang paling besar justru datang lewat cara yang terlihat lemah, bukan lewat gunung yang berguncang, melainkan lewat Yesus Kristus yang mati di kayu salib. Di sana kuasa Tuhan tersembunyi, sama seperti kata Habakuk bahwa kekuatan Tuhan tersembunyi di tangan-Nya. Habakuk berdoa jauh sebelum Yesus lahir, tetapi imannya bahwa Tuhan pasti menyelamatkan umat-Nya, itulah iman yang sama yang boleh kita pegang sekarang, karena kita sudah melihat penyelamatan itu terjadi dalam Yesus.
For You
Mungkin kamu pernah merasa takut karena sesuatu yang besar, ujian yang sulit, keluarga yang berantakan, atau berita buruk yang membuat perut terasa mual. Habakuk tidak menyuruhmu berpura-pura tidak takut. Ia menunjukkan bahwa kamu boleh gemetar dan tetap percaya pada saat yang sama. Cobalah pikirkan, apa "pohon ara yang tidak berbunga" dalam hidupmu, hal yang kamu takut hilang atau gagal? Habakuk mengajak kita berdoa dengan jujur seperti dia, mengingat kebesaran Tuhan, lalu memilih percaya meski keadaan belum berubah.
Talk About It
Menurutmu, apakah mungkin merasa takut dan tetap bersukacita dalam Tuhan pada waktu yang sama? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
Habakuk mengingat kebesaran Tuhan sebelum ia bisa berkata "aku akan bersukacita". Menurutmu, mengapa urutan itu penting?
Praying Together
Tuhan, kadang kami takut seperti Habakuk, hati kami berdegup dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Ajar kami mengenal Engkau lebih dulu, sebelum kami memaksa diri untuk merasa tenang. Buatlah kami kuat seperti kaki rusa, yang bisa berjalan di tempat yang tinggi dan sulit, karena kami percaya Engkaulah kekuatan kami. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang HABAKUK 3
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah HABAKUK 3?
Apa yang dikatakan HABAKUK 3?
Apa yang HABAKUK 3 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari HABAKUK 3?
Mengapa HABAKUK 3 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Habakuk baru saja bergumul dengan Tuhan yang seolah diam melihat kekerasan. Lalu ia melihat: "Sinar memancar dari tangan-Nya, dan di sanalah tersembunyi kekuatan-Nya." Yang terlihat hanya cahaya, tetapi kuasa-Nya justru tersembunyi di balik itu. Mungkin hari ini kamu cuma melihat secercah. Percayalah, di balik secercah itu ada tangan yang sanggup.
Matahari dan bulan berhenti di tempat kediamannya" (Habakuk 3:11). Terang yang paling kamu andalkan setiap pagi pun berhenti, kalah oleh kilau senjata Allah. Habakuk menulis ini ketika negerinya gelap oleh ketidakadilan dan jawaban belum datang. Terangmu hari ini mungkin redup. Itu bukan tanda Dia diam.
Namun" itu kata kecil yang berdiri melawan seluruh daftar kehilangan di ayat sebelumnya: pohon ara tanpa bunga, kandang tanpa domba. Habakuk tidak berkata sukacitanya datang karena panen. Ia berkata, "aku akan bersukacita dalam TUHAN." Sumbernya bukan apa yang ada di tangannya, melainkan siapa yang memegangnya. Kalau daftar itu kosong hari ini, apa yang masih tersisa padamu?
Busur-Mu ditelanjangi seluruhnya, sumpah-sumpah untuk suku-suku adalah firman." Busur itu dikeluarkan dari sarungnya, siap dipakai. Bukan karena Allah sedang marah tanpa alasan, tetapi karena Dia pernah bersumpah kepada umat-Nya.
Habakuk sempat mengira Allah diam saja. Ternyata Allah sedang bersiap, dan yang menggerakkan-Nya adalah janji-Nya sendiri. Apa yang kaupikir sudah Dia lupakan?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak