HAGAI 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Bayangkan sebuah kota yang baru saja bangkit kembali. Bangsa Israel baru pulang dari pembuangan di Babel. Mereka membangun rumah, menanam ladang, dan mencoba hidup normal lagi. Tapi ada satu bangunan yang masih berupa puing-puing: Bait Suci, rumah TUHAN. Sudah bertahun-tahun begitu.
Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, TUHAN berbicara melalui Nabi Hagai kepada dua pemimpin, yaitu Zerubabel sang gubernur dan Yosua sang Imam Besar. Bangsa itu punya alasan, mereka berkata, "belum tiba waktunya untuk membangun kembali Bait TUHAN." Kedengarannya masuk akal, bukan? Mungkin mereka pikir masih terlalu sulit, terlalu mahal, atau belum waktunya.
Tapi TUHAN bertanya balik, dengan pertanyaan yang menusuk: "Apakah ini waktu bagi kalian untuk tinggal di dalam rumahmu yang berpapan, sedangkan Bait ini tetap dalam keadaan runtuh?" Rumah mereka sendiri sudah rapi, berpapan, nyaman. Tapi rumah TUHAN dibiarkan hancur. Mereka punya waktu dan tenaga untuk diri sendiri, tapi tidak untuk TUHAN.
Lalu TUHAN menunjukkan sesuatu yang aneh. Mereka menabur banyak, tapi menuai sedikit. Mereka makan, tapi tidak kenyang. Mereka berpakaian, tapi tetap tidak hangat. Seperti bekerja keras mengumpulkan uang, tapi uang itu jatuh terus dari kantong yang berlubang. TUHAN sendiri yang membuat hasil kerja mereka jadi sia-sia, karena hati mereka salah arah. Bahkan langit menahan hujan dan tanah menahan hasilnya, karena mereka sibuk dengan rumah sendiri, sedangkan rumah TUHAN dibiarkan runtuh.
Untungnya, cerita ini tidak berhenti di situ. Zerubabel, Yosua, dan seluruh rakyat mendengarkan suara TUHAN. Mereka menaati perkataan Hagai. Bangsa itu pun takut di hadapan TUHAN, bukan takut yang membuat lari, tapi takut yang membuat hormat dan sadar. Dan TUHAN menjawab dengan kalimat yang singkat namun luar biasa: "Aku menyertai kamu." Setelah itu, TUHAN membangkitkan semangat mereka, dan mereka mulai bekerja membangun kembali Bait TUHAN.
Apa Artinya Ini?
Cerita ini bukan sekadar tentang bangunan tua yang harus diperbaiki. Ini tentang urutan hati. Bangsa Israel tidak jahat, mereka bekerja keras, tapi TUHAN tidak lagi berada di urutan pertama dalam hidup mereka. Mereka lupa bahwa hidup yang baik bukan hanya soal rumah yang nyaman, tapi soal hubungan dengan TUHAN yang memberi segalanya.
Menariknya, TUHAN tidak marah lalu diam. Ia bicara, Ia menegur, tapi Ia juga berjanji menyertai. Itu pola yang akan kita lihat terus dalam Alkitab, TUHAN menegur karena Ia peduli, bukan karena Ia ingin menyingkirkan.
Benang Merah
Bait Suci adalah tempat TUHAN berkenan tinggal di antara umat-Nya, tempat Ia dimuliakan. Ketika bangsa itu membangunnya kembali, itu tanda bahwa perjanjian, yaitu ikatan setia antara TUHAN dan umat-Nya, masih hidup. TUHAN tidak melupakan mereka meski mereka pernah dibuang.
Jauh kemudian, Yesus Kristus datang dan menyebut diri-Nya sebagai tempat TUHAN benar-benar tinggal di antara manusia, bahkan lebih dari Bait Suci itu sendiri. Dalam diri Yesus Kristus, TUHAN hadir secara nyata. Dan kalimat yang diucapkan Hagai, "Aku menyertai kamu," bergema lagi ketika Yesus Kristus disebut Imanuel, artinya Allah menyertai kita.
Untukmu
Pernahkah kamu punya waktu dan tenaga untuk banyak hal, tapi lupa memberi waktu untuk TUHAN? Bukan karena kamu jahat, tapi karena hal lain terasa lebih mendesak. Haggai mengajak kita bertanya jujur, apa yang sebenarnya ada di urutan pertama dalam hidupku? Tidak perlu merasa bersalah terus-menerus, tapi berani memeriksa jalan hidup sendiri, seperti kata TUHAN, "Perhatikan jalan-jalanmu," itu langkah yang baik dan berani.
Bicarakan Bersama
Menurutmu, apa yang mungkin membuat bangsa Israel merasa "belum waktunya" membangun Bait TUHAN, padahal rumah mereka sendiri sudah selesai?
Adakah hal dalam hidupmu yang selalu kamu utamakan lebih dulu daripada waktu bersama TUHAN? Mengapa itu terjadi?
Berdoa Bersama
Tuhan, kami sering sibuk dengan hidup kami sendiri sampai lupa memberi tempat untuk-Mu. Ajar kami memperhatikan jalan hidup kami, dan berani mengubah apa yang perlu diubah. Terima kasih karena Engkau berkata, "Aku menyertai kamu." Bangkitkan semangat kami untuk mengasihi dan mengikut Engkau. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa, amin.
Pertanyaan tentang HAGAI 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah HAGAI 1?
Apa yang dikatakan HAGAI 1?
Apa yang HAGAI 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari HAGAI 1?
Mengapa HAGAI 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Apakah sudah waktunya bagi kamu sendiri untuk tinggal di rumah-rumahmu yang berpapan, sementara Bait ini tetap menjadi reruntuhan?" Perhatikan kata berpapan. Rumah mereka bukan cuma layak, tapi dipercantik. Bukan dosa besar yang menghentikan pembangunan Bait Allah, melainkan kenyamanan yang pelan-pelan menyerap seluruh perhatian. Apa yang sedang kamu poles, sementara ada bagian hidupmu bersama Tuhan yang dibiarkan runtuh?
Karena itu, langit di atasmu menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya." Perhatikan kata "menahan" yang muncul dua kali. Umat itu menahan tangan dari rumah Tuhan, lalu langit dan bumi ikut menahan. Ada gema di situ. Mungkin bukan langit yang perlu kamu tanyai hari ini, melainkan hatimu: apa yang sedang kamu tahan dari Dia, sementara kamu heran mengapa semuanya terasa kering?
Sebuah tanggal saja: "pada hari kedua puluh empat bulan keenam, pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius." Kelihatannya tidak penting. Tapi hitunglah: firman datang pada hari pertama bulan itu. Butuh dua puluh tiga hari sampai mereka benar-benar mulai bekerja. Dan Allah mencatat harinya. Dia mengingat kapan kamu akhirnya mulai, bukan hanya kapan kamu menunda.
Mereka sudah mendengar teguran Hagai, sudah takut kepada TUHAN. Tapi masih ada satu hal yang kurang: "TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel." Ternyata kemauan untuk mulai pun pemberian. Kalau kamu tahu persis apa yang harus dikerjakan tapi hatimu berat, mintalah bukan hanya kekuatan, melainkan kemauan itu sendiri.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak