HAGAI 2
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Bayangkan kamu berdiri di sebuah bangunan yang setengah jadi. Debu di mana-mana, batu-batu ditumpuk seadanya, tukang-tukang kelelahan. Lalu ada beberapa orang tua berdiri di pinggir, dan mereka menangis. Bukan karena terharu, tetapi karena kecewa.
Itulah suasana di Yerusalem waktu Hagai berbicara. Bangsa Israel baru pulang dari pembuangan di Babel. Mereka mulai membangun kembali Bait Allah, rumah Tuhan. Tetapi orang-orang tua di antara mereka masih ingat Bait Allah yang dulu, yang dibangun Raja Salomo: megah, berkilau, penuh emas. Bangunan yang sekarang? Kecil. Sederhana. Tuhan sendiri yang menyebutkan perasaan itu dengan jujur: "Bukankah seperti tidak ada artinya di matamu?"
Menarik ya. Tuhan tidak berkata, "Ah, jangan mengeluh." Ia justru menyebut kekecewaan mereka dengan kata-kata yang tepat. Baru sesudah itu Ia berkata: jadilah kuat, Zerubabel. Jadilah kuat, Yosua. Jadilah kuat, kamu semua. Dan bekerjalah, sebab Aku menyertai kalian.
Tuhan mengingatkan mereka pada perjanjian-Nya, yaitu janji yang Ia buat dulu ketika Ia membawa Israel keluar dari Mesir. Perjanjian itu belum kedaluwarsa. Roh-Nya masih ada di tengah mereka. "Jangan takut!"
Lalu Tuhan berkata sesuatu yang besar: Aku akan mengguncangkan langit dan bumi, laut dan darat. Semua bangsa akan diguncang. Dan Bait ini akan dipenuhi kemuliaan. Kalau mereka bertanya, "Tapi kita tidak punya emas," Tuhan menjawab dengan tenang: "Perak adalah milik-Ku, dan emas adalah milik-Ku." Ia tidak kekurangan apa pun.
Di bagian kedua, Hagai memberi teka-teki kepada para imam. Kalau daging kudus menyentuh roti, apakah roti itu ikut menjadi kudus? Jawabnya: tidak. Tetapi kalau orang yang najis, misalnya karena menyentuh mayat, menyentuh makanan, apakah makanan itu menjadi najis? Jawabnya: ya.
Maksudnya begini: yang kotor menular, yang bersih tidak. Kekudusan tidak menempel begitu saja seperti stiker. Bangsa itu tidak otomatis menjadi baik hanya karena berdiri dekat Bait Allah. Hati mereka sendirilah yang harus berbalik kepada Tuhan.
Dan Tuhan mengingatkan masa panen yang mengecewakan: dua puluh gantang menjadi sepuluh, lima puluh takar menjadi dua puluh. Hama, jamur, hujan es. "Tetapi kamu tidak berbalik kepada-Ku." Lalu datang kalimat yang mengubah segalanya: "Mulai hari ini, Aku akan memberkatimu!"
Terakhir, Tuhan berbicara kepada Zerubabel, sang gubernur. Kerajaan-kerajaan akan digulingkan, kereta perang akan jatuh. Tetapi Zerubabel akan dijadikan "seperti cincin meterai". Cincin meterai adalah cincin raja yang dipakai untuk mengecap surat resmi. Itu tanda kepercayaan penuh. Tuhan berkata: Aku telah memilih kamu.
What Does This Mean?
Pesan pasal ini sebenarnya sederhana, tetapi tidak murah: yang kelihatan kecil di matamu tidak selalu kecil di mata Tuhan.
Umat itu membandingkan. Mereka melihat bangunan mereka dan melihat kenangan tentang yang dulu, lalu merasa hasil kerja mereka tidak berarti. Tuhan tidak berkata bahwa bangunan itu sebenarnya megah. Ia berkata sesuatu yang jauh lebih penting: "Aku menyertai kalian." Kehadiran Tuhan yang membuat sebuah tempat berharga, bukan jumlah emasnya.
Tetapi Tuhan juga jujur tentang sisi lain. Berdiri dekat hal-hal kudus tidak membuat hati kita otomatis bersih. Itu bagian yang tidak enak didengar. Kita bisa berada di gereja setiap minggu dan tetap jauh di dalam hati. Tuhan mau hati yang berbalik kepada-Nya, bukan sekadar kehadiran badan.
The Common Thread
Tuhan berjanji bahwa kemuliaan Bait yang terakhir akan lebih besar daripada yang sebelumnya, dan di tempat itu Ia akan memberikan kedamaian.
Bagaimana janji itu digenapi? Bertahun-tahun kemudian, seorang Anak masuk ke Bait Allah itu. Yesus Kristus. Kemuliaan Tuhan datang bukan dalam bentuk emas, tetapi dalam bentuk seorang Manusia. Dan Dialah yang membawa damai, damai antara manusia dan Allah.
Ada satu hal lagi. Yesus adalah keturunan Zerubabel. Cincin meterai itu, tanda "Aku telah memilih kamu", menunjuk jauh ke depan kepada Yesus, Hamba Tuhan yang benar-benar dipilih.
Dan ingat aturan tentang kudus dan najis tadi? Yang kotor menular, yang bersih tidak. Bersama Yesus, aturan itu justru dibalik. Ia menyentuh orang sakit dan orang buangan, dan mereka menjadi bersih. Itu keajaiban yang belum bisa dilihat Hagai.
For You
Mungkin kamu pernah merasa yang kamu lakukan tidak berarti. Doamu pendek. Kebaikanmu tidak dilihat siapa-siapa. Kamu bukan yang terpandai atau terhebat di kelasmu. Bandingkan-membandingkan itu melelahkan.
Ayat 4 memberimu tiga kata: jadilah kuat, bekerjalah, Aku menyertai kalian. Perhatikan urutannya. Kekuatan bukan datang dari dirimu, tetapi dari Tuhan yang berjanji ada bersamamu.
Dan satu pertanyaan jujur untuk minggu ini: apakah imanmu hanya menempel dari luar, atau hatimu sendiri sudah berbalik kepada Tuhan? Aku tidak tahu jawabanmu. Tetapi Tuhan berkata: "Mulai hari ini, Aku akan memberkatimu."
Talk About It
Kapan kamu pernah merasa bahwa hasil usahamu "tidak ada artinya"? Apa yang mau Tuhan katakan kepadamu lewat ayat 4?
Mengapa berada di dekat hal-hal kudus tidak otomatis membuat hati seseorang bersih? Bagaimana caranya hati bisa benar-benar berbalik kepada Tuhan?
Praying Together
Tuhan, terima kasih Engkau melihat apa yang kecil dan tidak menganggapnya sepele. Ampuni kami kalau hati kami jauh, padahal badan kami dekat. Buatlah kami kuat, dan tolong kami percaya bahwa Engkau menyertai kami. Terima kasih untuk Yesus Kristus, yang membawa damai-Mu. Amin.
Pertanyaan tentang HAGAI 2
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah HAGAI 2?
Apa yang dikatakan HAGAI 2?
Apa yang HAGAI 2 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari HAGAI 2?
Mengapa HAGAI 2 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Katakanlah kepada Zerubabel, anak Sealtiel, gubernur Yehuda, dan kepada Yosua, anak Yozadak, imam besar, dan kepada seluruh sisa umat itu."
Perhatikan urutannya. Gubernur disebut, imam besar disebut, lalu sisa umat, orang-orang biasa yang tangannya berdebu oleh batu bangunan. Allah tidak menitipkan penghiburan-Nya hanya pada pemimpin lalu berharap menetes ke bawah. Kamu juga disebut di situ.
Bait yang sedang mereka bangun tampak kecil dibanding yang dulu. Orang-orang tua yang masih ingat kemegahan Salomo justru menangis melihatnya. Di tengah kekecewaan itu Allah tidak berkata "sudahlah", melainkan tiga kali: "kuatkanlah hatimu", lalu "Bekerjalah, sebab Aku menyertai kamu." Bukan hasilnya yang membuat pekerjaanmu berharga, tetapi Dia yang berdiri di sampingmu. Apa yang sedang kamu tinggalkan karena terasa tak seindah dulu?
Bait yang sedang mereka bangun kelihatan miskin. Orang-orang tua yang pernah melihat bait Salomo malah menangis. Lalu Tuhan berkata, "Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemuliaan." Kemuliaan itu tidak datang dari tumpukan emas, melainkan dari kehadiran-Nya sendiri. Hidupmu mungkin terasa sederhana, bahkan mengecewakan dibanding dulu. Tuhan tidak menunggu sampai kau megah untuk mau tinggal di dalamnya.
Aku akan menjadikanmu seperti cincin meterai, sebab Aku telah memilih kamu." Dulu Tuhan berkata kepada kakek Zerubabel: sekalipun kau cincin meterai di tangan kanan-Ku, akan Kucabut engkau. Sekarang cucunya dipakai kembali. Cincin meterai melekat di jari, dekat, ikut ke mana pun. Sejarah keluargamu bukan kata terakhir Tuhan atasmu.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak